Berjalan di jalanan yang penuh keramaian, melihat orang-orang sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Sesekali tersenyum saat melihat anak kecil yang merengek ingin di belikan permen tapi sang Ibu tidak mengindahkan permintaan sang anak. Sangat lucu dan menggemaskan.
Melanjutkan perjalanan hingga sampai di tempat tujuan. Tempat orang-orang mencari nafkah dan memulai pekerjaannya. Masuk ke dalam dan mulai bekerja seperti biasanya. Hari-hari sibuk sedang menantinya.
Anna selalu melakukan pekerjaannya dengan penuh semangat walau lelah dia rasa. Senyumnya tidak pernah pudar sedari tadi, bahkan orang-orang yang melihatnya pun ikut tersenyum.
***
Senja telah tiba dan waktunya Anna pulang untuk beristirahat dari hari yang penuh kesibukan. Kembali berjalan di jalanan yang penuh keramaian, tiba-tiba dia berhenti di sebuah kios kecil yang menjual bunga bermekaran yang sangat cantik dan indah.
"Bu, beli bunga tulip warna putih satu ya?" Katanya dengan lembut.
"Baiklah, tunggu sebentar nona." Ibu penjual segera menyiapkan pesanannya dan langsung memberi bunganya.
Anna mengambil bunga itu dan menyodorkan beberapa uang kertas.
"Terlalu banyak nona, harganya hanya 50 ribu saja."
Anna tersenyum, "Tidak apa, Bu. Ambillah, saya ikhlas memberinya."
Ibu penjual mengambil uangnya penuh haru seraya berkata, "Terima kasih nona, semoga kebaikanmu di balas oleh Tuhan."
Anna kembali tersenyum lalu menggangguk dan pergi dari tempat itu.
Anna kembali berjalan ke tempat tujuannya. Hari mulai gelap tapi senja terus mewarnai langit itu. Dia terus berjalan seorang diri sambil menggumamkan sebuah lagu dengan melodi indah. Tanpa menunggu waktu lama, akhirnya dia sampai.
Anna tersenyum kemudian berjongkok, meletakkan seikat bunga yang dia beli tadi di atas batu nisan.
"Aku membawa bunga tulip putih kesukaanmu, semoga kau suka ya. Saat ini kabarku baik-baik saja, jadi ku harap kau juga baik-baik disana. Jangan sering-sering datang ke mimpiku, nanti aku sedih." Manyunnya mengusap batu nisan itu.
"Aku rindu, rindu dengan kebersamaan kita. Tadinya aku ingin menyalahkan Tuhan karena dia cepat sekali menjemputmu. Tapi aku sadar itu salah, Tuhan menjemputmu lebih dulu agar kau tidak merasakan sakit lagi. Dia sangat baik denganmu." Ucap Anna sambil mengeluarkan air mata.
"Ah, padahal aku berjanji tidak akan menangis ketika aku datang kesini, tapi kenapa air mataku tetap keluar?" Ocehnya menghapus kasar air mata yang terus mengalir tanpa di suruh.
Anna mengadahkan kepalanya ke atas, melihat langit bewarna jingga, "Langitnya sangat indah. Apa kau bisa melihatnya? Ya pasti bisalah, kau kan di atas sana. Bodohnya aku." Anna terkekeh sendiri dengan perkataan randomnya.
Dia kembali melihat batu nisan itu, "Aku pulang dulu sayang, besok aku akan datang lagi kesini dan membawa bunga tulip yang sangat banyak. Sampai jumpa." Dia mencium batu nisan itu kemudian berdiri dari tempatnya. Melihat sebentar lalu tersenyum dan berlalu pergi dari tempat itu.
Dan di batu nisan itu tertera nama Vee, wafat tanggal 18 Juni 2020.
-THE END-