Hay aku rara, aku dikirim oleh ayahku ke desa untuk tinggal di desa terpencil itu. Aku di kirim ke desa karna saat aku berusia 7 tahun aku di tuduh oleh amira adikku, bahwa aku telah mendorong nenek dari tangga yang menyebabkan nenek tiada. Padahal aku sama skli tidak melakukan hal itu, karna pada saat nenek terjatuh dari tangga aku baru saja sampai dan di sana terdapat amira. Tapi saat ayah dan ibu tiriku datang amira langsung menuduhku.
Aku sangat kecewa pada amira, tapi yah sudahlah semua sudah terjadi. Aku tinggal di desa bersama dengan bibi rosa yang merupakan salah satu mantan pembantu di rumah ayahku dulu. Aku di rawat oleh mereka. Aku juga selalu diberi kasih sayang oleh mereka.
Beberapa tahun berlalu, aku bekerja sebagai seorang guru TK. Aku sangat menyukai pekerjaan ini karna aku sangat menyukai anak anak. Hingga suatu hari ayahku menyuruh anak buahnya untuk menjemputku di rumah bi rosa.
Aku berfikir ayahku mungkin sudah memaafkanku karna itu ia mengirim utusan untuk menjemputku. Aku pun pamit pada bibi rosa dan pulang ke kota untuk tinggal dengan ayahku lagi.
Tapi sayangnya apa yang aku pikirkan salah. Ayahku ternyata masih sangat membenciku, ia memintaku pulang karna ia ingin menjodohkan aku dengan anak seorang pengusaha terbesar di dunia. Aku bertanya kepadanya mengapa kau menjodohkan aku dengannya bukankah masi ada amira. Bukan ayahku yang membalasku tapi ibu tiriku. Dasar anak tidak tahu diri. Memang benar mereka orang terkaya didunia tapi aku tidak inggin anakku menikah dengan orang cacat. Aku yang mendengar perkataan ibu tiriku,aku begitu hancur tidak tahu harus berbuat apa. Kau harus menerima ini, demi perusahaan ayah. Jika kau tidak menikah dengannya maka perusahaan ayah taruhannya. Jadi jangan membantah lagi. Kata ayahku
Ibu tiriku dan Amira merasa sangat senang. Akupun hanya bisa menerima perjodohan ini. Kemudian para pelayan mengantarku ke kamarku yang dulu saat aku masih kecil. Kamar ini sangat bersih dan masih sama seperti yang dulu.
Aku hanya bisa menangis di kamar itu. Kaka ku arya menghampiriku di kamar. Semua orang sangat membenciku kecuali kaka ku Arya. Dia adalah kaka kandungku dengan ibu dan ayah yang sama. Apa kau baik baik saja Rara? Tanya kakaku akupun melihat kaka ku. Apa kau tidak membenciku? Tanyaku padanya. Arya yang melihat diriku langvsung memelukku. Kau adalah adikku, sesalah salahnya dirimu kau tetap adikku. Maafkan ku karna dulu aku tidak bisa berbuat apa apa untukmu. Katanya sambil memelukku dengan air matannya yang membasahi bahuku. Tidak ka. Ini semua salahku. Jangan meminta maaf padaku oke. Kataku menghapus air matanya. Iya pun tersenyum dan memelukku lagi. Aku tertidur di pelukannya.
Keesokkan harinya keluarga wirawarman mengantarkan mahar ke rumah kami dengan berbagai perhiasan, pakaian wanita, sepatu wanita, dan juga tas yang sangat mahal. Keluarga ku merasa sangat senang Amira dan ibu tiriku tidak hanya diam, mereka mengambil beberapa perhiasan ,baju dan juga tas untuk diri mereka. Sedangkan diriku hanya melirik barang barang itu dan kembali ke kamarku.
Hingga tibalah di hari pernikahan. Aku menggunakan gaun pernikahan yang sangat begitu mewah serta kepalaku di baluti oleh jilbab yang senada dengan gaun pernikahanku. Aku juga menggunakan mahkota dengan berlian ditengah mahkotaku. Aku sangat begitu cantik tapi sayangnya aku tidak bisa tersenyum walaupun hanya sedikit. Hingga pengantin pria datang. Aku begitu terkejut karna apa yang di katakan orang orang tentang calon suamiku benar bahwa ia cacat. Buktinya saja dia datang menggunakan kursi roda. Dia menggunakan jas yang senada dengan pakaian pengantiku. Dia juga sangat begitu tampan. Aku rasa tidak ada yang bisa menandingi ketampanannya.
Dia menghampiriku sambil di dorong oleh bawahannya. Aku juga menghampirinya, ia kemudian bertanya, Apakah kau Rara calon istri ku?. Yah a..aku Rara, jawabku terbata bata. Irfan pun tersenyum,yah calon suamiku adalah irfan wilawarman.,aku yang melihat senyumnya angat terpana akan ketampanannya, aku pun ikut tersenyum. Entah mengapa aku merasa sangat nyaman saat melihat senyumnya dan juga tanggannya yang menggenggam tanganku.
Acara pernikahan pun di mulai sampai dengan selesai. Setelah selesai acaranya ayahnya Irafan yang telah menjadi ayah mertuaku naik ka atas panggung dia ingin menyampaikan sesuatu kewartawan wartawan yang ada di situ. Ayah mertuaku mengatakan bahwa mulai hari semua harta milik ayah mertuaku di wariskan ke anak tertuanya yaitu Irfan. Aku begitu terkejut, begitupun semua orang karna mereka fikir semua harta akan di berikan ke anak ke-2 yaitu randi. Karna bagaimana mungkin anak yang cacat bisa mengurusi perusahaan yang sangat begitu besar.
Berbeda dengan Randi, dia begitu tenang. Karna dia adalah anak yang bebas dia tidak ingin mengurusi perusahaan yang sangat begitu besar itu. Dan untuk Amira dia sangat kmecewa karna usahanya untuk mendekati Randi sia sia saja. Karna yang akan mengurusi perusahaan terbesar itu adalah kakanya yang cacat itu.
Setelah itu ayah mertuaku menyerahkan maik pada Irfan. Irfanpun maju, tapi yang membuat semua lebih lagi karna Irfan bisa berjalan tanpa menggunakan kursi roda,yah dia bisa berdiri. Dan begutupun dengan Amira dia rasanya ingin pingsan saja. Karna seharusnya yang menikahi Irfan adalah Amita bukan Rara, tapi sayangnya semua sudah terjadi. Dan begitupun dengan ibu tiriku.
Irfan berkata, aku yakin kalian semua pasti sangat terkejut bukan?, yah aku melakukan hal ini,karna aku ingin wanita yang menikahiku mau menerimaku apa adanya tanpa memandang aku cacat ataupun aku kaya. Dan buktinya wanita yang ada di sampingku ini, ia mau menerimaku apa adanya, dia tahu kalau aku cacat, dan juga dia tahu kalau aku tidak akan bisa mengurusi perusahaan besar ini, tapi dia tetap mau menikahiku. Berbeda dengan putri ke 2 tuan brato, yang hanya memandang seseorang dari harta dan fisiknya. Semua orangpun langsung menatap Amira, yang membuatnya sangat begitu malu. Bisik bisik dari para tamu pun terdengar sangat besar, Amira yang mendengarkan bisikan semua orang langsung berlari pergi dari sana.
Dan yah satu lagi, sambung Irfan. Tuan Brato asistenku telah membayar semua hutang perusahaanmu ke bank jadi semua hutangmu telah lunas, dan juga aku telah mengisi rekening perusahaan klian sebesar 50 milyar jadi mulai hari ini sampai seterusnya putrimu Rara bukan lagi bagian dari kluarga mu, dan dia bukan lagi bagian dari keluarga jaya. Kata jaya
Mengapa seperti itu tuan Irfan?.tanya ayahku, sedangkan aku hanya bisa diam di tempat aku hanya bisa mencerna apa yang akn terjadi
Apa kau pikir aku tidak tahu, atas apa yang kau lakukan pada putrimu dari dia kecil sampai dengan dia menikah denganku.kata irfan yang membuat ayahku terdiam. Bisik bisik dari para tamu dan wartawanpun kembali terdengar.
Jadi dengar baik baik tuan Brato aku tidak ingin mengulangnya lagi. Mulai sekarang sampai dengan seterusnya Rara jaya bukan lagi putrimu dan juga bukan lagi bagian dari keluarga jaya. Karna mulai sekarang dia adalah istriku dan juga bagian dari keluarga wirawarman. Apa anda mengerti tuan Brato?kata Irfan
Ayahku langsung mematung mendengar perkataan dari Irfan, dia ingin menolak tapi apalah yang bisa dia lakukan. Apakah aku bisa bicara?tanya kakaku Arya. Aku awalnya senang karna aku bisa bebas dari keluarga brato, tapi setelah mendengar suara kakaku aku kembali bersedih.
Yah katakan. Kata Irfan. Aku tahu apa yang di lakukan keluargaku pada adikku maaf maksudku istrimu tuan Irfan, sama skli tidak bisa di maafkan. Tapi aku begitu sangat menyayanginya. Jadi ku mohon lindungilah dia, sayangi dia, dan bahagiakan dia. Karna hanya dia satu satunya yang paling kusayangi. Kata kakaku yang membuat ku menangis dan berlari memeluknya. Irfan yang melihat hal itu membiarkan aku memeluk kakaku. Karna dia telah menyelidiki semua masalah kehidupanku siapa yang menyayangiku dan yang membenciku.
Pergilah adikku, berbahagialah. Hiduplah dengan baik. Kata kakaku. Tapi ka...kataku terpotong. Kau tidak usah mengkhawatirkan diriku.katanya tersenyum dan membawaku kehadapan Irfan dan menggenggamkan tanganku ke tangan Irfan. Dan tersenyum ke arah Irfan. Irfanpun membalas senyumnya. Kau tidak usah khawatir aku akan menjaganya, dan membahagiakan dia. Karna dia sudah menjadi kewajibanku. Kata irfan.
Setelah mengatakan hal iyu aku dan kluarga baruku yaitu keluarga wilawarman pergi dari gedung pernikahan itu. Aku awalnya sangat sedih tapi setelah beberapa hari berlalu. Aku akhirnya bisa bahagia dengan suamiku, dia sangat menyayangiku begitupun dengan diriku. Keluarganya juga sangat menyayangiku.
Hubunganku juga sudah terputus dari keluarga jaya yaitu keluarga ayahku. Aku sudah tidak pernah berhubungan dengan mereka kecuali kakaku Arya. Aku hanya berbicara dengannya,tapi jika itu bersama dengan Irfan suamiku. Karna irfan adalah pria yang sangat begitu posesif. Yah begitulah
Tamat