Di suatu malam ada seorang anak perantauan yang hendak pulang ke surabaya sebut saja adi. Pukul 22.00 adi sampai di terminal seragen, yaa namanya juga malam hari wajar saja dia menunggu bus sendirian. 2 jam berlalu dan tidak ada bus jurusan surabaya yang datang.
Hingga pada pukul 00.15 adi melihat bus dengan jurusan seragen surabaya. Tanpa pikir panjang adi melambaikan tangan isyarat ia memanggill bus tersebut. Lalu ia masuk ke dalam bus tersebut, anehnya penumpang bus yang berjumlah 6 orang semuanya memakai kain berwarna putih dan mukanya terlihat pucat semua. Tapi adi tidak memperdulikannya, malah ia sempat bertanya kepada penumpang lain sembari tersenyum “pak ini rombongan haji yaa” yaa memang watak adi yang humoris tidak bisa di sembunyikan. Dan penumpang itupun hanya tersenyum tanpa mengucap sepatah katapun.
Lalu adi cuek dan duduk di kursi yang kosong. Kondisi dalam bus itu benar benar hening dan sepi. Karena adi yang capek menunggu bus lebih dari 2 jam, terlebih juga adi tadi dari pulang kerja langsung tertidur. Tidak lama setelah adi tertidur kemudian ia terbangun ketika tagan kernet bus menyentuh pundak adi yang meminta uang adi. Adi terkejut, lalu ia menyodorkan uang 50 ribu, si kernet pun tidak berkata apa apa hanya memberi adi kembalian 20 ribu lalu ia pergi meninggalkan adi.
Di situ adi mulai curiga, sampai pada akhirnya sampai di kota madiun. Karena sopir biasanya melakukan pemberhentian di setiap perjalannnya. Pada saat itu adi yang ingin kencing pun segera keluar. walaupun di dalam bus tadi ada toilet, tapi adi lebih memilih keluar ke toilet terminal karena ia tidak nyaman dengan toilet yang ada di dalam bus tersebut.
Setelah ia selesai dari kamar mandi ia pun mendapati bus yang di tumpanginya tiba tiba menghilang. Adi yang kesal ngomel ngomel dalam hati “udah tadi datangnya telat malah sekarang di tinggal”. Kemudian adi berjalan mengitari terminal. Barang kali busnya tadi putar arah. Sampai pada akhirnya adi bertemu dengan petugas terminal, adi pun bertanya kepada petugas terminal tadi. “pak tadi bapak lihat ndak bus jurusan sragen surabaya ini” sembari mentodorkan hp ke petugas, karena tadi adi sempat memfoto bus tersebut waktu bus tersebut datang. Petugas tersebut melah melotot ke arah adi dan terdiam selama beberapa saat. Kemudian petugas terminal malah menanyai balik adi sembari dia melihat kondisi adi dari atas rambut sampai ujung kaki. “mas ndak apa apa kan ya ?”. “loh saya baik baik aja mas, memangnya kenapa mas ?”, sahut adi. “bus yang mas tumpangi tadi siang mengalami kecelakaan dengan 8 korban jiwa termasuk sopir dan kernet buspun meninggal waktu kecelakaan tadi siang” kata petugas terminal dengan raut muka sedikit ketakutan.
Adi yang kaget hanya bisa terdiam dan merogoh kantongnya tadi dan mengeluarkan uang kembalian dari kernet bus hantu tadi yang sudah berubah menjadi kapas yang berlumuran darah. Reflek adi membuang kapas tersebut dan memilih istirahat di terminal untuk menenangkan dirinya dan memutuskan melanjutkan perjalanan besok pagi