Disuatu hari, hiduplah seorang pemuda yang bernama Jimi Tarou. Dia adalah pria lesu yang hari-harinya sangat membosankan. Suatu hari, dia mendapat pekerjaan menjadi guru di sebuah SMA internasional. Dia kedapatan mengajar kelas 10 A yang dikenal bahwa mereka telah membuat guru manapun itu keluar dan menyerah.
Dia datang ke sekolah itu dan masuk ke dalam ruang guru, dimana dia menemui semua guru yang mengajar di situ. Semua guru mengucapkan duka cita karena dia akan mengajar kelas yang dikenal sebagai monster pengusir guru. Bahkan beberapa guru berkata, "Semoga beruntung." Atau bahkan, "Sungguh pekerjaan yang berat ya?" Tetapi Jimi hanya berkata, "Saya Jimi Tarou, Saya disini untuk menjadi guru." Sontak membuat seluruh guru terdiam dengan kata-katanya. Dingin dan lesu bagaikan tanpa jiwa. Kacamatanya yang bulat dengan kantung mata yang menambah kesan lesu itu.
Yang kemudian dalam keheningan, Jimi Tarou keluar dari ruang guru itu dan berjalan ke kelas untuk mengajar. Tentu saja kelasnya sangat ramai. Bahkan Jimi dapat mendengar banyak suara dari dalam. Terdengar salah satu dari mereka berkata, "Hei, katanya kita kedapatan guru baru." Lalu dilanjutkan dengan "Mari usir dia." Kata itu tak membuat sifat dingin Jimi berubah, dia malah masuk tanpa berpikir panjang setelah bel masuk. *Kring!!! Dan seluruh siswa masih saja berbicara tanpa menghiraukan Jimi.
Beberapa siswa terdiam melihat seseorang masuk tanpa mengucapkan sebuah salam bahkantidak mengetuk pintunya. Seluruh siswa memandangi orang lesu itu dan kemudian melanjutkan obrolan mereka tanpa menghiraukannya. Tetapi Jimi Berkata, "Smeuanya, tenanglah." dengan nada sedikit lesu.
Seluruh siswa kembali tenang, memandangi guru lesu itu. Lalu seolah melanjutkan kata-katanya, dia berkata "Saya Jimi Tarou, Mulai sekarang saya adalah Guru kalian." Dan kemudian ada siswa yang berkata, "Hah!? Dia seorang guru!? Bukankah dia terlalu muda?"
Lalu seolah menanggapi itu, dia berkata "Aku tidak peduli dengan ocehanmu, aku adalah guru dan kamu adalah murid, selama aku seorang guru, usia tidak memandang." Ucapnya dengan nada lesu yang membuatnya dingin.
Seolah kata-kata itu membuat seluruh siswa yang dijuluki sebagai monster terdiam selama beberapa saat. Dia kemudian melanjutkan dengan pelajaran. Dia memegang oenuh seluruh pelajaran karena dia merasa akan sedikit menarik bila dia bisa mengajar siswa yang dijuluki dengan "Monster" ini. Bukanya dia tertarik teyapi demi guru lain dia mengambil tugas ini. Terkesan peduli tapi dia tidak berkata apapun seolah dia hanya ingin mengajar semuanya.
Dia mengajar dengan beberapa gangguan yang kemudian membuatnya sedikit peduli, karena prinsipnya yang dia pegang teguh. "Aku adalah guru dan kamu adalah murid, bukan urusanku jika kamu merupakan artis atau memiliki masalah di luar hubungan guru. Tetapi aku akan terus membenarkanmu selama ada hubungannya dengan seorang guru."
Setelah bell pulang berbunyi, dia kembali ke ruang guru. Beberapa guru terkejut seperti dia menghadapi semua masalah di kelas itu. Seorang guru dingin dan lesu, kini menjadi pengajar di sebuah SMA dan itu membuatnya sedikit berubah. Itulah keseharian guru lesu dan dingin. Dan mulai detik itu, dia telah mendidik kelas yang diberi julukan "Monster" dan mendapat julukan "Penakluk monster".