Sepi rasanya hidup di lautan yang luas tapi hanya seorang diri, ya walaupun dia tidak benar-benar sendiri masih ada Ikan, ubur-ubur, bintang laut, dan hewan laut lainnya.
" Aku harus cepat ke wilayah manusia"
"Hai, sepertinya kita harus berkenalan terlebih dahulu aku adalah Ariel. Seorang putri duyung yang kesepian, aku mencari manusia untuk mencari seseorang yang aku kenal."
" Kurasa aku sudah gila karena berbicara pada diriku sendiri"
"ahh! aku melihat daratan, sepertinya di tempat itu lumayan ramai manusia yang berkumpul"
Ariel sering berbicara pada dirinya sendiri karena saking kesepiannya, biasanya dia bertanya atau berbicara melalui pikirannya.
Ariel menyamar menjadi manusia yang sedang berenang di tepi pantai, tentu saja tidak ada yang menyadari kalau ada duyung di tengah-tengah kerumunan walaupun ada yang menyadari Ariel pasti mereka akan berpikir kalau Ariel bukanlah duyung asli.
" orang yang aku cari tidak berada disini, sebenarnya dimana dia?"
Ariel melihat sekeliling dengan tatapan bingung, entah siapa yang Ariel cari di kerumunan manusia.
Waktu telah berubah, langit mulai gelap dan yang tadinya ramai menjadi sepi.
Walaupun sudah sepi Ariel masih menunggu seseorang yang dia cari sembari berenang di pinggiran pantai.
"Hahhh.. Apakah dia tidak datang? kenapa dia tidak datang? apa dia melupakan janjinya?huaaaaa..huaa"
Ariel telah mencapai batas kesabarannya dia menangis sendirian tanpa ada yang memperhatikannya, tapi tiba-tiba ekornya merasakan kesakitan seperti ada yang menjepit ekornya.
" Ini sakit, uhhh.. Lepaskan ekorku!"
Ariel sudah mencoba melepaskan ekornya tapi tetap saja tidak bisa melepaskannya, Ariel mencoba melihat apa yang membuat ekornya sakit tapi dia tidak bisa menemukannya.
"Hei apakah kau baik-baik saja? ada apa?"
Tiba-tiba seorang pria datang membantu Ariel.
"Hiks..hiks... Tolong aku, aku mohon"
" Tenanglah aku akan menolongmu"
Pria itu menarik badan Ariel menjauh dari air ternyata ada kepiting yang menjepit ekor Ariel, kepiting itu lumayan besar jadi membutuhkan waktu yang cukup lama untuk melepaskan ekor Ariel.
Pria itu kaget saat memegang ekor Ariel, ekor yang dipegang terasa sangat nyata dan tidak menyerupai sebuah kostum yang sering dijual.
"Apakah kau baik-baik saja? sebenarnya kau ini apa?"
" Aku seekor duyung."
" D-duyung? maksudmu kau adalah duyung asli? apa benar?"
ya tentu saja pria itu tidak percaya, sekarang sudah tahun 2019 memangnya masih ada yang percaya dengan duyung asli? lagipula pria itu terlihat sudah dewasa sekitar umur 21 tahun tentunya dia tidak percaya seperti anak kecil.
" Kenapa kau tidak percaya? lihatlah ekorku, bukankah kau sudah memegangnya tadi? kau pasti sudah bisa mengetahui dari bentuk dan tekstur ekorku yang mirip ekor ikan"
Sepertinya Ariel marah karena dianggap berbohong oleh pria itu jadi dia mulai menaikkan nada bicaranya.
" Yaaa.. sangat sulit untuk mempercayai perkataanmu walaupun kau sudah membuktikannya, ini sudah zaman moderen bahkan anak berumur 10 tahun belum tentu percaya perkataanmu"
" kalau kau tidak percaya aku bisa membuktikannya"
Ariel sudah sangat marah karena perkataan pria itu akhirnya dia memutuskan untuk memberikan bukti lainnya agar perkataannya bisa dipercayai.
Ariel mulai bernyanyi, suaranya sangat indah dan menenangkan di telinga bahkan jiwa pun akan merasa tenang saat mendengarnya.
Dari jauh terlihat beberapa lumba-lumba yang ikut bernyanyi bersama Ariel. Tiba-tiba sisik-sisik ikan Ariel bercahaya, telinganya tiba-tiba memanjang seperti telinga elf, ekornya juga bercahaya benar-benar sangat cantik.
"Wahhhh kau benar-benar putri duyung sungguhan"
"Lihatlah aku ini tidak berbohong, kau harus percaya perkataanku."
Ariel Sangat puas karena telah membuktikan perkataannya kepada pria itu.
" Tapi kenapa seekor putri duyung berada di wilayah manusia? bukankah seharusnya duyung bersembunyi dari manusia?"
" Seharusnya begitu tapi aku mencari seseorang"
Ariel yang tadinya senang berubah menjadi sedih.
Tiba-tiba Ariel tidak bisa bernafas dan ingin pingsan, melihat Ariel sesak nafas pria itu panik dan ingin mengembalikan Ariel ke dalam laut tapi Ariel menolak dibawa ke laut.
"T-tidak..aku..a-aku tidak mau kembali ke lautan dan menjadi kesepian lagi"
"lalu bagaimana? kau menderita di daratan"
Setelah beberapa lama akhirnya pria itu membawa Ariel ke rumahnya yang sangat dekat dengan pinggiran pantai, Ariel dimasukkan ke bak mandi yang berisikan air.
Akhirnya Ariel bisa bernafas lagi.
" hahh.. untunglah aku tinggal sendirian di rumah jadi tidak ada yang bertanya tentangmu, saat aku membawamu ke rumah suasana di perjalanan sekitar juga sepi jadi tidak ada yang melihat wujudmu"
" Terimakasih banyak atas bantuannya manusia"
" Jangan memanggilku dengan sebutan manusia panggilah aku dengan namaku"
" memangnya siapa namamu?"
" Perkenalkan namaku Alex"
"Hallo Alex aku Ariel, salam kenal"
Mereka berdua berkenalan, raut wajah Ariel juga berubah dari sedih menjadi bahagia dan bersemangat.
" oh ya katanya kau sedang mencari seseorang? memangnya seperti apa dia?"
" Hmmmm... Entahlah itu sudah sangat lama sejak terakhir kali kami bertemu. Kami berjanji akan bertemu kembali di tempat pertama kali kami bertemu suatu hari nanti, tapi saat aku datang mencarinya dia malah tidak ada"
"kalau seperti itu pasti akan sulit mencarinya, hmm? kalung apa yang berada di lehermu itu?"
"ah ini kalung pemberian seseorang yang aku cari itu, memangnya kenapa?"
"apa? tidak.. tidak, aku hanya merasa pernah melihatnya saja"
"Benarkah? katanya ini benda yang dia dapat di suatu tempat mungkin benda seperti ini banyak jadi kau sudah pernah melihatnya"
"yaa mungkin saja"
* SELESAI *