◉ Judul: The Girl On Fire
◉Genre: Crime, Action, Misteri
.
.
.
.
Firely adalah seorang detektif muda yang bekerja di salah satu lembaga intelijen terbaik di Negaranya. Sejak kecil, ia sangat ingin menjadi detektif. Karena menurutnya, menjadi seorang detektif bisa membuatnya memecahkan masalah-masalah yang tidak dapat ditangani oleh orang-orang biasa.
Kali ini, Ia dihadapkan dengan kasus pembunuhan seorang lelaki paruh baya di dekat sungai Z. Dia bersama keempat rekan lainnya dibentuk menjadi satu tim, dengan kapten tim nya adalah Hanzo. Hanzo merupakan senior Firely yang sangat lihai dalam menangani kasus-kasus kejahatan. Meski begitu, pada 10 tahun lalu, Ia sempat gagal dalam menangani kasus kematian seorang pengacara dengan putri semata wayangnya yang dibunuh dan dibakar hidup-hidup di dalam sebuah apartemen. Sampai saat ini, tersangka kasus pembunuhan pengacara dan putrinya masih belum ditemukan. Hingga berujung......kasus tersebut ditutup.
.
.
.
-Sebelumnya mohon maaf apabila ada kekurangan dalam segi penulisan maupun penyusunan kata dalam cerita ini. Saya yakin para pembaca yang terhormat, memakluminya. Oleh karena itu, jangan lupa like and Coment serta share karya ini, bila kamu menyukainya! ♡‿♡
Selamat membaca!!!.
.
.
.
.
.
.
Hari ini adalah pengalaman pertama Firely turun langsung ke TKP. Ia sangat bersemangat. Berharap bahwa ia akan menemukan pelaku kasus pembunuhan tersebut.
Korban bernama Tobi Wardana. Ia bekerja sebagai seorang Koki. Saat ditemukan, sebagian tubuhnya telah hangus terbakar.
Penyelidikan pun dimulai!
Mereka tidak menemukan bukti apa-apa. Hanzo merasa bahwa tersangka kasus pembunuhan ini, sangat berhati-hati dan teliti.
Seminggu kemudian...
"Senior!!" Teriak Firely yang berlari ke arah Hanzo dalam keadaan setengah ngos-ngosan.
"Firely...kenapa??. Kau bisa tidak usah berlarian seperti itu??. Kau itu perempuan. Jaga sikap mu!" Sahut Hanzo.
"Ehehe. Maaf senior. Aku terlalu bersemangat". Jawab Firely. "Jadi begini senior... kemarin malam, Aku kembali memeriksa TKP dan menemukan ini di dekat sungai Z. Aku rasa ini ada kaitannya dengan kasus pembunuhan Pak Tobi." Lanjut Firely yang menyerahkan sebuah plastik kecil berwarna bening terhadap Hanzo.
"Ini...Ini... anting-anting ini...". Sambung Hanzo yang setengah kebingungan.
"Itu pasti milik tersangka!.". Sahut Manto, salah seorang dari rekan tim Firely.
"Ini anting-anting yang umumnya dipakai oleh Pria" Ujar Egi, rekan setimnya yang lain.
"Jadi bisa disimpulkan bahwa pelaku nya adalah seorang Pria" Lanjut Hanzo.
Penyelidikan pun terus berlanjut hingga berhari-hari. Namun mereka sama sekali tidak menemukan bukti keberadaan pria yang diduga sebagai tersangka. Firely pun terlihat sangat berusaha. Hanzo sangat mengapresiasi kegigihan nya dalam bekerja. Hingga pada suatu hari...
"Dimana Firely? Kenapa dia masih belum datang?". Tanya Hanzo.
"Mungkin dia akan tiba sebentar lagi. Tapi aneh... dia biasanya tidak seperti ini". Jawab Manto.
Tilulit! Tilulit! Suara Handphone Hanzo tiba-tiba berdering. 'Firely!!' Ujarnya dalam hati.
"Halo Firely? Kau dimana?" Tanya Hanzo.
"Senior tolong aku... tolong aku senior!! akhh tidak! tolong jangan bunuh aku! Aku berjanji tidak akan menjebloskan mu ke penjara! Tidak!!!". Teriak Firely yang merintih kesakitan. 'Tut Tut'...
Hanzo dan rekan setimnya langsung panik. "Cepat lacak keberadaan Firely, Sekarang!!!" Tegas Hanzo.
Setelah beberapa menit kemudian, akhirnya lokasi Firely berada, ditemukan. Ia berada di salah satu gudang kosong di sekitar sungai Z. Hanzo yang sudah sangat panik daritadi, langsung bergegas keluar dan pergi untuk menyelamatkan Firely, yang sudah Ia anggap seperti anak sendiri.
.
.
.
Sesampainya di gudang..
'Ini pasti tempatnya!' Gumam Hanzo dalam hati. Tanpa berpikir panjang, Ia langsung memasuki gudang tersebut. "Firely!! Firely!!" Teriaknya. Namun tidak ada jawaban. Tiba-tiba seseorang muncul dari balik pintu. Pakaiannya berwarna hitam, dan mempunyai senjata. Tatapan matanya tajam. Aura membunuh sudah menyelimuti dirinya. Dan Ia adalah seorang gadis berumur 20 tahun. Angin yang menyapa mereka berdua, membuat rambut gadis itu seperti melayang-layang. Sudah pasti Hanzo sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya. Karena gadis itu adalah Firely.
"Good Evening...Hanzo Wibowo.". Sapa Firely dengan sangat dingin.
"Fi..Firely...Kau tidak sedang bercanda kan?". Tanya Hanzo dengan tubuh yang gemetar. Firely langsung mengarahkan pistol kearah Hanzo.
'Dorr. Dorr!' Bunyi suara tembakan yang mengarah pada perut Hanzo. Hanzo terjatuh dan merintih kesakitan.
"Kau!!!". Teriaknya penuh amarah.
"Apa kau masih ingat tentang kejadian 10 tahun lalu di apartemen X?. Hemm.. Biar aku jelaskan. Saat itu terjadi kebakaran yang sangat dahsyat, hingga menewaskan seorang Pria yang saat itu bersama putri kecilnya. Alhasil gadis kecil yang dikira sudah mati itu ternyata masih hidup. Tobi Wardana yang merupakan dalang dibalik kebakaran tersebut menyelamatkannya. Gadis itu lalu dibawa ke panti asuhan dan dibesarkan di sana. Bahkan identitas dirinya telah dirubah. Setelah Ia cukup pintar, entah kenapa niatnya untuk balas dendam sangat besar. Ia terus mencari dan mencari. Akhirnya dia tau kenapa Ayahnya dibunuh. Cihh...Ternyata gara-gara uang toh.". Tutur Firely yang membuat Hanzo menganga ketakutan. "Kau!! Laki-laki tua!! Kau adalah otak dari kematian orang yang paling berharga bagiku. Kau membunuhnya demi menutupi tentang kebenaran bahwa anakmu telah membunuh isterinya sendiri hanya karena uang!!!!!!. Kau membayar Tobi untuk membunuh kami. Namun Tobi bodoh! Ia malah menyelamatkanku, dan Aku malah membunuhnya. Hahaha. Dunia benar-benar sangat kejam. Tapi kini aku sangat bahagia, karena akan membunuhmu. Inilah alasan kenapa aku ingin sekali menjadi seorang detektif. Aku ingin berjumpa dengan dirimu, Hanzo bajingan!!!!.". Lanjut Firely. Hanzo dengan wajah yang sudah memerah, tidak bisa berkata apa-apa. Ia langsung mengambil senjata dari balik bajunya. 'Dorr... Dorr...Dorr!'. Mereka saling mengarahkan tembakan terhadap satu sama lain. Firely tertembak di arah leher dan kaki. Darah bercucuran kemana-mana. Hingga ketika Hanzo kehabisan peluru dan tenaga, Firely langsung berlari ke arahnya dan melayangkan 3 pukulan tepat di wajahnya. Hanzo sudah tidak berdaya.
Firely dengan cepat mengambil bensin dari dalam ruangan kosong di gudang, dan menumpahkannya pada tubuh Hanzo. Ia menyadari bahwa sebentar lagi, Polisi akan datang.
"Aku tidak memiliki siapa-siapa sekarang. Aku tidak memiliki orang yang kucintai. Jadi, kau harus menemaniku untuk menemui Ayahku.". Tutur Firely dengan mata yang berkaca-kaca.
'Krek!' 'Whusssshhh!'
.
.
.
.
.
.
Wiu...Wiu...
Kebakaran! Kebakaran!
TAMAT
*****