Hai,,perkenallan namaku Kimberly.Orang tuaku biasa memanggilku Lily.Aku adalah anak bungsu dari lima bersaudara.Kakak-kakakku semuanya sudah menikah,sedangkan aku masih duduk di bangku kelas tiga SMA.
Aku memiliki seorang teman pria, bener-bener s-e-o-r-a-n-g pria,karna kenyataannya hanya dia satu-satunya teman yang ku punya di sekolah.Aku sudah berteman dengannya sejak pertama masuk sekolah,dan yah kalian tau lah.Tidak ada yang namanya teman antara pria dan wanita,itupun telah aku buktikan karna selama ini aku diam-diam telah jatuh cinta padanya.Aku tidak tahu dengannya,dia selalu mengatakan bahwa dia suka dan dia sayang padaku.Mungkin karna itu pulalah yang membuatku jatuh cinta padanya meskipun aku tidak tahu apakah dia serius menyukaiku atau dia hanya bercanda.
Malam ini aku seharusnya belajar karna besok ada ujian,tapi nyatanya sejak pulang sekolah tadi aku hanya menonton drakor.Kalian taulah anak jaman sekarang,hobinya halu dan nonton drakor,seharian rebahan di kasur.
Tepat saat jam 11 malam aku memutuskan untuk tidur,karna bagaimana pun besok saat pagi aku tetap harus belajar.
Dan paginya saat aku bangun,aku sangan bingung apakah aku sedang bermimpi atau apa.Bagaimana tidak,saat aku membuka mataku,aku sudah berada di ruangan yang yang besar dan mewah.Sepertinya ini adalah kamar tidur orang kaya,tapi kenapa aku bisa ada disini.
Aku masih duduk di atas kasur yang super besar itu sambil otakku terus mencari tahu apakah yang sedang terjadi,karna saat aku menampar diriku sendiri rasanya sangat sakit.Dan itu artinya ini semua adalah nyata bukan mimpi.
Tak lama aku mendengar suara langkah kaki seseorang dan aku menoleh ke arah sumber suara tersebut.Dan bam..aku melihat seorang pria yang sangat tampan,dia hanya memakai handuk saja yang dapat aku simpulkan kalau dia baru selesai mandi.Aku perkirakan mungkin usianya sekitar 30-an atau lebih,entahlah aku tidak yakin.
Yang jelas dia sangat tampan terlebih dengan tubuhnya yang kotak-kotak dan rambut yang masih basah,wah..kalian pasti bisa membayanvkannya kan?
Aku merasa tersihir dan merasa sesak nafas di buatnya.Aku terus menatapnya dan saat dia balik menatapku,aku sedikit kaget karna di tatap seperti itu.Seketika jiwa-jiwa halu ku pun bergejolak dan ingin rasanya aku berteriak sekarang juga.Aku ingin sekali menyentuh perut kotak-kotaknya itu dan matanya,ya ampun matanya juga sangat indah.Netra hijau yang tengah menatapku itu membuatku merasa kalau aku baru saja mendapatkan jackpot yang sangat luar biasa.
"Ada apa?" dia bertanya padaku.
Ya tuhan suaranya,,sangat,,seksi.Cocok sekali dengan wajahnya yang tampan itu.
"I,,itu,,apa,,itu,,eh,," ada apa denganku,kenapa aku malah tergagap seperti ini,membuat malu saja.
"Kau mandi lah,nanti akan ada beberapa pihak dari salon yang akan membantumu bersiap-siap!"
Eh apa,,apa maksudnya itu.Pihak salon,pihak salon untuk apa dan kenapa.Aku baru saja ingin bertanya tapi dia sudah pergi begitu saja.
"Ehm,,eh,,baikalah." aku bisa melihat bahwa dia sepertinya tersenyum meskipun sedang membelakangiku.
Meskipun masih bingung aku tetap mengikuti perintahnya tadi,aku mandi dan saat selesai beberapa orang wanita sudah ada di kamarku.Mungkin pegawai salon yang tadi dia katakan padaku,entahlah aku tidak mau ambil pusing.
"Ehm,,kalian pasti tahu kan sekarang hari apa dan kenapa kalian ada disini?" ucap ku pelan bertanya pada salah seorang yang kini tengah merawat kuku ku.Menicur pedicure entahlah apa sebutannya oleh orang kaya,aku tidak tahu.
"Eh.." aku bisa melihat bahwa wanita yang tadi aku tanyai itu sepertinya terkejut dengan apa yang aku lontarkan tadi.
"Kenapa,,kenapa kau terlihat terkejut begitu.Apakah pertanyaan itu aneh atau bagaimana?"
"Sedikit,,eh,,maksudnya tidak nyonya."
"Nyonya,, kenapa kau memanggilku begitu.Aku itu masih muda dan masih single,kenapa harus nyonya"
"Maaf nyonya,,maaf karna membuatmu merasa tidak nyaman." dia menunduk dan terlihat begitu menghormatiku.Ada apa ini, sebenarnya apa yang terjadi.
"Ah sudahlah,," aku merasa bersalah melihatnya menunduk begitu padaku.
"Lalu,,apa ini,,kenapa kalian mendandaniku seperti ini.Dan siapa pria tadi,kenapa aku ada disini dan kenapa.Bagaima bisa aku bangun dan sudah ada disini.Lalu bagaimana dengan sekolah ku, seharusnya aku ada ujian hari ini?" yup,,begitulah diriku.Aku melontarkan semuanya pertanyaannya sekaligus yang justru membuat mereka semakin bingung.
"Eh,,itu,,kami akan panggilkan tuan nyonya."
"Eh,,ta,,tapi kenapa,tidak bisakah kau saja yang menjawabnya,dan tuan siapa yang maksud itu"
"Permisi nyonya"
Sial,aku di kacangin.Kurang ajar tu orang,udah gede masih aja hobi ngacangin orang.Dia gak liat apa mukaku yang udah kek idiot ini saking penasarannya.
Pria tadi masuk bersama wanita yang tadi ngacangin aku,dia mengikutunya dari belakang dan sepertinya pria tampan inilah yang dia maksud dengan tuan tadi.
"Ada apa,,apa yang kau tanyakan padanya sehingga harus aku yang menjawabnya?"
"Eh,,itu,," aku pun melontarkan pertanyaan yang sama seperti tadi,dan dia sepertinya juga terkejut.
"Apa maksudnya semua ini,apa kau main-main denganku?" alamak dia kok marah,gue kan cuma nanya doang bambang.
"..."
"Menurutmu aku akan percaya dengan akal-akalan mu ini,apa aku terlihat seperti orang bodoh bagimu?"
"Eh.."
"Sudahlah,,kalian cepat bantu dia.Saya tidak mau omong kosong seperti ini kembali terjadi." dia hendak melangkah pergi tapi aku memberanikan diri untuk menahan tangannya.
Meskipun aku sedikit takut karna dalam sekejap saja dia bisa berubah dari malaikat menjadi iblis yang menyeramkan saat marah.
"Aku kan hanya bertanya,,kenapa kau marah.Lagi pula apa yang salah dengan itu,aku hanya merasa heran bagaimana aku bisa ada disini saat bangun.Dan aku juga tidak mengenalmu tuan,tentu saja aku bertanya.Tapi kau malah marah-marah tidak jelas dan mengatakan kalau ini omong kosong." aku bicara tanpa menatap matanya.
"Kau,,"
"Apa?"
"Baiklah..Pertama-tama aku bukan orang asing dan kau sudah berada disini selama beberapa bulan.Dan alasan kenapa mereka ada disini itu karna hari ini adalah hari pernikahan kita,apa kau lupa?"
"APA??"
Apa-apaan itu, bagaimana mungkin.Menikah? Tentu aku mau menikah dengan pria sepertinya tapi bagaimana bisa.Lagi pula aku baru berusia 18 tahun dan masih sekolah.Lalu apa pula itu tadi,beberapa bulan? Mana mungkin,padahal semalam aku masih ada di tempat ku lalu apa ini semua.
"Tidak,,tidak,,kau pasti bercanda kan.Bagaimana mungkin aku menikah dengamu,aku saja tidak mengenalmu dan lagian aku masih sekolah dan masih berusia 18 tahun yang seharusnya hari ini aku ada ujian."
Mereka semua menatapku heran, begitupun denganku yang tidak kalah herannya dengan ini semua.Kau masih tidak percaya dan bingung.
"Cih,,aku tahu kau pasti melakukan ini semua agar pernikahannya di batalkan kan? Tapi maaf,aku tidak bodoh dan tidak akan tertipu dengan omong kosong mu ini." dia tetap tidak percaya dan akan pergi,tapi dia berhenti dan kembali berkata tanpa menoleh ke arahku. "Dan satu lagi, pernikahan masih tetap berlanjut."
Apa? Aaahgg aku bisa gila kalau begini.Tapi terlepas dari itu semua,kurasa tidak ada salahnya aku melupakan rasa keingintahuanku untuk sebentar.Lagi pula dia adalah pria yang sangat tampan dan pastinya sangat kaya.Ini adalah impian semua gadis,terlebih gadis seperti ku.Tampang pas-pasan menikah dengan suami tampan yang super kaya.Wah,,apalagi yang harus aku khawatirkan.
+++
Akhirnya pernikahanku tetapa terjadi,pernikahan super megah persis seperti pernikahan impian ku.Begitu banyak orang yang hadir dan bahkan di siarkan langsung di banyak stasiun tv,dan di seluruh dunia tentunya.
Setelah beberapa hari menikah aku baru mengetahui ternyata pria yang sekarang menjadi suamiku adalah seorang milyader terkaya nomor 1 di dunia.Dan selama beberapa hari ini aku juga tidak mau bicara dengannya karna ternyata dia juga sangat arogan dan menyebalkan,wajah dan bodynnya saja yang indah tapi tidak dengan sifatnya.
Sekitar seminggu aku tidak bicara dengannya,dan akhirnya dia mengalah dan membawaku pergi ke dokter.Mungkin dia sadar bahwa aku bersungguh-sungguh dengan ucapanku.
Dan di situlah semua kebingungan dan rasa keingintahuanku akhirnya terobati.Aku ternyata mengalami amnesia langka yang sangat jarang atau bahkan tidak pernah terjadi sebelumnya.Dimana aku kehilangan ingatanku selama beberapa tahun terakhir tanpa mengalami kecelakaan.
Dan ternyata 7 tahun sudah berlalu,dan sekarang usiaku 25 tahun bukan 18 tahun lagi.Meskipun aku masih merasa aneh dan tidak nyaman dengan ini semua,aku akan bersuha beradaptasi dengan kehidupan ku yang menurutku baru ini.Entah kenapa Grayson (nama suamiku) sepertinya sangat senang mengetahui kalau aku amnesia.Bukankah itu sangat aneh,jika dia mencintaiku seharusnya kan dia bersedih karna dengan keadaanku yang sekarang ini aku melupakan semua ingatan dan kenanganku bersamanya.Tapi yah itu terserah padanya,lagian aku tidak peduli.
Beberapa bulan telah berlalu,dan selama itu aku menjalankan tugasku sebagai seorang istri.Meskipun aku tidak mengingatnya,tapi kurasa aku mulai jatuh cinta padanya.
"Good morning,,aku membuatkan nasi goreng untukmu."
"Hmm."
"Kau ini,bukankah kau itu suamiku,tapi kenapa kau begitu dingin dan menyebalkan seperti ini sih.Tidak bisakah kau bersikap manis padaku?"
"..."
"Oh yah,,aku baru kepikiran sekarang.Saat pesta pernikahan beberapa waktu lalu aku tidak melihat keberadaan Holland (teman SMA ku). Apakah dia tidak datang,padahal kan cuman dia satu-satunya temanku saat SMA.Jika benar dia tidak datang tega sekali dia,apakah dia mengganti nomor telfonnya,dari kemaren-kemaren aku tidak bisa menghubunginya." Aku terus saja bicara tanpa memperhatikan raut wajah suamiku yang sudah tidak enak di pandang.
"Eh apa yang kau lakukan,aku belum selesai makan,cepat turunkan aku." Yup,dia tiba-tiba menggendongku ala bridal dan kembali membawaku ke kamar.
"Diamlah,,bukankah kau ingin aku bersikap manis padamu."
"Tapi kan aku belum selesai makan"
"Nanti saja,aku harus menghukummu dulu karna kau berani membicarakan pria lain di hadapanku."
"Tapi kan,,"
Terlambat sudah,aku tidak bisa lagi mengelak karna sekarang dia sudah mengunciku di bawah tubuhnya dengan bibir kami yang saling menyatu.Inilah salah satu yang aku suka darinya, meskipun dia sudah sangat bernasfu ingin bercinta denganku,namun dia masih bisa bersikap lembut dan tidak terkesan sedang terburu-buru.
Akhirnya aku tidak makan sampai malam,karna dia tidak mengizinkanku untuk pergi walau hanya sebentar.
"I love you sayang,dan terima kasih karna kau sangat hebat tadi."
"I love you too Daddy." Yah begitulah,meski kami hanya terpaut usia 10 tahun tapi aku tetap memanggilnya begitu.Mungkin karna ingatanku juga yang mempengaruhinya,karna aku merasa kalau aku masih remaja yang baru berusia 18 tahun.
+++
Tepat setahun setelah aku menikah,di saat aku baru saja melahirkan anak pertamu.Aku mengetahui satu kebenaran lainnya.
Dimana aku ternyata sudah bertunangan dengan Holland,dan pernikahan kamipun seharusnya satu bulan lagi.Tapi aku di culik dan di sekap selama 3 bulan oleh pria yang sekarang sudah menjadi suami dan ayah dari putra ku ini.
Pantas saja dulu dia mengira kalau aku bicara omong kosong dan terkesan aku mencari alasan agar pernikahannya di batalkan karna kenyataannya aku sangat membencinya.
"Sayang aku mohon dengarkan aku dulu"
"Untuk apa,,bukankah dulu saja kau tidak mau mendengarkan ku."
"Tapi sayang aku melakukan itu karna aku sangat mencintaimu,aku hampir gila saat mengetahui kalau kau sudah memiliki tunangan."
"Tetap saja aku tidak menyukai caramu itu,jika kau mencintaiku seharusnya kau mau merelakanku dan membiarkan ku bahagia dengan pilihanku sendiri,bukannya menculikku dan memaksaku untuk menikah denganmu."
"Tapi.."
"Itu sangat kejam dan tidak berpendidikan,kau tau itu.Meskipun aku tidak mengingatnya tapi tetap saja dia itu temanku satu-satunya.Dan dia juga tunangan ku dan cinta pertamaku.Dan meskipun aku sudah sangat mencintaimu sekarang,tetap saja aku merasa bersalah padanya.Dan kau kan juga tau bahwa ingatanku hanya ada sampai usiaku 18 tahun dimana saat itu aku mencintainya dan bahkan berharap bisa menikah dengannya."
"Sayang,,,"
"APA.. bagaimana kalau ternyata aku belum jatuh cinta padamu saat mengetahuinya.Baru satu tahun sejak kita menikah dan jujur aku masih memiliki rasa untuknya walau hanya sedikit,dan aku sangat merindukannya kau tahu itu.Apa kau tidak takut aku akan pergi meninggalkanmu dan kembali padanya,hah?"
"Tidak sayang,kau boleh pergi.Aku tidak bisa tanpamu dnn aku tidak mau"
"Makanya kau harus memikirkan hal yang lebih etik,tapi kau malah memanfaatkan kondisiku dan membuatku melupakannya."
"Sayang aku mohon jangan tinggalkan aku"
"Tidak akan."
Yah begitulah hidupku, meskipun aku sangat kesal tapi aku juga sangat mencintainya.Lagi pula itu sudah lama berlalu dan sekarang aku juga sudah menjadi seorang ibu.Aku tidak ingin egois dan bersikap dewasa karna nyatanya aku memang sudah dewasa.
Dan until Holland,dia juga sudah merelakanku dan memafkanku.Dan aku kembali berteman dengannya meskipun suamiku tidak menyetujuinya tapi aku memgancam akan menceraikannya jika dia melarangku.Meskipun sebenarnya aku hanya bercanda soal itu,hanya wanita bodoh yang mau menceraikan lelaki sempurna sepertinya,dan aku tidak bodoh.