⛔Genre: Horor, Misteri, Fantasi.
Aku memang tidak pandai merangkai kata, namun Aku bisa bercerita.
.
.
.
.
Sebelumnya mohon maaf apabila dalam cerita ini terdapat penulisan dan penyusunan kata yang salah. Jangan lupa untuk like, coment and share ya sahabat!
Selamat membaca!♡
.
.
.
.
.
Namaku Oliv. Ini adalah cerita tentangnya yang pernah membuatku bertanya-tanya apakah dia nyata adanya??
.
.
.
.
Setelah Aku berusia 18 tahun, jauh dari sisi kedua orang tua merupakan hal yang wajar. Aku tinggal disebuah kontrakan yang jauh dari keramaian. Sedikit keheningan, membuatku nyaman.
Hari ini Aku sangat lelah akibat tugas-tugas kuliahku yang menumpuk. Karena selain kuliah, Aku juga bekerja sebagai seorang pelayan di salah satu restoran dekat kampusku. Jam menunjukkan pukul 11 malam....
Hoamm.
"Tidur...Tidur...Besok masih nguli." Gumamku dalam hati.
Tik. Tok. Tik. Tok🕛
Saat Aku mulai larut dalam tidurku, tiba-tiba aku mendengar suara aneh terdengar dari kamar mandi. Awalnya Aku merasa mungkin hanya tikus atau kecoak yang numpang lewat.
Krek! Krek! Krek!.
Aku mendengar pintu kamar mandi berkali-kali berbunyi seperti seseorang sedang memainkannya. Sudah pasti bahwa Aku sangat ketakutan. Aku mengurung diriku dibalik selimut, berharap semua akan cepat berlalu. "Apa ini? apa itu hantu? kenapa perasaanku tidak enak?." Gumamku dalam hati.
Cring! Cring! Cring!. Suara aneh kembali terdengar dari dapur. Aku yang daritadi sudah merinding ketakutan, memberanikan diri untuk menuju ke dapur dan melihat apa yang terjadi.
"Siapa itu!!!." Teriakku. Sama sekali tidak ada jawaban. Dikamar mandi juga tidak ada siapa-siapa. Badanku sangat dingin. Tenggorokanku juga kering. Tanganku basah akibat keringat yang terus keluar dari dalam tubuhku. "Oke...mungkin ini cuma perasaanku saja. Huh. Waktunya tidur." Gumamku.
Saat hendak kembali tidur, Aku terkejut dengan apa yang kulihat. Seorang pria dengan sayapnya yang lebar melihat kearah ku. Tubuh dan sayapnya berwarna hitam. Matanya seperti api yang menyala-nyala. Kulitnya putih mulus seperti tahu.
"Kau!!?? ka...kau!! siapa kau!!!." Teriakku padanya.
"Peri permintaan." ucapnya padaku sambil tersenyum. "Aku tau bahwa selama ini, Kau sudah sangat menderita. Jadi aku datang untuk membawa mu keluar dari penderitaan mu ini. Kemarilah...datang padaku. Kau tinggal mengulurkan tanganmu. Lalu Kau akan mendapatkan semua yang Kau mau." Lanjut si pria bersayap.
"Ak..aku...aku...aku memang hidup dalam keadaan serba pas-pasan. Tapi aku sama sekali tidak menderita. Aku sangat mensyukuri hidupku." Kataku yang tiba-tiba membuat pria bersayap itu mengepakkan sayapnya dengan wajah dan matanya yang mengeluarkan api berwarna hitam. Ia datang menghampiriku dan berkata "Apa kau yakin??. Uang? emas? apa kau tidak suka? ayolah jangan malu-malu. Kau tinggal mengulurkan tanganmu dan ucapkan keinginanmu. Setelah itu, pria tampan di hadapanmu ini akan mencium mu, dan semuanya yang ada di dunia akan menjadi milikmu.". Aku sudah sangat ketakutan ketika Ia mendekatkan wajahnya padaku. Auranya sangat dingin dan menakutkan. Aku terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa. Ia seperti sedang memaksaku. Tapi entah kenapa Aku merasa bahwa yang ia tawarkan tidaklah masuk akal.
"Cepat!!! Ulurkan tanganmu!!!" Katanya padaku. Tiba-tiba angin kencang menghantam tempatku tinggal. Semua yang ada didalam berterbangan. Petir disertai api yang masuk melalui jendela, menyatu menjadi satu. Pria bersayap itu mengeluarkan taringnya yang tajam. Kukunya menjadi sangat panjang. Ia seperti hendak menerkam ku. Aku jelas menjadi sangat takut. Aku pun berteriak minta tolong, tapi tidak ada yang datang untuk menolong ku.
"Tidak akan ada yang bisa menolong mu gadis bodoh!! Cepat ulurkan tanganmu!!! Cepat!!!! Cepat!! Cepat!!". Berkali-kali Ia mengatakan itu padaku.
"Tidakk!! Aku tidak mengenalmu. Aku tidak akan!!! Tidak akan!!!" Teriakku histeris.
"Ku katakan sekali lagi! Ulurkan tanganmu! Cepat!!!" Pria bersayap~
"Tidak!!! Tidakk!!! Tidakk!!!" Aku.
"Bodoh!! Kau akan menyesal!!". Pria bersayap terus memaksa ku. Aku yang sudah tidak berdaya hanya bisa memejamkan mata dan menutup kedua telingaku.
"Pergi!! Pergi!!! Hentikaaaaaaaaan!!!!!!"
Crak!
Cring!
Prak!
Boom!!!
Semua menjadi begitu kacau dan Gelap....
.
.
.
.
.
.
.
🕗
"Tidakk!!!!"
"Hosh. Hosh. Hosh. Tidak!!! Hentikan!!!"
Kring Kring Kring!. Bunyi Alarm membuatku langsung membuka mata.
"Hah!! Aku...ak...aku (melihat sekeliling) Dimana dia?? dimana pria itu??". Aku berlari menuju dapur. Tidak ada tanda-tanda keberadaannya. Semua barang-barang milikku juga tersusun dengan rapih.
"Ternyata itu cuman mimpi.".
.
.
.
.
.
.
Itu adalah kejadian teraneh yang pernah ku alami. Sejak saat itu, Aku pindah ke tempat yang lebih aman dan ramai.
.
.
.
.
.
.
.
Saat berada di kampus, aku yang sedang terduduk dengan satu buku di tanganku, dihampiri oleh seorang pria. Ia terlihat seperti orang biasa pada umumnya. Entah kenapa aura dan wajahnya sangat tidak asing. Tapi siapa dia??
.
.
.
.
"Hai Oliv.... Aku kembali"
TAMAT