" ๐๐ข๐ฅ๐ข๐ก๐ฅ๐๐ก , ๐๐ง๐ญ๐๐ซ๐ ๐๐ค๐ฎ ๐ฒ๐๐ง๐ ๐ฌ๐ฎ๐๐๐ก ๐ฅ๐๐ฆ๐ ๐๐๐ซ๐๐๐ ๐ก๐ข๐๐ฎ๐ฉ๐ฆ๐ฎ ๐๐ญ๐๐ฎ๐ค๐๐ก ๐๐ข๐ ๐ฒ๐๐ง๐ ๐๐๐ซ๐ฎ ? "
Kita saling mengenal sejak kita masih bayi , kita beranjak dewasa bersama , menghabiskan waktu bersama , semua suka dan duka kita tanggung bersama . Tapi bagaimanapun diantara hubungan kita masih ada dinding pembatas yang menghalangi ku untuk naik ke level hubungan yang lebih dekat denganmu .
Aku mengagumi dirimu , dari ujung rambut sampai ujung kaki mu . Aku dengan serakahnya ingin memiliki dirimu hanya untuk diriku sendiri . Walaupun aku yakin hal itu mustahil tapi aku masih ingin berusaha . Riyan , kenapa kamu tidak pernah menyadari kalau perasaan ku terhadap mu sudah melewati batas 'sahabat' ?
โขโขโข
"Aku ingin menyatakan perasaanku pada Riyan hari ini ! Titik ! Gak boleh ditunda lagi " Aku bertekad untuk menyatakan perasaanku hari ini , perasaan yang sudah lama ku-pendam .
Sudah sejak lama aku mempersiapkan hal ini dan sekarang! AKU SIAP ! .
Aku segera mengambil tas ku dan berangkat ke sekolah yang jaraknya tidak jauh dari rumahku .Dengan campur aduk antara perasaan senang , takut dan juga deg-degan .
Sebelum masuk ke kelas , ku perbaiki letak nickname di baju ku yang agak tergeser . Nickname itu bertuliskan Kaila Aninda , ya itulah namaku .
"Dimana Riyan ? Apakah dia belum tiba ? " gumam ku .sambil melihat sekeliling untuk mencari keberadaan Riyan .
Tidak lama kemudian Riyan masuk , segera ku sapa dia , "Pagi Riyan ! " .
"Riyan... hello . Apakah kamu mendengar ku ? " Aku melambai-lambaikan tanganku didepan wajah Riyan yang tampak sedang melamun . " oh , pagi juga " balas Riyan singkat .
"kamu kenapa , kok kelihatannya gk semangat gitu " aku mengikuti Riyan yang berjalan menuju bangkunya . "Sakit kah ? " ku pegang dahi Riyan dan membandingkan nya dengan dahi ku .
"Kaila , pernahkah kamu menyukai seseorang ? " tanya Riyan . Seketika wajahku memerah memikirkan orang yang ku sukai adalah dirinya . " Aku pernah menyukai seseorang dan sampai sekarang aku masih menyukai nya " jawabku .
"Sebenarnya saat ini aku sedang menyukai seseorang, aku ingin sekali menyatakan perasaanku padanya . Tapi aku terlalu takut dia akan menolak ku " Riyan menceritakan semua kerisauan dalam hatinya kepadaku . Membuatku menjadi bimbang , tidak tahu apakah yang Riyan sukai adalah aku ataukah orang lain .
"Siapa yang bisa membuat seorang Riyan yang sombong jatuh hati ? Aku jadi penasaran " aku begitu tidak sabar untuk mendengarkan namaku di sebut oleh Riyan , namun ...
"Aku menyukai Monica "
"CTARR ! " petir menyambar hatiku . Rasa sakit yang menusuk-nusuk begitu dalam menembus hatiku , nafasku terasa sesak , aku tidak tau lagi bagaimana caranya tersenyum dihadapan Riyan . Mulutku terasa berat untuk berbicara dan air mataku sudah hampir akan meledak .
"Kenapa diam saja ? Gak kenal Monica yah ? Dia anak kelas sebelah yang populer ,. Monica adalah gadis yang lemah lembut , manis dan banyak yang tertarik padanya . " Riyan tersenyum ketika menceritakan tentang Monica .
"eh , a...aku pergi ke toilet dulu "
Air mataku tak tertahan lagi , meluap begitu saja saat aku pergi . Andai aku selangkah lebih cepat , Riyan tidak mungkin akan jatuh cinta pada wanita playgirl itu .
Monica memang populer disekolah karena kekayaan dan kecantikannya . Dia sudah memiliki banyak pacar sedari dulu , sebagai anak kepala sekolah dia ditakuti banyak siswi di sekolah Bintang .
Aku harus mengingatkan Riyan bahwa wanita yang disukainya adalah seorang playgirl .
Hari hari berlalu ...
Riyan dan Monica juga semakin dekat , mulai muncul rumor tentang hubungan mereka . Beberapa hari ini aku terabaikan karena Riyan terus bersama Monica . Rasa perih yang ku tanggung semakin menekan diriku mendekati titik terendah dalam hidupku .
"Riyan , apakah kamu yakin ingin bersama Monica " tanya ku sekali lagi untuk memastikan .
"Ya , aku sangat mencintainya "
"Tidakkah kamu tau kalau dia itu seorang playgirl ? "
" Kaila ! kamu bahkan percaya pada rumor itu juga ? Aku tegaskan bahwa Monica tidak seperti yang dibicarakan ."
Aku tidak menyangka Riyan begitu cepat menaruh kepercayaan nya pada Monica .
" Riyan , apakah kamu percaya pada ku ? "
"Tentu saja , aku percaya padamu "
"Kalau begitu jauhilah Monica . Karena aku melihat dengan mataku sendiri kalau dia itu bukan wanita baik "
" Untuk hal itu ...Apakah kamu yakin tidak salah melihat ? " Riyan sedikit ragu.
" Kamu tidak percaya pada ku bukan ? Aku tidak tau apakah kamu akan percaya hal ini atau tidak , tapi aku tetap ingin memberitahumu"
"Katakanlah Kaila , asalkan jangan menyuruh ku untuk menjauhi Monica
" Aku Menyukai Mu . Lebih tepatnya aku mencintaimu "
"Tidak mungkin . Itu pasti hanya alasanmu untuk memisahkan aku dengan Monica "
Ternyata Riyan tidak memercayai perkataan ku . Aku sadar kalau aku telah terlambat benar benar terlambat .
"Riyan ... apakah kamu sangat tidak mempercayai ku ? Baiklah ini pertanyaan ku yang terakhir untuk mu. Siapakah yang kamu pilih ? Aku ataukah Monica ? Jika kamu memilih ku , maka aku berjanji akan selalu bersama mu tetapi jika kamu memilih Monica , aku... Aku akan pergi dan tidak menganggu hubungan kalian lagi . Pilihlah, aku menghormati keputusan mu "
"Aku ingin Monica menjadi pacarku , dan kamu sebagai sahabatku"
"Tidak kamu tidak bisa serakah . Pilihlah satu orang saja " Aku mulai gemetar dan berkeringat dingin menantikan jawaban dari Riyan . Kalau aku harus pergi ...aku rela ... ya ...aku rela .
"Aku .. aku memilih Monica "
Tanpa ku sadari , mataku sudah banjir , setetes demi setetes air mata mulai keluar sampai aku benar-benar menangis sejadi-jadinya.
"Riyaaan... Kembalilah padaku jika kamu sudah dibuang oleh Monica . Aku akan selalu menerimamu . Ingat Aku menyukaimu Sungguh " perlahan aku berbalik dan pergi . Pergi ke tempat dimana aku bisa meluapkan semua emosi ku dan air mata yang terkumpul .
โช~โช๐๐ฆ๐ณ๐ฑ๐ช๐ฉ๐ข๐ฏ ๐ฉ๐ข๐ต๐ช ๐ช๐ฏ๐ช '๐ฌ๐ถ ๐ฑ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฌ ๐ฆ๐ณ๐ข๐ต
๐๐ฌ๐ข๐ฏ '๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ข๐ธ๐ข ๐ด๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ช '๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ข๐ต๐ช
๐๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฎ ๐ณ๐ข๐ด๐ข ๐ช๐ฏ๐ช ๐ด๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช๐ข๐ฏ
'๐๐ถ ๐ต๐ข๐ฌ ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฑ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ต๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฑ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฎ๐ถโช~โช
Beberapa hari ini aku menghilang dari hadapan Riyan .Menghilang bagai ditelan bumi . Aku tak ingin mengetahui apapun lagi yang terjadi di dunia luar .
Disisi Lain ...
"Monica , kita telah bersama berhari-hari. Kapan kamu akan menerima ku ? " tanya Riyan
"Bukankah kamu mendekati ku hanya untuk kesenangan sesaat ? Jika kamu benar benar mencintai ku , maka korbankanlah dirimu . Apakah kamu berani ? " jawab Monica
"Apa yang harus ku korbankan ? "
"Tusuklah perut mu . Itu tidak akan menyebabkan kematian jika tidak menusuk di bagian vital . Kalau kamu berani, aku akan menjadi pacarmu "
"Baiklah "
"๐ต๐๐ก๐๐๐ ๐๐๐๐โ๐๐ฆ๐ ๐๐๐ " batin Monica berkata .
"Kamu berjanji kan ? Akan menjadi pacarku ? "
"Ya tentu saja Riyan "
Riyan akan menancapkan pisaunya ke perut nya dengan perasaan sedikit takut . Saat pisaunya akan menusuk ...
"JANGAAN ! AAAHH "
"Kai...Kaila ? "
Aku lagi lagi tidak bisa meninggalkan Riyan sendirian. Hari ini aku memutuskan untuk kembali mencari Riyan, namun Riyan tidak berada di rumahnya jadi aku berkeliling untuk mencarinya dan menemukan nya di suatu lorong sepi. Saat aku mengetahui kalau Riyan ingin mengorbankan dirinya , aku tidak bisa tinggal diam saja , melihat cintaku terluka .
"ke..kenapa kamu bodoh sekali ? kamu bisa mati jika tertusuk . Apakah kamu jadi bodoh setelah jatuh cinta ? " ucapku dengan suara lemah .
"Kaila , apakah kamu juga terbodoh kan oleh cinta ? Hei jangan tidur "
Aku bisa mendengar Riyan memanggil manggil namaku namun suara itu semakin lama semakin lemah dan kemudian menghilang .
Sekarang yang aku pikirkan hanya apakah aku sudah berada dijalan kematian ku ? Akankah aku meninggal ...
"Cepat pasien dalam kondisi kritis ! "
Siapakah yang berbicara itu , aku tidak dapat melihatnya . Bau disinfektan , ini dirumah sakit kah . Kenapa tubuh lemah sekali , jantung berdetak sangat cepat seperti akan meledak , nafas ku sesak .
1 jam kemudian...
"Maaf kami tidak dapat menyelamatkan pasien . Pasien hanya dapat bertahan 1 jam lagi . Kami sudah berusaha sebaik mungkin , namun itulah yang dapat kami . Mohon persiapkan batin , untuk keluarga korban."
---
"Kaila , kumohon jangan pergi "
"Riyan... Jangan menangis . Ini bukan salah mu , aku mengorbankan diriku untuk cinta . Untuk cintaku padamu . Aku telah menemanimu di seperempat hidup mu , setelah aku pergi carilah wanita baik yang dapat menemani mu di sisa hidupmu . Maaf karena aku terlambat menyatakan perasaanku. Andai aku lebih cepat , mungkin semua ini tidak akan terjadi ... Maaf "
Aku mengelus rambut Riyan dengan tanganku yang semakin melemah , melihat nya menangis aku juga ikut menangis . Setelah ini aku akan berpisah dengannya selamanya . Kita akan berbeda dunia kelak.
"Kaila , ini salahku. Aku menyesal , seharusnya aku mendengarkan mu , seharusnya aku percaya padamu . Jadi ku mohon kuatlah , kita memulai nya dari awal ya? "
"Tidak , aku tidak bisa lebih lama lagi . Aku akan menunggumu bereinkarnasi di kehidupan selanjutnya . Aku berjanji akan menjadi pendamping hidup mu di kehidupan selanjutnya. Ingat lah aku akan selalu berada di hatimu , kapan pun kamu membutuhkan ku . Bisakah aku mendengar kan sesuatu darimu sebelum aku pergi ? Aku ingin mendengar kamu menyatakan perasaan padaku. Bisakah? "
"Ya... Kaila , aku mencintaimu maukah kamu menjadi pacarku ? "
"Aku..aku mau . Aku mau menjadi pacarmu , a...aku ...me..ci...cin...ta..i.mu sela...... "Kaila belum sempat mengatakan kalimat hingga selesai ...
"TIT..TIT......TIIIITTTT. " monitor detak jantung yang ada disamping ranjang Kaila berbunyi , bunyi yang menandakan detak jantung pasien sudah tidak ada .
"Tidaaaakkk ! Kai...Kaila jangan tinggalkan aku . huhuhu KAILAAAA! "
Jiwaku bisa merasakan Riyan memelukku dengan erat . Namun aku tidak bisa lagi membalas pelukan itu . Roh dan badanku sudah terpisah .
Percayalah Riyan aku selalu bersamamu tidak peduli dimana pun kamu berada . Kamulah cintaku satu satunya .
I Love You ... Saranghaeyo Riyan
Demikian cerita dari author hari ini . Jujur saja ini pertama kalinya author membuat cerita sad ending . Biasanya author lebih suka ending yang fly ... seperti yang awalnya akan sad ending tiba tiba menjadi happy ending .
เฒฅโฟเฒฅ, author gak tau apakah ini cukup sad atau tidak . So jangan lupa kasih pendapat nya Ya !