Aku mengenal nya sudah cukup lama, bahkan aku sempat berpacaran dengannya. Tapi itu tidak berlangsung lama, hubungan kami berakhir karna seseorang. Aku tahu dia memutuskan ku saat itu hanya karna lelah menghadapi masalah, aku juga tahu bahwa dia masih sangat menyayangi ku.
Hingga...
" Shiren, mungkin ini akan melukai Shiren dan untuk itu Kakak minta maaf. Kakak sudah tidak bisa lagi melanjutkan hubungan kita, Kakak harap Shiren mengerti itu. Dan untuk kedepannya semoga Shiren mendapatkan laki - laki yang lebih baik dari Kakak, dan pasti nya bisa membahagiakan Shiren " Ucap Jimi sendu.
" Ke - kenapa? Apa Kakak lebih percaya dengan dia huh? " Tangis yang tadi nya Shiren tahan pecah, ia benar - benar tidak bisa lagi menyembunyikan yang ia rasa.
" Hmm, tetap semangat yah " Jimi mengelus lembut pucuk kepala Shiren, dan setelah nya beranjak pergi.
" Bagaimana mungkin Shiren mendapatkan laki - laki lain, jika Shiren sendiri tidak akan bisa mencintai orang lain selain Kakak. Dan bahagia apa yang Kakak maksud huh?? Bahagia Shiren hanya ada pada Kakak, tapi kenapa Kakak merenggut itu huh??!! " Shiren terduduk lemas di kursi taman, sungguh ia tidak pernah mengira hubungan nya akan berakhir seperti ini.
Satu minggu kemudian...
Shiren mencoba menyibukkan diri dengan bekerja,dan sesekali membuat novel karna itu memang hobi nya. Dengan banyak nya aktivitas yang ia lakukan, Shiren berharap agar bisa melupakan Jimi mantannya.
" Shiren!!! Lo mau balik? " Tanya Maudy.
" Iya, karna pekerjaan gue udah selesai. Ouh iya packing makanan online udah gue taro di atas meja " Ucap Shiren sebelum pergi.
" Sedih banget sih itu anak? Nggak kayak biasa nya deh " Seru Maudy.
~~~~
Setiba nya di rumah, Shiren langsung membersihkan diri dan bersiap tidur. Namun entah mengapa, ia sama sekali tidak bisa tidur. Akhir nya Shiren memilih memainkan ponsel nya.
" I - ini gak mungkin!! Ba - bagaimana bisa Kakak secepat itu lupain aku " Tangis Shiren pecah saat melihat postingan Jimi di Instagram. Di postingan itu hanya sebuah foto Jimi bersama cewek , dan Shiren tau bahwa Jimi bukan tipe cowok yang mudah dekat sama cewek jika tidak ada hubungan apa - apa.
" Jadi Kakak ninggalin Shiren hanya karna bosan huh? Sekeras apapun Shiren mempertahankan, namun pada akhir nya Kakak memilih melepaskan. Tidak kah Kakak tahu bagaimana perasaan Shiren? Gapapa, selagi Kakak bahagia Shiren juga bahagia " Shiren tersenyum getir menatap foto Jimi bersama cewek itu.
Beberapa bulan kemudian...
Perlahan perasaan Shiren sudah mulai membaik, ia kembali menjadi Shiren yang teman - teman nya kenal, tapi...
Ting
Shiren mengambil ponsel nya, ia mengernyit kan kening nya saat mendapat pesan dari orang yang tidak di kenal nya.
[Hai, boleh ngobrol sebentar?]
Pesan itu di kirim lewat Instagram, karna penasaran Shiren segera melihat nya.
Shiren : Siapa yah?
Tidak perlu waktu lama, orang itu kembali membalas pesan Shiren.
[Aku Wina, kamu Shiren kan?]
Lagi - lagi Shiren di buat bingung, ia tidak mengenal siapa orang yang mengirimi nya pesan, namun orang itu justru tahu siapa nama nya.
Shiren : Iya, ada perlu apa?
[Aku hanya ingin mengajak mu mengobrol sebentar]
[Apa kamu kenal Jimi?]
Jantung Shiren berdetak tidak karuan, entah mengapa ia merasa oksigen menghilang di sekitar nya saat membaca pesan terakhir Wina.
Shiren : Iya aku kenal, kamu siapa nya?
Keringat dingin mengucur deras di wajah Shiren, perasaan nya berubah tidak enak saat Wina menanyakan hal barusan.
[Aku pacar nya]
Ponsel yang di pegang oleh Shiren terjatuh, pasokan udara seakan benar - benar hilang. Air mata mengalir deras membasahi wajah cantik nya. Dengan susah payah ia mengobati luka yang Jimi buat, namun hari ini luka itu kembali menganga. Dengan tangan gemetar, Shiren kembali mengambil ponsel nya dan mengetik kan balasan untuk pesan Wina.
Shiren : Selamat yah, semoga langgeng terus. Aniway ada perlu apa yah?
[Aku cuma heran, saat itu aku pernah tanya kamu itu siapa nya Jimi. Tapi bukan jawaban yang aku dapat, dia justru marah tanpa alasan. Dan itulah kenapa aku memberanikan diri untuk menghubungi mu, maaf jika aku mengganggu waktu mu]
Shiren mengscreensoot room chat nya dengan Wina, kemudian mengirim kan nya ke Jimi.
Jimi : Kakak bisa jelasin semua nya ke Shiren, plis jangan salah paham.
Shiren : Apa yang harus di jelas kan? Kakak juga bukan siapa - siapa Shiren lagi. Semoga langgeng terus and selalu bahagia pasti nya.
Shiren menaruh ponsel nya di atas kasur, ia menyandarkan diri di sisi ranjang. Perasaan nya remuk redam, luka yang ia sembuh kan dengan susah payah kembali membuahkan luka baru.
" Kenapa Kakak jahat sama Shiren? Apa salah Shiren hingga Kakak ngelakuin ini? Kakak bahkan belum mendengar penjelasan Shiren, tapi Kakak sudah memutus kan sesuatu begitu saja " Shiren menangis tergugu memeluk kedua kaki nya.
" Hari ini Kakak benar - benar melukai Shiren, tidak hanya hati yang terluka. Tapi semua nya juga Kakak lukai, kenapa Kak? Kenapa huh??!! "
Jimi khawatir dengan keadaan Shiren, karna sedari tadi gadis itu tidak lagi membalas pesan nya. Sudah ribuan pesan dan panggilan, tapi rupa nya itu sia - sia. Tanpa berpikir panjang, Jimi menyambar kunci motor nya dan bergegas ke rumah Shiren.
Tidak perlu waktu lama, saat ini Jimi sudah berada di depan rumah Shiren.
" Shiren!! Ini Kakak!! " Teriak Jimi dari luar.
Shiren yang mendengar itu, seolah tidak ingin melakukan apa - apa selain menangis. Ia bahkan tidak beranjak sama sekali dari tempat duduk nya.
Karna tidak ada sahutan dari Shiren, Jimi segera masuk, kebetulan pintu rumah Shiren memang tidak terkunci.
" Shiren!!! Shiren!!! " Panggil Jimi.
Jimi mengitari rumah Shiren, namun ia sama sekali tidak menemukan gadis itu. Hanya ada satu harapan Jimi saat ini, semoga Shiren berada di kamar nya. Dengan tergesa - gesa Jimi menaiki tangga.
" Shiren!!! " Pekik Jimi khawatir saat Shiren terkulai lemah di atas lantai.
Kesadaran Shiren masih ada, hingga ia tahu bahwa yang mengangkat tubuh nya saat ini adalah Jimi. Ingin sekali Shiren memberontak, tapi ia tidak bisa karna keadaan nya saat ini.
" Apa yang Shiren lakuin huh? Kenapa Shiren melukai diri kayak gini? " Jimi mengambil kotak P3K dari lemari Shiren. Dengan telaten dan hati - hati Jimi mengobati luka di pergelangan tangan Shiren.
Shiren hanya tersenyum getir, bisa - bisa nya Jimi bertanya seperti itu. Tidak sadar kah bahwa dia yang menyebabkan Shiren seperti ini?
Shiren menarik paksa tangan nya dari Jimi, sungguh ia tidak ingin luka nya di obati.
" Shiren ada apa? Jangan begini, luka mu akan infeksi nanti jika tidak di obati " Ucap Jimi.
" Luka ini tidak seberapa dengan luka yang Kakak buat, ternyata Kakak meninggal kan Shiren hanya karna bosan? Susah payah Shiren ingin menjelaskan semua nya, tapi apa Kakak pernah mendengar kan? Nggak kan?. Sudah lah pergi dari sini dan jangan pedulikan Shiren!! " Shiren mengalihkan pandangannya ke arah lain, ia tidak ingin menatap wajah Jimi.
" Jujur Kakak juga tidak menginginkan perpisahan itu, Kakak juga masih sayang sama Shiren. Tapi keadaan yang nggak bisa buat kita sama - sama lagi, Kakak minta maaf untuk itu. Kakak ngerti dan paham kalau Shiren terluka dan sakit, tapi Kakak nggak bisa lakuin apa - apa maka nya Kakak memilih diam. Tapi Shiren nggak pernah tahu kan apa yang Kakak rasa setelah putus sama Shiren? Disini bukan hanya Shiren saja yang terluka, tapi Kakak juga. Jangan pernah beranggapan bahwa Kakak bahagia setelah putus sama Shiren, karna itu salah. Sampai sini Shiren paham kan? "
" Sekarang Shiren tanya, apa Kakak cinta sama Wina? " Tanya Shiren.
" Kakak hanya menganggap Wina sebagai adik Kakak, Wina dan Shiren itu jauh berbeda. Wina tidak seperti Shiren, dia sibuk dengan kegiatan nya sendiri, bahkan Kakak sering di abai kan oleh nya. Dan jujur Kakak ingin balik sama Shiren " Ucap Jimi.
" Lalu kenapa Kakak pacaran sama dia huh?? " Tanya Shiren dengan berlinang air mata.
" Kakak merasa kesepian setelah putus sama Shiren, Kakak hanya perlu teman, tapi Wina ingin memiliki hubungan yang jelas " Balas Jimi.
" Pilih Shiren atau Wina? " Shiren menatap manik mata Jimi yang juga menatap nya.
" Kakak pilih Shiren, tungguin Kakak!! Kakak akan selesai kan permasalahan yang ada lalu memulai lembaran baru sama Shiren " Jimi memeluk erat tubuh Shiren, sementara Shiren hanya bisa menangis dalam diam.
" Lagi dan lagi Kakak mengambil keputusan dengan terburu-buru, pikir kan apa yang ingin Kakak lakulan. Dan Shiren mohon Kakak pergi dari sini, tinggal kan Shiren sendiri " Ucap Shiren tegas.
" Kakak nggak bisa kehilangan Shiren untuk yang kedua kali nya, dan karna kebodohan Kakak juga Kakak harus kehilangan Shiren. Kakak minta maaf untuk itu, Shiren mau kan memberi kesempatan kedua buat Kakak? " Jimi menatap sendu ke arah Shiren yang juga menatap nya.
" Jangan kayak gini Kak, hargain perasaan Wina " Ucap Shiren.
" Shiren, terkadang kita harus sedikit egois demi kebahagiaan kita sendiri. Kakak tau kok Shiren masih sayang sama Kakak, Shiren nolak Kakak hanya nggak ingin buat Wina terluka, iyakan? " Shiren hanya tersenyum getir, kemudian membawa Jimi keluar dari kamar nya. Sungguh Shiren tidak ingin berlama - lama dengan Jimi, karna itu hanya akan membuat nya bimbang dengan apa yang ia putuskan.
Satu minggu kemudian...
Shiren masih beristirahat di rumah, ia tidak bisa bekerja karna keadaan luka nya yang belum pulih. Tidak ada orang yang bisa merawat Shiren, karna sedari SMK Shiren sudah mandiri dan jauh dari kedua orang tua nya. Begitu lulus Shiren langsung mendapatkan pekerjaan di sebuah catering makanan. Di sanalah kehidupan baru Shiren di mulai, hingga akhir nya ia bertemu dengan Jimi sang mantan. Awal nya mereka hanya berteman biasa, namun lama - kelamaan pertemanan mereka akrab hingga menimbulkan perasaan satu sama lain.
Hadir nya Jimi di hidup Shiren sangat berpengaruh, Shiren yang selalu putus asa berubah menjadi tegar karna semangat yang Jimi berikan. Namun kebahagiaan itu tidak berlangsung lama saat Jimi memutuskan hubungan mereka.
Shiren tidak percaya dengan itu, berkali - kali ingin menjelaskan, tapi berkali - kali juga Jimi menolak nya. Hingga di suatu hari Shiren pasrah dengan keadaan, ia sadar tidak ada guna terus menerus memperjuangkan orang yang tidak ingin di perjuangkan. Dan pada akhir nya Shiren ikhlas dengan rencana takdir.
Namun lagi dan lagi kesabaran Shiren di uji, ia kembali di buat bimbang dengan perasaan nya. Di satu sisi memang benar dia masih menyayangi Jimi, tapi di sisi lain ia juga harus memikirkan perasaan Wina pacar Jimi.
" Tuhan, aku pasrah, aku hanya mengikuti alur yang sudah engkau gariskan. Tapi aku mohon, perluas lah rasa sabar ku ini, dan kuat kan aku dalam menghadapi semua nya " Shiren menangis dalam diam, perasaan nya remuk redam. Namun, meskipun begitu ia cukup bangga dengan diri nya. Selama ini ia cukup hebat melalui semua nya seorang diri.
~~~~
Note : Cinta itu memang rumit, tapi kembali lagi. Kita adalah peran utama dalam kisah kita sendiri. Apapun yang membuat kita terluka, maka tinggal kan. Dan apapun hal yang membuat kita bahagia, maka pertahan kan.