I'M FINE aku baik-baik saja mudah ringan diucapkan oleh mulut namun perih dan berat jauh di lubuk hati paling dalam.
Bukan karena tak ingin melawan ketika dihina, direndahkan, diasingkan, selalu berada dibelakang dan diterakhirkan oleh orang-orang.
Sedikit pengalaman disaat SMA saat itu seorang guru memberikan tugas untuk membuat dokumentasi drama, aku terpilih sebagai umi orang tua dari dua orang murid waktu itu.
latihan drama tentu tidak bisa dilakukan hanya disekolah saja, melainkan juga perlu latihan tambahan diluar sekolah pilihannya dirumah.
Ya akupun mendapatkan tugas drama disekolahan untuk melatih agar semakn baik di dalam pengambilan nilai nanti.
Tapi saya karena aku yang tidak goodlooking aku hanya menjadi bahan cemoohan dan olok-olokan didalam latihan drama ini.
Kembali aku merasa sangat diasingkan oleh teman-teman ku saat itu, ada yang ingin membantu ku saat dihina diasingkan dari mereka yang cantik modis dan kaya.
Tapi dia tidak mampu menolong ku karena ketua geng yang cantik menolak ku, karena jelek pakaiannya tidak masuk kedalam standar geng mereka.
Aku hanya bisa terdiam dan duduk diluar ruangan menunggu mereka, aku merasa kehidupan ku sudah seperti artis yang sedang berperan dalam sebuah film sinetron.
Dan ternyata itu sangat Menyakitkan karena dilakukan oleh diri sendiri dalam kehidupan nyata dan rasa sakitnya pun sangat nyata.
Sudah lah kita telah dewasa mari bersikap i'm fine
meski itu sulit untuk dilakukan tapi itulah yang harus dilakukan saat ini sabar.
Didalam kau sedih itu Menyakitkan, tapi aku harus tetap bersikap tersenyum dan baik-baik saja.