Namaku Leonita Stefanie, umurku kini menginjak 17 tahun. Saat ini aku sedang mengayunkan sepeda. Hidupku berubah drastis setelah Ayah yang ku sayangi pergi meninggalkan ku dan ibuku.
5 tahun yang lalu.
Hujan saat itu sangat deras. Aku berlari terengah-engah melewati lorong-lorong. Panik, ya itu yang ku rasakan saat itu.
Sesampainya didepan ruangan ICU. Ku melihat orang yang ku sayangi sedang tertidur lelap tak bernafas. Ku menangis kencang hingga Ibuku memelukku dengan hujan dipimpinnya.
Di hari pemakaman, aku menangis kencang dan ibuku saat itu pingsan karna syok berat. Ku menatap nisan bertuliskan sebuah nama. Membacanya membuat diriku semakin sakit. Hujan saat itu sangat deras diiringi angin dan petir. Di hatiku tidak ada rasa takutku yang aku rasakan hanyalah kebencian terhadap Tuhan.
"Kenapa tuhan tidak adil! Hiks...!!! " itulah yang aku pikirkan saat itu.
Ku beranjak pergi dari tempat itu menuju tempat dimana ibuku pingsan.
Kembali ke 5 tahun kemudian.
Setelah kepergian Ayah, ibu memutuskan untuk pindah ke Kalimantan. Tahun ini aku memasuki sekolah menengah atas.
Disekolah aku belum menemukan teman seorangpun. Dihari ini, tepatnya hari Senin ku sedang duduk menunggu jam pelajaran.
Tak lama dari itu bunyi bel pun terdengar. Guru masuk bersama dengan murid baru.
" Hai semua! Apakah baik-baik saja?" tanya guru.
" Ya Bu! " jawab murid kecuali diriku.
" Nah hari ini kita kedatangan murid baru. Nah silakan perkenalan?". ucap guru
" Halo! Perkenalan namaku Nathan Sykes. Aku pindahan dari teluk. Aku memiliki adik yang banyak dan juga kakak yang banyak. Aku tinggal di jalan ******" Itu lah perkenalan Nathan si anak baru.
" Huuff...!!! Bosan. " batin ku.
" Nah sekarang kamu duduk disampingnya Leonita." ujar guru itu.
"Ya Bu." Nathan pun duduk disebelah ku.
" Cik! Merepotkan. "gumam ku.
Waktu pun berlalu, jam istirahat pun berbunyi. Ku berjalan menuju kantin dengan wajah masam. Nathan terus mengikuti ku dengan senyum itu membuat ku jengkel.
" Yak! Lo mau ngapain ikut-ikut gue." kata ku dengan nada sedikit tinggi.
" Kita dari tadi tidak berkenalan." ucap Nathan dengan senyum.
" Terus." jawab singkat ku.
" Perkenalkan namaku Nathan Sykes dan kamu?". Memperkenalkan diri dan memberikan tangannya.
" Leonita Stefanie." Perkenalan singkat ku
Aku langsung pergi menuju kantin dan Nathan terus mengikuti ku dibelakang membuatku kesal dan mempercepat jalanku namun Nathan juga mempercepat jalannya.
Sesampainya di kantin ku memesan makanan dan setelah itu duduk begitu juga dengan Nathan.
" Hi...!!! Lo bisa nggak! Nggak usah ikuti gue." ucapku sambil marah dan pergi tanpa makan sedikit pun.
" Ha...! Cewek yang keras kepala." ujarnya.
💮
SAMPAI DISINI DULU....
BYE BYE BYE...
(Cerita ini hanyalah pemikiran Author dan tidak nyata)