"Huh... Akhirnya beres juga nih tempat tidur."
"LULA!!!!! NTAR MALEM TOLONGIN EMAK BELI CABE SAMA BAWANG DI PASAR MALEM YA!!!" teriak dari luar kamar.
Lula keluar kamarnya untuk menemui Emaknya itu.
"Haduh emak. Bisa gak sih gak usah teriak. Lula juga gak budek budek amat."
"Hehehe.... Ya kan sapa tau. Nih duitnya."
"Kan waktu itu baru aja kita dari pasar beli bumbu dapur. Masa udah abis aja sih?"
"Ya kan kalo di pasar malem lebih murah."
"Terus kemarin kenapa beli kalo mahal?"
"Udah mepet. Udah gak usah banyak tanya. Beresin kamar kamu. Anak gadis baru bangun jam segini. Malu Lula, gimana mau dapet cowok kalo modelannya gini."
"Dah ah males, emak pake ungkit itu segala."
Selesai bicara pada emaknya, Lula kembali ke kamar. Berniat mengambil handuk untuk mandi.
"Ya astaga.... Alan!!!"
"Apasih kak, teriak teriak segala." Alan datang dengan bersungut sungut.
"Kakak baru saja beresin nih kamar. Masa udah kamu berantakin lagi sih?!"
"Yeeee... Kalo ngomong suka ngasal nuduh aja. Inget udah dicatat lho sama malaikat gara gara zuudzon di tambah lagi fitnah. Ini sih kalo di bawa ke meja hijau bisa dibilang pencemaran nama baik."
"Aelah bocah kayak tau tau aja lu. Ngaku aja deh. Kalo bukan lo ya siapa lagi."
"Mana Alan tau. Udah ah males debat sama orang gila."
"Wey!! Kurang ajar lo bocah."
Roceh Lula yang kemudian kembali membereskan tempat tidur yang berantakan itu.
Namun tak berapa lama......
Zrrakhh....
Tempat tidur itu kembali berantakan.
"Ini nih gak bisa dibiarin lagi!!!" Geram nya
"Huh...Huh...Huh... OTENNNNNNNNN!!!!!! Jadi sedari tadi yang buat tempat tidur gw berantakan elo!! Dasar setan gak tau diri lo. Udah gw kasih akses keluar masuk nih kamar malah lo berantakin."
Terlihat tempat tidur itu membentuk diri seseorang. Bagian bagiannya menonjol ke dalam, membentuk seseorang yang sedang baring di sana.
"Bisa bisanya. Minggir gak lo Oten!!!"
Sebenarnya Lula juga terkejut dengan hal itu, pasalnya biasanya ia tak bisa melihat dimana Oten berada selain dengan barang yang ia gerakkan sendiri. Dan dimana pun ia berada tak menunjukkan perubahan.
Lula yang biasanya hanya bisa mencium aroma oten dan memintanya menggerakkan sesuatu jika berada di kamar. Namun kali ini tidak. Ia bisa tau Oten dimana walaupun ia masih tetap tak bisa melihat wujud asli Oten. Namun ia juga sangat bersyukur karena tak bisa melihat wujud Oten. Sebab Lula juga termasuk orang yang penakut akan hal itu.
"Ten!!! Lo... Lo..."
"Hih... berisik banget sih Lula. Gw lagi pengen tidur juga. Hi...hi..hi...." Ucap nya yang seketika membuat Lula terjatuh lunglai.
"Haaah.... Kok bisa?" Ucapnya yang hampir menangis. Kemarin juga ia tak bisa mendengar suara makhluk itu namun kali ini ia bisa mendengarnya.
Ia terduduk di depan lemari pakaian dengan wajah pucat pasih bahkan keringatnya sudah sebesar biji jagung menghiasi dahi sampai lehernya. Kaki dan tangannya sudah gemetar hebat. Ia ingin sekali memanggil orang orang yang ada di rumah namun mulutnya tiba tiba kelu tak bisa berucap.
Mungkin memang salahnya jika selama ini membiarkan mahkluk itu di kamarnya. Lula yang tak tau akan terjadi hal seperti benar benar mengutuk dirinya sendiri. Ia tak pernah berfikir akan sampai seperti, walaupun dengan keadaan oten yang kadang hadir di kamarnya. Menurutnya selama ia tak melihat, tak mendengar ia akan baik baik saja. Yah, walaupun kadang tingkah jail Oten yang membuatnya sedikit terusik.
.
.
.
.
.
• Terima kasih yang udah mau baca 🙏🙏🙏
• Jangan lupa like ❤
• Dan komen juga 💬
🌼HAPPY READING🌼
●Cerpen Lula and The geng👩👻👻👻👻●