Hay namaku Amira azahra,aku saat ini berusia 18 tahun aku baru saja lulus dari bangku SMA dan akan mendaftar di fakultas XXX. Aku akan mengambil jurusan kebidanan. Aku dari dulu bercita cita menjadi seorang bidan. Aku adalah putri tertua dari tuan brato dan nyonya ayumi. Aku memiliki seorang adik perempuan bernama sasya. Dia adalah anak dari nyonya kumala dengan ayahku. Yah ayahku memiliki 2 orang istri yaitu ibuku dan nyonya kumala. Aku sama skli tidak di sukai oleh ayahku karna aku adalah gadis bodoh dan aku selalu di tuduh oleh sasya dan nyonya kumala kalau aku selalu berbuat kasar pada sasya karna aku iri dengannya. Padahal aku sama skli tidak pernah iri dengan mereka.
Aku dan ibuku selalu di siksa oleh kedua wanita jahat itu. Walauoun itu hanya karna masalah kecil tapi mereka selalu menyiksa kami. Aku dan ibuku pernah mengadu pada ayahku tapi hasilnya nihil. Ayahku malah memilih mereka dan menghukum kami karna mengatakan hal yang tidak tidak. Dari situ aku dan ibuku tidak pernah mengadu lagi.
Suatu hari karna masalah ibuku yang tidak sengaja menumpahkan teh panas ke tangan sasya membuat ayahku dan nyonya kumala merasa sangat marah dan memukul ibuku,aku pun ingin membela ibuku tapi hal itu malah membuat akupun ikut di pukul oleh ayahku. Ayahku juga mengatai kami dengan sangat kasar. Aku bahkan pada saat itu berkata pada ibu untuk segera menceraikan ayahku,tapi ibuku menolak ia mengatakan bahwa ia tidak ingin aku hidup tanpa seorang ayah. Nyonya kumala yang mendengar hal itu berkata kepada kami,jika akan lebih baik bahwa kami pergi dari rumah ini dan menjauh karna kami sama skli tidak menginginkan orang orang yang tidak berguna seperti kalian. Dan ayahku juga menambahkan bahwa ia sudah muak dengan ibuku, yang sangat memuakkan dan juga diriku gadis yang bodoh.
Aku yang mendengar perkataan mereka merasa sangat marah dan membantu ibuku berdiri, aku berkata pada ibu, bahwa kita pergi saja. Lebih baik aku tidak mempunyai seorang ayah dari pada harus memiliki ayah seperti dirinya. Kataku yang membuat ayahku ingin menamparku lagi tapi aku langsung menahan tangannya dan berkata. Anda tidak berhak untuk menamparku lagi tuan Brato, karna mulai hari sampai dengan seterusnya aku dan ibuku bukan lagi bagian dari keluarga ini. Kataku dengan sangat lantang. Nyonya kumala dan sasya merasa sangat senang dengan apa yang terjadi. Dan ayahku aku tidak tahu apa yang dia pikirkan dia hanya mengatakan baiklah mulai hari ini sampai seterusnya kalian bukan lagi bagian dari keluarga ini. Dan aku akan secepatnya membuat surat perceraian kita Ayumi kata tuan Brato
Ibuku yang mendengar perkataan ayahku merasa sangat sedih tapi dia tetap kuat demi kebahagiaan diriku. Dan pada malam hari itu pun kami pergi dari rumah bagaikan neraka itu dan memulai hidup yang baru lagi.
Beberapa bulan kemudian aku memulai kuliahku di Akademi Kebidanan dan ibuku mencari uang dengan membuat rumah makan kecil di rumahku. Rumah makan itu pun yang menjadi penghasil uang kami dan juga untukku kuliah. Sasya dan nyonya kumala juga sempat datang ke rumah makan kami dengan tujuan mengejek kami dan menghina kami dengan kata-kata yang tidak baik. Tapi untungnya ada beberapa orang pembeli di sana yang membela kami sehingga kami mampu mengusir kedua rubah itu dari rumah makan kami.
Setelah beberapa tahun lamanya rumah makan kami berubah menjadi sebuah restoran ternama di kota xxx, bahkan restoran kami juga memiliki beberapa cabang di daerah daerah lain. Dan saat itupun aku telah menjadi seorang dokter kandungan, yah awalnya aku hanya mengambil provesi bidan dan kemudian aku juga kuliah kembali dengan mengambil profesi sebagai dokter kandungan. Selain itu aku juga membangun beberapa apotek di beberapa daerah, aku dan ibuku juga sering mendatangi panti asuhan untuk memberikan sumbangan pada anak-anak panti.
Hingga suatu hari ayahku datang mengunjungi diriku dan juga ibuku, dia meminta kami untuk kembali padanya, begitu pun dengan nyonya kumala dan sasya mereka berpura pura meminta maaf pada kami. Tapi kami tahu tujuan mereka meminta maaf dan meminta kami kembali dengan mereka hanya untuk mengambil uang kami dan ingin memperbaiki perusahaan mereka yang mulai bangkrut. Jadi aku dan ibuku menolak untuk kembali dengan mereka,yng membuat mereka marah dan ingin memukul kami, tapi sayangnya mereka tidak bisa berbuat apa apa karna dirumah kami telah tersedia bodigard sehingga mereka bisa kami usir.
Setelah beberapa bulan kemudian aku dan ibuku mendengar kabar bahwa perusahaan ayahku bangkrut dan ayahku masuk penjara karna kasus hutang ayahku pada bank yang sangat banyak. Begitu pun dengan karir sasya yang merupakan seorang model hancur karna dirinya yang telah hamil deluar nikah dengan seorang pria club. Aku juga mendengar kabar bahwa nyonya kumala menjadi gila karna kebangkrutan perusahaan ayahku.
Aku dan ibuku yang mendengar kabar mengenai keadaan mereka merasa sangat prihatin. Walaupun mereka sangat buruk pada kami di masa lalu, tapi kami juga tetap pernah menjadi bagian dari keluarga mereka. Aku dan ibukupun mulai melanjutkan hidup kami. Hingga aku menikah dengan seorang polisi yang tampan dan baik hati bernama Adit, dia juga sangat menyayangi ibuku . Begitu pun dengan keluarga mas Adit yang menerima diriku dengan lapang dada. Kedua keluarga kami pun hidup dengan sangat akur.
TAMAT