Julia memang sahabat terbaik Charlotte, tetapi mereka tidak saling berhubungan akhir akhir ini. Julia pergi bagai di telan bumi, Charlotte sang sahabat mencarinya sepanjang bulan. Dia menanyakan kepada keluarga Julia, tapi mereka tidak tahu kemana perginya ia.
Dari situ pun Charlotte menyerah mencari sahabatnya itu. Dia sendiri menjadi orang yabg pendiam, teman teman sekelasnya pun jadi heran kenapa Charlotte menjadi sangat pendiam. Bertanya kepadanya? Itu tidak mungkin, Charlotte sama sekali tidak berbicara. Dengan keluarga sekalipun, "Lia, kamu kemana sih?".
Itu yang di katakan Charlotte di kamarnya setiap hari. Dan sekarang, Charlotte tidak bisa apa apa lagi, tiduran, hanya memikirkan sosok yang di rindukannya. "Charlotte! Lottie!"teriak seseorang di luar kamar Charlotte.
"Eumm?"gumam Charlotte dan langsung menatap pintu kamarnya. "Lottie, ayo berkemas sekarang,"kata orang itu yang notabene adalah Mamanya. Wajah Charlotte tampak bingung, dan seakan bicara 'kenapa'. Mamanya yabg peduli pun menjawab, "Kita akan bertemu sahabat lama mu yang kamu cari berbulan bulan, Lottie"jawab Mama,
Lottie adalah nama panggilan dari Julia. "Benaran?"tanya Charlotte, inilah yang di tunggu-tunggu oleh orang terdekatnya, yaitu Berbicara. "Iya, dan kamu harus memakai baju hitam". "Hmm..hitam? Bukan kah itu baju wajib untuk pergi ke pemakaman??"batin Charlotte bertanya-tanya. "Ah ya sudah lah aku menurut saja".
Setelah semua siap, mereka berangkat dengan menaiki mobil. Di luar kaca mobil, terlihat keluarga Julia juga menaiki mobilnya. "Apa itu Mama dan Papanya Julia?"tanya Charlotte di dalam hati. Keluarga Julia memasang muka sedih saat menaiki mobilnya.
Mereka sampai di tempat pemakaman. Charlotte bingung untuk bertanya kepada Mama atau diam saja. "Sebaiknya aku tanya saja". "Ma, kita kesini untuk apa? Apakah mau mengunjungi makam kakek?"tanya Charlotte ragu ragu.
"Tidak, kita tidak sedang menjenguk kakek"jawab Mama dengan datar. "Hm?". Lalu, Mama memberhentikan mobilnya dan keluar. Tentu saja Charlotte mengikutinya. Keluarga Julia juga mengikuti arah jalan.
Lalu mereka berjongkok dan menangis sejadi jadinya. Terdapat batu nisan di situ, dan pasti ini adalah kuburan seseorang. Charlotte shock dengan ini semua. Di tambah lagi, batu nisan itu bertuliskan.... Julia B. Wheeler, New York, 15.04.02 - 27.06.19.
Sontak Charlotte menangis kencang, sahabatnya yang baik, cantik, humoris, ternyata sudah pergi. Mama hanya menitikkan air mata sambil melihat kuburan Julia.
Hari mulai sore, dan mereka pulang dengan rasa sedih. Kelopak mata Charlotte terasa sangat bengkak, lama dia menangisi kepergian sang sahabat.
Keep the spirit, even if our loved ones leave. And remember, they are always by your side. Don't be sad, because our loved ones see us from the sky.