Di Negara Ming yang terkenal dengan kesejahteraannya. Lahir seorang putri cantik jelita dengan warna mata coklat keemasan yang senada dengan warna rambutnya.
Bayi itu di beri nama, Zee Ling. Putri keempat dari pasangan Kaisar dan Permaisuri Ming.
Dan merupakan satu-satunya putri di Kerajaan Ming.
Zee Ling memiliki tiga orang kakak. Yang pertama adalah Zee Lang, merupakan putra mahkota. Kemudian Zee Long, Jendral terkuat yang dimiliki Negara Ming. Dan terakhir Zee Lung, Komandan pasukan bayangan yang melindungi Keluarga Kaisar.
Sementara Zee Ling sendiri, tak memiliki prestasi apapun. Karena menjadi putri satu-satunya di Kerajaan, membuatnya dimanjakan oleh seisi istana.
Oleh karenanya, Zee Ling menjadi sangat nakal dan selalu berbuat seenaknya. Hobi berbuat onar dan tak pernah bisa menyelesaikan masalahnya. Jurus terakhir disaat tersudut nya adalah "MENANGIS". Karena hanya dengan menangis saja, selain ketiga kakaknya yang sangat berpengaruh dan kuat, bahkan Kaisar pun akan turun tangan dan membantae satu Kerajaan lain yang membuat putrinya menumpahkan air mata.
Zee Ling benar-benar mengerikan dengan tangisannya.
Hingga suatu hari, Zee Ling yang bandel menyelinap keluar Istana. Karena penampilannya yang tak seperti wanita pada umumnya, Zee Ling kemudian berdandan ala pria dewasa dengan penutup kepala yang menutupi warna rambutnya.
Tentang warna matanya yang kecoklatan, asal tak terkena sinar matahari secara langsung, warna manik matanya masih bisa di anggap normal oleh kebanyakan orang.
Dengan gaya tengil berjiwa bebas, Zee Ling akhirnya tiba di warung ayam Pak Li.
"Paman, berikan aku seporsi ayam panggang dengan 7 macam sayuran pendamping." teriak Zee Ling, pesan makanan.
Paman Li yang sudah hafal dengan kebiasaan Zee Ling karena memang sangat sering mengunjungi warungnya pun bergegas menyiapkan pesanan sang tamu.
Zee Ling menikmati hidangan di hadapannya dengan lahap.
Hingga akhirnya, seorang pria bertopeng muncul dengan aura mengerikan yang menggetarkan seisi warung.
Kebanyakan pelanggan berlari keluar berhamburan, tapi tidak dengan Zee Ling. Putri kurang akhlaq itu sibuk mengunyah ayam panggang utuh yang menjadi favorit nya.
Pria bertopeng kemudian menatap Zee Ling yang duduk tanpa dosa di tengah ruangan dan tak pergi, atau bahkan malah tak menghiraukan nya. Di dekatinya Zee Ling yang sibuk mengunyah makanan hingga pipinya mengembung.
Pria bertopeng duduk di hadapan Zee Ling sembari menatap nya tajam.
Zee Ling Menghentikan aksinya dan kemudian menatap balik si pria bertopeng.
"Mau," tawar Zee Ling asik aja sambil menyodorkan potongan paha ayam yang sudah di gigit nya.
Si pria bertopeng tak menjawab, hanya sorot mata tajamnya semakin menghitam. Pedang di tangannya pun nyaris lepas dari sarungnya.
Zee Ling menyadari bahaya, sudut bibirnya tertarik tipis.
Si pria bertopeng siap menarik pedangnya, Zee Ling tak bergeming.
Dan....
Sratt__
*
*
*
-Mari kita Vote:
*Dibuat Chat Story?
*Atau gak usah?
TBC....