Ola jalan berduaan dengan seorang laki-laki yang merupakan pacarnya, dia adalah Gio. Laki-laki itu telah menjadi pacarnya sejak seminggu lalu. Hubungan yang masih baru dan hangat tentunya. Ola menerima lelaki itu sebagai kekasihnya lantaran Gio menembak hatinya dengan romantisme yang mampu melelehkan perasaannya. Setelah kejadian itu, mereka berdua terus bersandingan di setiap waktunya. Selalu memberi senyuman serta perlakuan baik pada Ola, membuat perempuan itu merasa nyaman dan bahagia.
Waktu berjalan. Kini hubungan antara Ola dan Gio sudah berjalan sebulan. Masih terkesan romantis meski tidak sekuat masa-masa awal jadian. Tetapi perempuan tersebut masih tetap nyaman berada di dekatnya sebab sang kekasih terus menarik perhatiannya dan masih membuat hatinya luluh.
Empat bulan berjalan.
Hubungan masih terjaga. Dengan sedikit perubahan dalam jalinan antara Ola dan Gio. Disini perempuan bernama Ola tersebut mulai kepikiran akan Gio yang sudah mulai hilang sisi romantisnya.
Enam bulan selanjutnya.
Ola masih mempertahankan sikap baiknya pada sang kekasih. Meskipun lewat perantara online sekalipun. Perempuan itu masih menjaga perasaan dan juga hubungan spesial ini. Sementara Gio di titik ini jarang sekali bertemu dengan Ola.
Satu tahun hubungan.
Keduanya sudah berjarak. Hubungan ini masih ada tapi rasanya begitu hampa. Tiada kontak dan pertemuan. Ola hilang sikap akan kebaikannya. Sementara Gio hilang sisi romantisme dan pehatian sejak beberapa bulan kebelakang.
Hubungan hampa dan terkesan main-main. Ola menyadari itu sekarang. Setelah menemui beberapa petunjuk mengenai sang kekasih yang sudah berubah. Mempertanyakan pada Gio adalah hal yang percuma bagi Ola. Sebab laki-laki itu tidak menjawab dengan jujur dan abai akan hal tersebut.
Sekarang Ola menampakkan sesuatu dari dirinya. Yaitu sisi jahat. Hati yang sakit itu harus mendapat balasan. Ola pun bergegas mendatangi Gio di rumahnya.
Ola tiba dan bertemu dengan Gio. Laki-laki itu menyuruh Ola untuk pulang. Namun, ia menolak dan tetap ingin membicarakan ini dengan harap terakhir kalinya. Ajakan bicara di tolak mentah-mentah oleh Gio. Hati yang sudah sakit sebelumnya, malah makin bertambah usai Ola melihat seorang perempuan lain berada di dalam rumah dari sang pacar. Perasaan hancur lebur dan kemurkaan naik ke permukaan. Ola beraksi untuk membalaskan dendam di hari itu.
Mendorong Gio ke dalam rumah, lalu menutup pintu dengan kuat. Kretekan jari Ola terdengar keras, dan tampaknya ia sudah siap untuk aksi balas dendam.
Suara teriakan mulai terdengar di dalam rumah. Dan berlangsung selama beberapa menit hingga Ola selesai dengan balas dendamnya.
Perempuan itu keluar dengan baju yang sudah berbecak dengan darah serta mata yang memerah.
Satu tahun selama ini ternyata hanyalah tipuan belaka. Ola sudah menemukan semua bukti terkait setelah menggeledah Gio yang terkapar karena serangannya. Kini Gio sudah pergi bersama kekasih gelapnya. Dan Ola merasa senang akan hal itu.
"Memunculkan sisi jahatku adalah kesalahan terbesarmu."
Tutup Ola seraya berjalan keluar lingkungan rumah.
-----SELESAI-----