Namaku Bayu usiaku sudah 33 tahun, aku rasa wajahku juga tidak jelek tapi aku masih lajang dan itu membuat ku merasa minder karena teman-teman seusiaku dikampung ini sudah memiliki pasangan dan mempunyai anak-anak yang lucu. Meskipun begitu aku berusaha tetap pasrah pada sang pencipta akan jalan takdirku ini.
Kata bapak ku pada saat usiaku 7 tahun aku pernah mengalami mati suri, sejak saat itulah aku sering sekali melihat dan mendengar mahluk-mahluk yang tak kasat mata. Pada awalnya aku sering merasa ketakutan apalagi sering sekali arwah atau hantu wanita datang padaku.
Tiada ku sangka hal itu pula yang menjadi penghalang jodoh untukku. Aku bukannya tidak ada yang menyukai, akan tetapi ada sesuatu yang menghalangi.
Awalnya aku tak percaya akan hal itu tapi seiring berjalan waktu, aku berusaha untuk memahaminya.
...
Malam itu di rumah keluarga Bayu.
"Bay besok kita ke hutan selatan ya, sekalian "mikat" burung. Kata Pak Dirman dia dapat banyak burung kemarin."
"Terserah bapa, aku ikut saja arahan bapa." Jawab Bayu
"Yasudah sekarang kita tidur dulu sudah malam juga."
Lalu mereka menuju kamar masing-masing untuk beristirahat. Bayu memejamkan matanya dan langsung terlelap..
"Mas Bayu besok aku tunggu di istana ku." Seorang wanita cantik menggunakan kebaya kuning menghampiri bayu sehingga ia terkejut. "Siapa kamu, bagaimana kamu bisa masuk kesini?"
Namun wanita itu hanya tersenyum kemudian melangkah pergi.
"Hei siapa kau..?!" Teriak Bayu terbangun dalam tidurnya "astaga ternyata hanya mimpi, sepertinya aku lupa berdoa tadi."
Kemudian ia berdoa dan melanjutkan tidurnya.
...
Keesokan paginya...
"Ayo cepat sarapannya dimakan nanti keburu siang, panas di perjalanan." Kata bapaknya Bayu.
"Iya pak, ini juga lagi dimakan." Saut Bayu sembari menguyah makanannya.
Setelah mereka selesai sarapan, mereka pun pergi ke hutan yang kemarin mereka obrolkan. Dalam perjalanan Bayu hanya diam memikirkan mimpi nya tadi malam, saat itu pula ia melihat bayangan seorang wanita mengikutinya sejak keluar dari pintu desa.
"Wanita itu selalu saja mengikutiku kemana pun aku pergi, seandainya saja kamu manusia sudah kuajak jalan bareng." Batin Bayu, saat itu pula bayangan itu menghilang dengan sendirinya.
Sesampainya ditempat tujuan mereka segera memasang beberapa perangkap memburu burung, setelah selesai mereka menunggu di bawah pohon yang rindang.
"Disini emang banyak burung ya pak, suaranya terdengar saut-sautan merdu sekali. Kira-kira kita dapat burung apa ya pak?"
"Iya tempatnya juga bersih dan rapih begini ya Bay, dan itu lihat deh sebelah sana ada pohon besar sekali dengan akar-akar menjulang terus dibawahnya mengalir air yang jernih sekali. Sangat asri. Cocok sekali untuk tempat istirahat ya?" Tutur bapak "tapi kamu jangan ketiduran ya Bay, Pak Dirman bilang begitu kemarin ke bapa."
"Loh kenapa pak? Ini saja mataku sudah lima watt, hehee." Kata Bayu
"Pokoknya jangan tidur disini Bay." Tegas bapa
"Iya iya... pak aku mau ke pohon itu ya mau lihat-lihat sepertinya segar juga cuci muka disana." Bayu melangkah menuju pohon paling besar di hutan itu "wah benar-benar jernih airnya, cuci muka dulu lah biar ga ngantuk." Bayu membasuh wajahnya di sungai itu.
"Sepertinya ada mata air di dalam pohon besar ini, ada air yang keluar dari sela-sela akar pohon tersebut."
Bayu memperhatikan sekitar pohon tersebut, kemudian ia duduk di sebuah akar yang menjulang keluar ia bersandar di batang pohon tersebut.
...
Kleneng-kleneng suara kereta kencana terdengar semakin mendekat, Bayu melirik heran mengapa ada kereta kencana di tempat ini? Dan ia semakin terkejut saat menyadari disekitarnya ada sebuah istana berdiri kokoh disana juga terdengar samar suara riuh gamelan dan yang lebih mengejutkan adalah siapa yang turun dari kereta kencana tersebut.
"Astaga bukankah itu adalah wanita yang kemarin?" Batin Bayu.
"Mas Bayu, aku datang untuk menjemputmu."
"Tapi kamu siapa? Kenapa aku ada disini?" Kata Bayu
"Namaku Dewi Kemuning, aku calon istrimu mas."
"Astaga ada apa lagi ini?"
"Kenapa terkejut, bukankah ini sudah waktunya kita menikah?"
"Tapi aku tidak mengenalmu. Bapak, bapak ku juga tadi ada bersamaku, kemana dia? Ya Tuhan ada apa ini?" Bayu terus saja bergumam.
"Cepatlah mas nanti kita terlambat, mas dengar kan suara gamelan itu... itu untuk merayakan pesta pernikahan kita." Kata Dewi kemuning.
"Tunggu ini tidak benar, sepertinya ada yang salah." Jawab Bayu mencoba berpikiran waras.
"Bukankah kau ingin seperti teman-temanmu menikah dan memiliki keturunan? Ayo cepatlah naik mas." Dewi kemuning terus saja mengajak bayu.
Bayu pun melangkah mengikuti Dewi kemuning.
Disisi lain...
"Bayu nak bangun ayo bangun astaga anak ini kenapa ga bangun-bangun. Tidak biasanya dia "ngebo" begini." Tiba-tiba bapa teringat ucapan Pak. Dirman ia segera menyiram wajah Bayu dengan air yang diambil dari mata air yang keluar dari akar-akar pohon tersebut.
Byurr "Nak ayo bangun nak. Bayu ayo kita pulang ini sudah sore. Astaga bagaimana ini?" Ditengah kepanikan nya tiba-tiba Bayu pun terbangun.
"Ya ampun bapak kenapa siram aku si? Jadi basah kan.." Bayu kagat dan kebingungan.
"Terimakasih gusti anak ku sudah bangun, ayo cepat kita pergi dari sini nanti keburu gelap." Bapak bayu segera menarik lengan bayu danbergegas pergi dari tempat itu.
"Semoga tidak ada yang mengikuti." Batin bapak
Sesampainya dirumah, bapaknya bayu bercerita bahwa Bayu tertidur sangat lama sepertinya sejak ia duduk disana dan juga susah sekali untuk dibangunkan. Bayu pun menceritakan apa yang dialami nya bahwa dia dilamar oleh Dewi, antara mimpi dan nyata seperti itulah yang ia rasakan pada saat ia akan menaiki kereta kencana ia merasa ada yang menarik mundur dirinya dan tiba-tiba ia terbangun dalam keadaan basah dan berada ditempat semula.
mikat (berburu)
ngebo (tidur susah dibangunkan)
_