Anggel lalu perlahan bangun dari tidurnya dan mulai mencoba memanggil pria itu. Ia mengenakan jas hitam dengan kemeja putih rapih dan lengkap dengan sebuah bunga yang ia pegang dengan kedua tangannya di depan tubuhnya. Anggel yang bingung melihat pria itu lalu membuka pintu kaca yang membatasi ruang bacanya dengan taman dan kolam renangnya itu.
“Permisi? Maaf anda siapa? “
“Halo, anda tidak seharusnya di rumah saya? “
Pria itu tidak menjawab dan tidak bergeming sama sekali dengan panggilan Anggel hingga Anggel sadar bahwa pria yang ia lihat adalah James yang mengenakan baju yang sama saat berada di peti jenazah nya tadi pagi. Anggel terkejut dan ketakutan, sambil perlahan mundur menjauhi James. James lalu mulai menangis dan memanggil-manggil nama Anggel.
“Anggell- Anggel.... Panas...
PANAS... PANAS.... PANAS!!!
Anggel yang panik melihat Tubuh James mulai mengeluarkan asap, kaki James yang masuk ke dalam kolam membuat kolam renang Anggel mengeluarkan buih seperti sedang di panaskan. James terbangun dari duduknya dan seluruh pakaiannya mulai terbakar hingga ia kembali berkata
“TOLONG AKU ANGGEL..
“TOLONG... !!!!
Anggel terlempar ke belakang dan memecahkan pintu kaca tadi. Buku-buku yang ada di lemari buku Anggel perlahan jatuh satu persatu di ikuti oleh angin kencang yang menerpa Anggel, James yang sudah berubah menjadi manusia api melangkahkan kakinya mendekati Anggel yang menangis ketakutan.
“KAMU SAYANGKAN DENGAN KU? TOLONG AKU ANGGEL!!! “
Anggel menangis dan terus berteriak mencoba mengusir James, agar segera pergi. Anggel melempar beberapa buku yang berada di sampingnya setelah terjatuh dari rak buku ke arah James, tapi itu tidak membuat James pergi hingga ia melempar sebuah buku yang baru saja ia beli juga ke arah James dan tiba-tiba James hilang dari hadapan Anggel begitu saja. Angin yang bertiup itu berhenti seketika dan hujan berhenti sekejap mata, hanya tetesan air yang tersisah di hadapan Anggel. Sadar ia tak aman Anggel kemudian mengambil buku yang ia lemparkan tadi dan ia melihat judul buku tersebut adalah “Android” di sana tergambar dengan sketsa jelas seperti kejadian saat ini, tergambar juga dengan jelas posisi Anggel saat ini yang sedang melihat buku itu.
Ia terkejut dengan semua isi buku yang ternyata serupa dengan kisahnya selama ini, bahkan terlihat sketsa gambar dirinya yang sedang melihat buku ini di ruang baca nya yang telah berantakan ini. Anggel yang penuh ketakutan akhirnya memberanikan diri membuka lembar selanjutnya dari buku itu dan ternyata...
"Oh Tuhan... "
Bersambung..
Hi, jika teman-teman penasaran dengan kelanjutannya, silahkan baca Full Story nya di novel Android.
jangan lupa like & comment kalau teman-teman ada saran. terimakasih 😁