Seberkas cahaya masuk melalui celah gorden, mengusik tidur nyenyak seseorang di dalam ruangan ini. Tak berselang lama sampai Hoseok mencoba membuka mata menyesuaikan cahaya. Sebenarnya masih ingin terlarut dalam tidur lelapnya, tapi ketika meraba di sisi ranjang. Ia tak menemukan presensi istrinya. Hoseok lantas bangkit mencoba mengais kesadarannya dengan mengusap matanya. Meregangkan tubuhnya sebentar. Lalu pandangannya jatuh pada sebuah box bayi tak jauh dari ranjangnya. Box bayi tersebut berwarna peach dan putih. Sangat pas untuk putri kecil nya.
Lalu beranjak mendekati box bayi tersebut, Hoseok tersenyum begitu melihat malaikat kecilnya tengah terlelap tenang. Napasnya teratur. Hoseok menciumnya berkali-kali membuat putrinya menggeliat terganggu. Tapi tak lama kemudian kembali tidur.
Menoleh lagi pada ranjang, Hoseok sedikit penasaran kemana istrinya berada pagi-pagi begini. Jadi ia kemudian keluar dari kamarnya mencari sang istri.
Tak susah menemukan sang istri sebab perempuan itu kini tengah berdiri anggun di tempat kekuasaannya. Di dapur, perempuan itu tengah berkutat pada penggorengan lengkap dengan apron kesayangannya. Apron tersebut adalah hadiah dari Hoseok. Ia memberikannya sebab sang istri suka sekali memasak. Hoseok masih ingat wajah senang sang istri ketika menerimanya. Di depan apron itu tertulis nama sang istri. Dirajut sendiri oleh Hoseok dari kerja keras selama seminggu belajar merajut melalui video di internet. Walaupun tak terlalu rapi, tapi istrinya sangat menyukai karya Hoseok.
"Jenna, kau memasak apa hari ini?" Tanya Hoseok tepat ketika ia menuruni satu tangga terakhir. Berjalan menuju meja makan lalu duduk memandangi sang istri dari belakang. Jenna menoleh sekilas lalu tersenyum, tak berniat menjawab. Kemudian kembali pada aktivitasnya.
Hoseok menatap punggung wanita dengan gaun merah muda. Anggun, gadis desa yang tumbuh dengan tata Krama. Kebetulan sekali membuat Hoseok jatuh cinta hingga sampai menikah. Kehidupan mereka berjalan lancar sesuai harapan. Hingga dari cinta mereka lahirnya putri kecil mereka, Kyara.
Tak lama Hoseok mengagumi istri, sebab tangisan Kyara terdengar. Mungkin sudah terbangun. Jenna juga spontan menoleh. menatap suaminya sebentar. "Hoseok, bisa kau ambil Kyara? Aku belum selesai memasak." Pinta Jenna dengan suara lembut, mendayu. Hoseok mengangguk.
"Tentu saja, tunggu sebentar." Hoseok bangkit, menuju kembali ke lantai atas tepat dimana Kyara berbaring. Ia melangkah perlahan-lahan. Hingga terhenti, lantas menoleh pada sebuah dinding dimana terpasang sebuah figuran foto besar keluarga kecil mereka. Hoseok selalu berdesir ketika melihat foto ini.
Hoseok berhenti sejenak, membelai kaca figuran tersebut. Foto tersebut berisi Hoseok, Jenna dan Kyara pada gendongan Hoseok. Semuanya tersenyum lebar sesuai tema, Happy Family. Tak sadar Hoseok meneteskan air mata, terkekeh kecil. Tak menyangka sudah sejauh ini.
Dan selama ini Hoseok masih belum bisa percaya Jika Jenna dan Kyara adalah korban meninggal dari kecelakaan taksi satu tahun yang lalu.