"Argh.. sakit sekali kepalaku," batin ku. Aku tak ingat apa yang terjadi tadi. Kepalaku sakit seperti habis dipukul.
Namaku Arsa, aku seorang anak usia 13 tahun. Aku suka jalan-jalan di lapangan kosong dengan temanku.
Dalam sedikit ingatanku yang teringat. Aku tadi habis pulang bermain sepak bola. Saat pulang habis bermain bola, aku selalu melewati jalan biasanya yang terapi-terapi pohon rimbun.
Rasa takut tidak ada dalam hatiku. Tapi tadi sore saat pulang rasanya ada yang aneh. Seperti ada yang mengawasi dari belakang tapi aku tak sadar siapa itu.
Bag!
Setelah itu aku tak ingat lagi apa yang aku alami. Rasa sakit tadi mestinya habis dipukul dari belakang.
Saat aku melihat sekeliling. Aku terkejut, ternyata aku tidak sendirian tetapi masih ada orang lain. Ada sekitar 6 orang yang aku lihat dari gelapnya malam. Mereka masih dalam keadaan pingsan.
Tiba-tiba salah satu dari mereka tersadar. Dia bingung melihat sekeliling yang gelap dan hanya ada sedikit cahaya bulan dari lobang gubuk.
Untungnya dia tidak berteriak saat tau dia dalam keadaan terikat.
Aku:"Hai.. nama kamu siapa?" suara pelan.
Dia masih bingung dan beberapa saat baru menjawab. "Ardi" ucapnya pelan.
Aku mulai bergeser pelan-pelan mendekat. Situasi yang sunyi membuatku jadi merasa aneh.
Aku :"Hai.. Ardi. Kamu masih ingat kenapa bisa disini?" tanyaku.
Ardi :"Aku juga gak tau. Terakhir yang aku ingat, saat aku pulang dari rumah teman. Aku ada yang mengikuti dari belakang dan lupa apa selanjutnya" ucapnya.
Aku :"Jadi, kamu juga gak tau ya," ucapku.
Dilihat dari situasi yang aku alami saat ini, aku tidak merasa takut. Suasana di luar sepi dan sinar malam berasal dari bulan.
Suara yang ada diluar hanya jangkrik. "Coba kau bangunkan yang disebelah mu," ucapku pelan. Ardi pun mencoba membangunkan yang lain. Tapi yang lain tetap tak sadar.
Srak srak!
Suara daun kering yang terinjak kaki. Suara itu membuatku terkejut dangan Ardi.
Aku :"Apa itu?" suara pelan.
Ardi :"Gak tau, tapi aku takut." jawabnya.
Aku :"Oh.. dah diam dulu," lanjut ku.
Suara mulai mendekat yang berarti langkah itu menuju kemari.
Krett!
Suara pintu terbuka pelan. "Tutup matamu" batinku. Aku menutup mata dan berpura-pura masih tak sadar.
Dalam gelap itu aku mengintip sesekali. Walau takut tapi aku masih memaksanya. Sosok orang besar terlihat, dengan tubuh yang tinggi, rambut panjang, dan badan besar.
"Hmm.." suara dia saat hembusan nafasnya. Dia berjalan pelan-pelan berkeliling depan kami. Barulah nampak samar-samar wajah yang seram layak monster (monyet stres).
Dia tak berbuat apa-apa setelah berkeliling. Habis itu dia keluar lagi.
Pintu tertutup pelan dan suara tak terdengar lagi. Itu membuatku sedikit takut mau berbisik dengan Ardi.
Brughh!
Pohon tumbang terdengar dari kejauhan. "Pasti dia yang melakukannya" batinku.
"Hai Ardi, kamu masih sadar?" tanyaku pelan-pelan. Tak ada jawaban dari dia. Aku pun mendorongnya dengan bahu tapi tak ada respon.
Ternyata dia pingsan lagi. Aku hanya sendirian yang masih sadar.
Hahaha!
Suara yang keras tapi jauh membuatku tertegun. Setelah suara itu hilang, suasana kembali sepi. Entah dari mana datang suara itu.
Mataku mulai tertutup karena mengantuk sekali.
***
"Ehh.. kenapa terasa hangat," batinku. Aku merasa berbeda dengan yang malam.
Aku terkejut dimana aku bangun dipagi harinya. Aku binggung kenapa aku bisa dirumah? kemarin itu apa cuma mimpi? tapi kenapa terasa begitu nyata?.
Ting!
Notif hpku berbunyi dan aku melihatnya. Pesan dari no tak dikenal. Dalam pesan itu tertulis "Aku selalu mengawasi mu!".
Tamat.