"Paimin, kamu kok gak percaya sich sama aku. Aku harus kasih bukti apalagi. Aku cinta sama kamu." teriak lantang Juminten yang menyatakan cintanya di pinggir empang.
Paimin si perjaka tua tak menjawab. Karena otaknya yang memang lemot dan tak pandai mengekspresikan diri, Paimin lalu menatap datar Juminten sambil berkata:
"Nyemplung," Paimin nunjuk asik kolam empang yang airnya berwarna hijau lumut.
Dan diluar dugaan, sangking cinta dan sayang nya Juminten pada Paimin, tanpa pikir panjang, Juminten si perawan tua langsung main lompat dengan penuh keyakinan.
Byur~
Juminten kelelep.
Tamat-
TBC....