Hari ini adalah hari dimana semua orang menatapku dengan senyumannya. Bahkan beberapa diantara mereka hanya tersenyum licik kepadaku.
Namaku Naura, gadis yang berusia 16 tahun, dan hari ini adalah hari pernikahanku.
Aku harus menikahi seseorang yang tak ku cintai hanya untuk melunasi utang kedua orang tuaku.
" ayah minta maaf nakk... ayah tidak bisa berbuat apa-apa untukmu nak " ucap Ayah Naura
Naura hanya membalas senyum tipis ayahnya.
" berakhirlah sudah hidupku.... hmmm" ucap Naura dalam hati.
disisi lain.
" Woww.... pesta pernikahan Naura meriah banget... penuh dengan bunga... apa lagi halamannya benar-benar luas.... " ucap Syila sekaligus sepupu Naura.
" hmmm.... lagian Naura kan bakalan menikah ama kakek tua yang kaya raya tapi udah bau tanah... " jawab Sesil saudara Syila sekaligus sepupu Naura.
Pesta pernikahan pun di mulai, Naura pun berencana berjalan jalan disekitar halaman sambil menunggu seseorang datang menjemput dan membawanya ke tempat akad.
" orang-orang kebanyakan pada pacaran dulu terus nikah... lah aku langsung nikah hari ini... apa lagi sama kakek kakek yang mata keranjang.... iiiuuuuuuu.... " ucap Naura.
Naura terus berjalan sambil mengoceh, hingga tanpa sadar ia terjatuh pada sebuah lubang yang cukup besar dan membuat Naura terperosok jauh kedalam lubang tersebut.
" aaaaaaaaaaaa...... toooloonggggg....." teriak Naura yang masih terperosok jauh kedalam lubang.
Tak lama kemudian Naura pun akhirnya terjatuh.
" aawww..... pasti aku kualat nih tadi gara gara ngomongin kakek itu..... tapiiii.... ini dimana yah... kok kayak gua sih " ucap Naura.
Naura pun melihat sebuah cahaya di ujung gua dan segera ke arah cahaya tersebut. Saat Naura keluar dari gua, ia melihat sebuah istana yang megah nanti indah.
" wowww..... indahnyaaaaaa.... " ucap Naura sambil melongo.
disisi lain, seluruh keluarga Naura mencarinya,dan kedua orang tuanya hanya menangis.Mereka hanya menemukan sepatu Naura pada saat itu.
disisi Naura.
" siapa kau.... kau pasti mata mata dari Kerajaan sebelah " ucap salah seorang prajurit
" enak aja.... emang ada mata mata semanis dan seimut diriku... hmmm" jawab Naura
" kita tangkap saja dia " ucap sang prajurit
" eh eh...... mau nangkap aja....pasti kalian ngeprank kan..... ngaku nggak... " jawab Naura
" orang ini semakin aneh... kita bawa saja dia " ucap sang prajurit.
" haaaa..... ehhh ehh... nggak.... lepasin nggak " teriak Naura.
Sang prajurit pun membawa Naura ke istana dan menahannya.
" kok Naura ditahan sih.. Naura kan nggak nyuri... haaa.... hiks hiks hiks... " ucap Naura sambil menangis.
tiba-tiba seseorang datang mendatanginya.
" hmmmm.... katakaaannn..... apakah kau mata mata dari kerajaan Mawari....? " ucap Pang Lima Edmend.
" apaansih.... kalian syuting film kerajaan mana sih....? emang ada kerajaan Mawari....? " jawab Naura.
" jikalau begitu.... kau berasal dari mana....? " balas Pang Lima Edmend.
" hmm... aku tinggal di sebuah pondok kecil yang terletak di kota Vardon... puasss. " jawab Naura
"Vardon....? itu kerajaan dari mana...? " jawab Pang lima Edmend.
" muka doang yang ganteng... tapi aslinya oon... itu bukan kerajaan.... dinegaraku nggak ada kerajaan, yang ada cuman kakek tua yang kebelet nikahin aku.... PUAS. " jawab Naura dengan kesal.
Pang Lima Edmend hanya menatap Naura dengan serius.
" aku akan melaporkan hal ini kepada Putra Mahkota.... kalian tetap jaga wanita ini... jangan sampai dia kabur. " ucap Pang lima Edmend.
" emang aku mau kabur kemana lagi..... akunya aja nggak tau ini dimana.... " ucap Naura dengan keras.
Pang lima Edmend pun segera melaporkan hal tersebut kepada putra mahkota. Putra mahkota pun penasaran dengan sosok Naura hingga akhirnya ia mendatangi langsung Naura.
" kau yang bernama Naura...? " ucap Sang Putera mahkota.
" iya... tapi aku bukan mata mata... sumpah deh " jawab Naura sambil mengangkat tangannya.
" Lepaskan dia. " ucap putra mahkota.
" tapi yang mulia.... " ucap Pang lima Edmend.
" mmmm.... tapi aku nggak punya rumah sekarang... yang... yang... yang mulia... " ucap Naura sambil tersenyum cengengesan.
mendengar perkataan Naura, putra mahkota pun mengijinkan Naura tinggal di istana.
seiring berjalannya waktu Naura dan putra mahkota akhirnya saling menyimpan perasaan dan tak lamapun putra mahkota menyatakan perasaannya kepada Naura. Mereka berduapun jadian. Hingga suatu ketika
" yang mulia... Putri Natalia dari kerajaan Polip datang mencari anda yang mulia " ucap Sang prajurit.
" baiklah... aku akan kesana " jawab putra mahkota.
putra mahkota pun kini berkeliling istana bersama putri Natalia, Naura yang melihat pemandangan tersebut membuatnya cemburu.
" ternyata putra mahkota mata keranjang juga... lihat yang bening dikit langsung di hajarrrr " ucap Naura.
" cemburu ya.... " ucap panglima Edmend yang tiba-tiba datang dan tersenyum kepada Naura.
"Mmm.... gadis itu.... suka putra mahkota yah...? " ucap Naura.
" aku rasa begitu.... Putri Natalia sudah lama mengejar Putra mahkota.... aku sering melihat mereka bersama namun tak pernah melihat yang mulia menyatakan perasaannya... malahan sebaliknya " jawab panglima Edmend.
Naura pun hanya duduk terdiam tanpa membalas perkataan panglima Edmend.
saat malam hari tiba, Naura yang saat itu duduk termenung di teras ruangannya, tiba-tiba melihat putra mahkota dan Putri Natalia saling bergenggaman dan kemudian berpelukan. Naura yang menyaksikan hal tersebut membuat matanya melotot dan sesak
" dasarrr lelaki mata keranjang.... gadis genit... hiks hiks hiks..... kan sakitttt " ucap Naura dengan isak tangisnya.
keesokan harinya. putra mahkota dan putri Natalia mengumumkan bahwa mereka akan menikah, Naura yang mendengar hal itu berlari keluar dari istana dan menuju berlari kedalam gua tempat ia pertama kali terjatuh. Panglima Edmend pun mengejar Naura.
saat didalam gua.
" kau baik baik saja....? " ucap panglima Edmend
" Edmend... hiks hiks hiks.... aku mau pulang... " jawab Naura.
" apaaaa.... kau mau kemana....istana adalah rumahmu... " balas Edmend
" itu bukan rumah Naura.... Naura bakal kembali keatas.... pokoknya harusssss... " jawab Naura.
" Naura.....Kalau begitu Berhati-hatilah... aku pasti akan merindukanmu...... " ucap Edmend
" merindukanku.....? benarkah... apa kau.... " ucap Naura
" iya... aku menaruh hati padamu... Naura... " jawab Edmend
" dasar bodoh.... kenapa baru ngomongnya... hiks hiks hiks... " jawab Naura sambil memberikan pelukan terakhir pada Edmend.
mereka berdua bergenggaman dan saling menatap hingga akhirnya sebuah cahaya di balik dinding gua bersinar terang.
" sekarang waktunya aku pergi.... jangan lupakan aku... Edmend aku juga mencintai mu " ucap Naura dan berbalik pergi menuju cahaya tersebut.
Tak lama pun Naura tiba-tiba berada di halaman rumahnya. Naura pun segera berlari mencari kedua orang tuanya. saat memasuki rumah
" bayar utang mu.... ini adalah hari terakhir waktunya. " ucap Kakek tua mata keranjang.
" mohon beri aku waktu lagi tuan.... " jawab ayah Naura.
sang ibu pun tiba-tiba melihat Naura yang kini berada di depan pintu.
" Naura..... putri ibu " ucap ibunya sambil berlari memeluk putrinya.
Naura pun membayar utang kedua orang tuanya dengan perhiasan yang ia kenakan dari istana bawah tanah.
Naura terus mengingat istana tersebut dalam memorinya dan akan mencari jalan kembali menuju istana tersebut untuk bertemu dengan dambaan hatinya.
TAMAT