Rindu, wanita mandiri yang baru saja terlepas dari keterpurukan setelah perceraiannya 6 bulan lalu. Dengan keyakinan dia mulai menata hidupnya lagi. Rindu mulai kembali pada hobinya saat SMA dulu, iapun memutuskan bekerja di sekolah musik, walaupun hanya sebagai asisten serabutan.
Rindu tidak akan mengigat masa kelamnya ketika semua mimpi pernah diambil darinya. Lelaki yang dulu pernah ia cintai mengingkari semua janjinya. Beruntung Rindu bisa lepas setelah 3 tahun tanpa kebahagian. Rindu kini adalah wanita kuat yang bertekat untuk meraih apa yang pernah hilang darinya dulu.
Setelah 2 bulan bekerja di sekolah musik itu, Rindu pertemu dengan teman SMA yang juga adalah sahabat baik waktu sekolah. Sosok lelaki itu begitu tampan sama seperti masa sekolah dulu. Hanya saja sekarang tubuhnya lebih tinggi, kekar dan lebih bersih. Sungguh makhluk ciptaan Tuhan yang sempurna di matanya. Rindu begitu mengagumi sosok itu sama seperti dulu saat pertama kali bertemu.
Lelaki itu menghampiri Rindu yang terdiam melihatnya dengan mata melotot dan mulut sedikit terbuka.
"Hai... Rindu, lama tidak bertemu, kamu apa kabar" lelaki itu berbisik di telinga Rindu yang membuatnya meremang.
"Ar...Ardian..." Rindu masih tidak percaya dengan apa yang terjadi saat ini. Lelaki itu tersenyum padanya. Senyuman yang manis yang dulu pernah membuatnya jatuh cinta.
Ardian menunggu Rindu hingga selesai bekerja dan mengajaknya makan malam. Akhirnya mereka berbincang-bincang mengenang masa lalu dan bercerita tentang kehidupan mereka masing-masing. Awalnya sedikit canggung namun karna sifat Ardian yang mudah mencairkan suasana Rindu merasa nyaman seperti waktu sekolah dulu. Ardian adalah CEO perusahaan besar di industri hiburan.
Setelah 1 Minggu pertemuan mereka, Ardian membuat rindu bekerja di perusahaanya. Rindu seakan terjebak dalam situasi yang sulit. Ardian mengungkit saat mereka berpisah dulu. Rindu pernah menyanyikan lagu untuk Ardian yang ternyata membuat lelaki itu sadar akan Cinta yang sebenarnya. Selama bertahun-tahun Ardian memikirkan Gadis yang tanpa sadar telah mengisi hatinya. Ia akan melakukan segala cara agar Wanita ini menjadi miliknya walaupun ia tahu sudah berstatus janda. Namun Rindu selalu saja menolak karna ia tidak mau terlibat dengan wanita-wanita yang mengelilingi pria itu.
Setelah kehilangan Rindu, Ardian menjadi seorang yang dingin seperti gunung es. Walaupun banyak sekali wanita di sekelilingnya, tidak satupun dapat menarik perhatian Ardian. Karena hati pria itu telah ia kunci untuk sahabatnya. Hubungan persahabatan yang dulu pernah ia bangun ternyata adalah Cinta sejati yang sebenarnya. Kepergian rindu merupakan pukulan berat bagi Ardian. Cinta itu terlambat ia sadari, 8 tahun dalam penantian ia selalu mengingat kenangan manis saat bersama Rindu. Teman tapi mesra.
"Ri... Kenapa kamu harus bersikeras akan keinginanmu, kamu tahu bagaimana aku sekarang, statusku"
"Memang kenapa dengan janda? Aku sayang sama kamu, aku Cinta, aku sanggup membahagiakan kamu. Dan aku yakin kamu juga masih sayang aku kan Rin? Hanya kamu yang aku butuhkan, itu sudah cukup bagiku. 8 tahun aku kehilangan kamu, sosok yang benar-benar bisa mengerti aku, yang dengan bodohnya aku tidak pernah sadar bahwa kamu sangatlah berharga. Aku kehilangan permata yang seharusnya aku simpan dan aku jaga baik-baik. Selama ini aku tersiksa Rin..."
"Tapi..."
"Ingat ini baik-baik Rindu. Aku tidak peduli masa lalumu, bagaimanapun kamu, dalam keadaan apapun kamu. Sayang dan Cintaku tidak pernah berubah. Bahkan sekarang semakin dalam menusuk hingga kejiwaku. Kamu satu-satunya wanita hingga sisa hidupku. Kamu adalah permaisuri, kamu adalah Belahan jiwaku"
Perkataan Ardian mampu meluluhkan hati seorang Rindu. Hati yang sangat ingin ia tutup rapat-rapat, namun karena ketulusan yang diberikan Ardian padanya, Rindu pun kalah. Rindu hanya takut akan kegagalan, deritanya dulu masih membekas hingga kini. Batinnyalah yang lebih banyak tersiksa, seperti belati yang telah menancap kuat di Hatinya. Dan sekarang secara perlahan ada orang yang ingin mencabutnya.
"Rindu... Percaya aku, kamu hanya perlu yakin akan perasaanku"
Ardian menggenggam tangan Rindu dan menariknya ke dalam pelukan hangat yang kokoh. Ada ketenangan yang Rindu rasakan, entah kenapa jiwanya seakan tenggelam dalam Kehangatan Kasih sayang Ardian. Tanpa sadar airmata nya mengalir begitu saja, membasahi pipinya hingga jatuh ke pakaian Pria yang memeluknya hangat.
"Rindu... I LOVE YOU... maaf aku terlambat menyadarinya"
"I LOVE YOU TO"
Ardian menyematkan ciuman penuh kasih di puncak kepala Rindu. Rasa bahagianya saat ini ingin segera ia ungkapkan. Wanita yang selama ini dirindukannya sekarang berada di pelukannya. Ada sedikit rasa penyesalan di hatinya. Kenapa dulu ia tidak menyadari perasaannya. Kenapa ia tidak lebih awal menemukan dengan wanita ini. Maka Rindu tidak perlu merasakan penderitaan. Ia pasti akan menjaga dan melindungi sekuat tenaga.
"Penderitaan seperti apa yang kamu alami Rindu, hingga sangat sulit untuk membuka hatimu untukku. Aku janji akan mencairkan hatimu, pelan-pelan akan membuatmu yakin bahwa cinta itu masih pantas untukmu. Kamu adalah segalanya bagiku. Rindu ku kamu adalah milikku" Batin Ardian.
Cinta adalah sesuatu yang sulit untuk ditebak. Sejauh apapun ia pergi, jika tujuannya adalah untuk kembali maka ia akan kembali dengan sendirinya. Cinta tidak memandang status hubungan. Yang cinta tahu hanya Inilah Aku, walau kamu menolak aku tetap ada. CINTA adalah racun namun CINTA bisa menjadi obat yang paling mujarab. Ketika kamu menderita karena Cinta, maka kamu hanya perlu yakin bahwa penyembuh akan datang pada waktunya tiba.
____ TAMAT ____
Makasih udah mampir karyaku yang biasa. Semoga Readers tersayang terhibur. Ini hanyalah karya dari seorang amatir dalam dunia pernovelan. Salam Cinta, see you....
😘🥰