Di sudut ruang kelas 11b, dia berjanji sembari menggenggam tangan ku, erat.
"Sayang, percaya sama ku ya. Aku cuma sayang nya sama kamu. Gak sama yang lain. Jangan percaya gosip yang beredar," Vitto menatap tulus pada Vitta.
Vitta tak menjawab. Hanya tatapannya yang awalnya ragu berubah luluh.
"Sayang, kamu gak percaya sama ku?" Vitto memastikan.
Cukup lama Vitta terlihat berpikir, lalu kemudian Vitta tersenyum.
"Percaya, aku percaya sama mu kok. Tapi dengan syarat, boneka santetnya buat aku,"
"Hah! Kok gitu, sayang. Ini..., anu, em.... Sa-- sayang boleh minta yang lain dech, tapi boneka santetnya, jangan ya."
"Hih! Vitto koo gitu. Tadi katanya itu cuma gosip. Tapi ternyata apa, Vitto beneran lebih sayang boneka santet ini ketimbang Vitta kan. Kita putus."
Vitto: "Sayang~"
Vitta: [Pergi membawa luka]
TBC....