"Assalamualaikum cantik". Sapa Akbar
"Shalom abang ganteng kepunyaan Ilya" Sala Ilya.
"Dek,abang mau ngomong serius sama kamu". Ujar Akbar dengan landnagan yang tak lepas dari tatapan Ilya.
Ilya menatap mata Akbar laki laki yang sudab menemani nya selama 8 tahun terakhir.
"Iya bang ada apa?". Jawab dan tanya Ilya.
Akbar menarik nafas panjang lalu menghembuskan pelan.
"Kita pisah ya dek". Ujar Akbar yang membuat Ilya membesarkan matanya sebntar karena terkejud.
"Kenapa?". Tanya Ilya pelan.
"Salam kita udah berbeda,kepercayaan kita juga berbeda,abang takut kalau perasaan abang nambah besar ke kamu,dan sebaliknya juga perasaan kamu ke abang". Ujar pelan Akbar.
"Heh" Ilya tersenyum gentir.
"Ilya dukung sepenuhnya keputusan abang Akbar aja,karan mau gimana lagi hubungan kita udah gk direstuin sama salam". jawab ilya.
"Ilya mau gak jalan jalan ke taman tempat kita pertama kali ketemu?". Tanya Akbar.
"Ilya mah mau mau aja,nanti jangan lupa beli es krim yang dijual di pinggir jalan y". Pesan Ilya dna diangguki Akbar.
Berjalan menuju taman dekat kampus,Ilya dan Akbar menelusuri tempat tempat dimana dirinya dan Ilya pertama kali bertemu.
"Ilya sebenarnya abang mau dijodohin sama Kamila". Ujar Akbar sambil terus menggenggam tangan Ilya.
"Iya Ilya tau kok,kak Kamila pasti cantik,walaupun bercadar tapi dari aueanya udah mengajukan hati". Balas Ilya sambil menggenggam erat tangan Akbar.
"Seandainya kita sesalam pasti bisa terus bareng". Ungkap Ilya sambil tersenyum.
" Bang duduk disana yuk". Ajak Ilya sambil menunjuk bangku yang dekat dengan sungai.
berjalan dan mendekati bangku lalu duduk bersamaan,Ilya menyandarkan kepalanya di punda Akbar.
Akbar mengingat perkataan ayahnya minggu lalu dimana dirinya bertengkar dengan ayahnya.
"Akbar temen ayah mau kerumah hari ini,kamu jangan keluar dulu". Ujar Ayah Akbar.
"Tapi yah akbar udah ada janji sama Ilya mau nemenin ke Mall belik buku". Ujar Akbar
"Apa kamu gak bisa diem dirumah untuk hari ini aja,kan belik buku bisa besok besok". Ungkap ayah Akbar dengan sedikit nada membentak.
"Tapi yah..". Belum sempat selesai omongan Akbar,hy nya berbunyi dan terlihat nama Ilya di layar ponsel tersebut.
Menggeser warna hijau lalu menempelkannya ditelingan,Akbar mendengar kan suara Ilya.
"Bang Akbar beli bukunya minggu depan aja ya,Ilya mau Ke Gereja hari ini sama keluarga soalnya abang Ilya mau keluar kota,maaf bang Akbar". Ujar Ilya penuh lemah lembut.
Akbar tersenyum sedikit lalu menjawab.
"Ya udah sana siap siap,berdoa yang bener biar didenger sama tuhan Ilya biar perjalanan abang Aldi lancar,titip salam ya sama abang Aldi". Jawab Akbar.
"Iya bang Akbar ya udah ya bang,Shalom abang Akbar".
"Waalaikumsalam Ilya cantik".
"Hemm menjawab shalom dengan walaikumsalam sampai kapan pun gak akan hisa bersama". Ujar ayah Akbar.
"Yah aku sama Ilya udah berjalan 8 tahun,pasti ada jalan biar kita bisa nikah dna hidup bareng. Lagi pula ayah udha kenal Ilya lama,ayah tau sifat dia dan juga bagaimana dia". Bantah Akbar.
"AKBAR ingat kalian gak akan pernah bisa bersama ". Bentak Ayah Akbar.
"Tapi Ilya bisa jadi mualaf kan yah". Balas akbar lagi.
""AKBAR INGAT kamu boleh mencintai Ilya tapi jangan pernah merebut dia dari Tuhannya,penciptanya. Kamu jangan egois jadi manusia, dia dibesarkan dengan ajaran dan nyanyian digereja sedangkan kamu dibesarkan dengan ayat ayat Al quran dan azan,sampai kapan pun AL quran dan Alkitan tidak akan pernah bersama. Kamu mau dia menghianati Tuhannya sedangkan kamu egois tidak mau melepas Agamamu sendiri. Itu buakan Cinta Akbar.
" Kamu gak boleh meninggalkan ajaran yang udah ayah kasik sejak kecil dan kamu gak bisa memaksa Ilya meninggalkan kepercayaannya. Dari dulu ayahbudah bilang putuskan segala macam hubungan asmara kamu sebelum terlambat". Ujar Ayah Akbar lalu pergi meninggalkan Akbar sendiri di
"Bang..Abanggg". Teriak Ilya.
"Iya Ilya sayang kenapa hah?" Tanya Akbar yangvtelah kembali kemasa dimana pertengkarannya dan ayahnya telah lewat,kini hanya ada dirnya dan Ilya.
"Bang seandainya abang nikah sama Kamila jangan luapin Ilya ya". Ungkap Ilya.
Akbar menatap Ilya dalam,lalu matanya sesikit berkaca kaca
"Dek Ilya juga kalo udah nikah jangan lupa sama abang ya". Ujar Akbar pelan sambil menahan air matanya.
"Ternyata sakit ya bang kalo kita bersama tapi kepercayaan kita berbeda". Ujar Ilya sambil menangis pelan.
"Hiks,hiks huaa sakit loh bang ternyata ". Tangis Ilya semnakin kencang.
Kebersamaan yang dibangun selama 8 tahun akan berakhir karena keyakinan.
"Ilya udah tau kok bng,kalo abang di jodohin sma Kak kamila waktu itu,Ilya denger semua nya". Ujar Ilya sambil menenangkan diri nya sendiri dari tangis.
Akbar menatap Ilya lalu menundukkan kepalanya.
"Bulan depan abang bakana nikah sama kak kamila terus aku bakal nyari cinta aku yang lain,cinta yang se salam sama aku". Ujar Ilya.
"Dek abang Akbar bakal berdoa semoga kamu dapat yang lebih baik dari abang". Ujar Akbar.
"Katanya Doa diwaktu sepertiga malam akan terdengar lebih jelas,tapi kenapa setelah setahun abang berdoa setiap sepertiga malam abang gak kekabul Ya?". Ujar akbar.
"Mau di kabulin gimana coba,kita aja udah beda.. Jadi ditaman ini lertemua kita yang pertama.....dan juga yang terakhir. Abang Akbar akan menikahi wanita soleha yang sudah dipilih sama orang tua abang,sedangkan aku..aku bakalan jalan jalan keliling sambil mencari cinta yang memang ditakdirkan untuk Ilya". Ujar Ilya sambil berdiri dari posisi ternyamannya.
"Bang Akbar,Kita bakalan pisah,hati kita juga harus pisah. Hati abang harus abang kasik ke Kak kamila dan aku bakalan kasik hati aku ke suami yang ditakdirkan untuk aku. Pertemuan kita sampai sini aja bang,Ilya mau pergi dulu. Bulan depan Ilya bakalan dateng ke acara pernikahan abang sebagai perpisahan terakhir kita tapi setelah itu kita akan mendapatkan gelar sahabat". Ujar Ilya lalu pergi meninggalka Akbar sendiri di kursi taman.
Menatap hari yang semakin gelap. Berdiri lalu berjalan kembali kerumah diaman sudah enanti kedua orang tuannya yang bahagia karna akan diberlangsungkan pernikahan.
Akbar menjadi pribadi pendiam,sedangkan Ilya sudah tak ada kabar lagi tentang dirinya.
Sebulan berlalu pernikahan antara Akbar dna Kamila terjadi,namun Ilya tak datang dirinya melanggar janji.
Akad nikah Akbar lantunan dengan tenang,nama Kamila tersebut dalam suara Akad pernikahan. Hatinya memang sudah melepas Ilya dan berusaha menerima Kamila. Namun jujur perasaan tidak biaa ditipu.
Dengan mata yang berkaca kaca sambil melihat ke sekeliling mencari pengisi hatinya yang dulu.Kamila menengok kearah sang suami,dirinya tau akan hubungan Suaminya dengan mantan kekasih.
Cemburu pasti,namun itulah cinta dan dirinya akan berusaha menjadi oengganti terbaik.
🐣
Dua tahun berlalu.
Akbar dengan keluarga kecilnya pergi bermain ke taman yang sama ketika dirinya bersama Ilya dulu,semua berubah.
Sejak dua tahun setelah pernikahannya semua telah berubah.
Kini Akbar telah memiliki seorang anak cantik bernama Almara putri.
Berjalan jalan bersama keluarga kecilnya,tanpa sengaja Akbar menabrak seseorang.
"Ehh maaf mbak..Maaf". Ujarnya.
Wanita yang ditabrak menatap Akbar.Berdiam sebentar,akbar membantu wanita itu berdiri.
"Maaf bang Akbar Ilya gak sengaja". Ujar Ilya pelan.
"Hmm iya dek ". Jawab akbar.
"Ehh Dek Ilya apa kabar". Sela kamila.
"Iya kak kamila aku lagi jalan jalan sama suami aku". Ujar Ilya lalu menatap Akbar yang seakan terkejut mendengar perkataan Ilya.
Kamila melihat suaminya sebentar.
"Mas..kalau mas ada mau yang disampein, sampein aja jangan dipendam". Ujar Kamila.
Akbar menatap wanita bercadar itu sebentar.Kamila pergi sambil menggendong Almara sedikit menjauh.
"Abang apa kabar? Maaf yang bang pas nikah aku gak dateng..aku ngelanggar janji,aku gak sanggup dateng kesana". Ujar Ilya.
"Iya,gapapa kok".
"Kamu udah nikah ya?". Tanya akbar
"Iya kak,aku udah dapet cinta yang ditakdirkan untuk aku..mudah mudahan dia memang dipilihkan untuk diri aku". Balas Ilya.
"Abang sekarang bahagia ya,sama kekuarga kecil abang dan aku juga bahagia sama suami aku.. kali ini secara langsung kita bakalan pisah dengan benar". Ujar Ilya.
"Humm kamu bener,Hari ini,di taman ini..tempat pertemua pertama,perpisahan lalu tempat ini juga dimana kita bertemu lagi namun dengan keadaan yang sudah berubah. Hah rasanya itu kayak mimpi yang indah walau disela dengan tangisan namun akhir yang memuaskan".
"Abang bener,akhirnya kita menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya".
"Ilya". Panggil seorang pria
"Suami kamu manggil tuh". Ujar Akbar.
"Iya bang aku duluan,istri sama anak abang juga nunggu dibelakang... Aku duluan ya bang,dah". Ujar Ilya sambil melambai kan tangannya.
Dan Akbar kembali ke istri dan anaknya.
Terkadang kebahagiaan datang tanpa diketahui oleh seseorang.. Kepercayaan itu pasti,namun memaksa untuk mempercayai kepercayan ornag lain itu salah,dia bahagia dengan kepercayaan nya dan kamu bahagia dengan kepercayaan yang sudah ditanamkan sejak kecil.