Di Tengah Teriknya Sinar Matahari Dengan Bodohnya Gua Berdiri Di Pinggir Lapangan Sambil Membawa Satu Botol Air Mineral. Kenapa Gua di sini? Gua Nungguin Doi Gua Yang Lagi Latihan Basket Di Sana. Tenang Bukan Gua Aja Yang ada dia Sana, Ada Anak-anak lain Yang Juga Bersorak-sorak Untuk Idol (Anggota Tim Basket) Mereka.
Jefan Cukup Populer di Kalangan Cewek-cewek. Dia Tampan, Tinggi, Tubuh Atletis, dan Juga Ramah, Saking Ramahnya Lu Bisa Salah paham Sama Sikapnya. Tapi Dia Gak Dekat Sama Cewek Selain Gua, Ya Bilang aja Gua Beruntung.
"Ay!" Teriakan Seseorang Membuat Lamunan Gua Buyar, dan gua langsung Mencari Arah suara itu.
"Udah Selesai?" Ucap Gua Sambil Menyodorkan Sebotol Air Mineral Ke Jefan, Ya Itu Jefan. Dia Langsung menerima Air Itu dan Meneguknya.
"Kalau Gitu Gua Ke kelas ya?" Ucap Gua sambil Beranjak Ingin Pergi Tapi Langsung di Cegat Oleh Jefan. "Tunggu" Gua Langsung Mengerinyit Bingung Sambil Menatap Tangan Jefan Yang menggenggam Pergelangan Tangan Gua.
"Kenapa?"
"Temenin Gua Ke kantin" Jeda "Oh ya, Lu gk Sakitkan?" Tanyanya sambil Menempelkan Punggung tangan Ke dahi Gua. Gua Langsung Menepis Tangannya Dari Dahi Gua Dan Bilang Kalau Gua Baik-baik aja.
"Beneran? Gak Perlu ke UKS?"
"Enggak Jef" Jeda "Ayo Buruan, katanya mau ke kantin" Ucap gua Sambil jalan Duluan, Dari Tadi Semua Mata Natap Gua sama Jefan. Mungkin di pikiran mereka sekarang adalah 'Tu Cewek Kok bisa Deket Sama Jefan?'
Jujur aja Gua Gak suka jadi pusat perhatian, Rasanya Kayak lu di cekik secara tak langsung itu menurut gua Ya. Tapi Jujur lagi, Gua Pernah Di Bully Itu Aib sih Sebenarnya. Kejadian Udh 1 Tahun Yang lalu sih, Okey Skip aja.
__________________________________________
Saat Ini Gua Udh Di Kantin duduk bareng Temen-temen Jefan Garis Bawahi Temen-temannya. Jefan Cukup Ramah dan Kalem Menurut Gua, Tapi Temen-temennya Itu Gk waras Semua!
"Aylin, Tumben lu mau gabung" Ucap Teman Jefan Yang Namanya Leon. Dia Duduk di depan Gua Sambil Makan Batagor Sebagai Penutupnya, Sebelumnya dia Udh makan Bakso dua mangkok, Btw Dia Orang Yang Menurut Gua Sedikit Waras di antara teman Jefan Yang lain.
Gua Cuma Mengangguk Sebagi Jawabannya, Dan Langsung Lanjut Memakan Mi ayam Yang Di Beliin sama Jefan, Lumayan Makan Gratis Di Temenin Malaikat-malaikat tampan Yang sedikit tidak Berotak.
"Lin Jadi Pacar gua Yuk?"
"Berisik Lu Sean!"
"Apaan sih ndy, Gua Ngomong sama Aylin Kok Elu Yang Sewot?" Nah Yang Ini namanya Seantero singkatnya Sean. Dia Itu Yang Paling Playboy dari Playboy di Seluruh Sekolah, Udh Tau Playboy tapi Masih aja ada Yang mau sama Dia.
Gua Gak Begitu Peduli sama Ucapan Sean Karena Gua Cuma Suka Sama Jefan Yang Gak Peka itu.
Jefan datang Dengan Membawa Nampan berisi Es Teh Dan Nasi Goreng. Dia masih Pakek Baju Olahraga Belum ada Niat Mau Ganti ke Baju Putih, 'Entar aja Masih Lengket sama Keinget' Katanya. Dia Naruh Nampan itu di Meja dan Duduk di samping Gua.
"Ciyahhh! Cie Cie~" Sontak Suara Itu Keluar dari Mulut Semua Teman Jefan. Jefan Cuma menatap Teman-temannya Datar dan Melayangkan tangannya seakan-akan Ingin Memukul Candra, salah satu Temannya Yang Duduk Di Samping Leon Sekaligus Di depan Jefan. Candra ini Orangnya Tajir bangat, Bisa-bisa Uangnya Gk bakal habis 4 Keturunan. Dan Yang Paling Sombong dari Semua Temen Jefan.
"Jangan Ngomong Yang Aneh-aneh, Aylin Gk bakal Gk nyaman di Deket Kalian"
'Sial. Jangan Buat Gua baper klo lu gk mau tanggung jawab, Jef!'
Bersambung....