Aurel adalah seorang gadis cantik yang berasal dari keluarga sederhana. Karena kepintarannya dan kecantikan nya, Ia di kenal sebagai mahasiswa populer atau bintang kampus. Menjadi wanita idaman banyak cowok di dalam kampus atau luar kampus. Namun, Tidak ada satu pun dari cowok cowok itu yang masuk ke dalam tipenya.
Hingga suatu hari, Ia menyadari sesuatu + tidak menyangka bahwa di kampusnya ada buaya darat, Yang dimana tipe buaya darat itu lah yang masuk ke dalam tipe cowok idamannya.
Aurel pun bercerita ke pada Sahabatnya, Bahwa ia menyukai buaya darat itu. Tak menunggu waktu lama, Berita itu meyebar. Seakan penasaran buaya darat itu juga mulai mendekati Aurel. Sebut saja namanya Gilang.
Waktu berlalu begitu cepat, Kini Aurel sudah mulai akrab dengan Gilang, Tidak bisa di katakan akrab.. Mereka berdua terlihat seperti sepasang kekasih, Tapi sayangnya tidak ada hubungan khusus antara mereka berdua.
Aurel merasa nyaman ketika bersama Gilang, Rasa ingin memiliki Gilang sepenuhnya sangatlah kuat.. Aurel juga merasa bahwa Gilang juga seperti nya nyaman dengan nya.
Hingga suatu hari, Sebuah kebenaran terungkap.
Kejadian di kantin kampus pagi ini, Membuat Aurel kecewa. Kejadian pertengkaran antara Gilang dan kakak sepupu aurel yang tidak terlalu akrab dengan aurel, Membuat sebuah kebenaran terungkap.. Kebenaran tentang kakak sepupu aurel ( sebut saja kiara ) dan Gilang adalah mantan sepasang kekasih, Tidak hanya itu.
Kebenaran kedua adalah Gilang gamon terhadap kiara. #Deg serasa di sambar petir tunggal.. Tubuh aurel lemas tak berdaya, Pikiran nya fokus ke Satu pertanya. " Apakah aku hanya sebuah tempat pelampiasan selama ini? ".
Menyendiri adalah hal pertama yang di lakukan aurel, Ia ingin menenangkan suasana hatinya. Ia mengabaikan semua jadwal mata kuliahnya Hari ini, Tidak perduli lagi pada sekitarnya.
Sudah 2 Hari, Aurel dan Gilang tidak bertukar kabar atau bertemu " Biarkan ia menenangkan pikiran nya, ia sedang kacau " pikir aurel.
Hari ini akhirnya mereka bertemu, Gilang terus melemparkan pertanyaan pada Aurel.
" Kenapa tidak telfon aku? sudah 2 Hari kamu mengabaikan ku. apa aku berbuat salah? kenapa kamu tidak mengabariku? kemana saja kamu? sesibuk itu kah kamu? " Tanya Gilang.
Aurel hanya diam, Ia bingung harus bagaimana menanggapi pria di depan nya ini. " Aku hanya membiarkan kau mendinginkan kepalamu, menenangkan hatimu. " Ucap Aurel
" Apa aku harus menempelkan es pada kepalaku agar ia menjadi dingin?! hm? " kesal Gilang
Aurel terdiam
" Aku hanya membutuhkan kamu ada di sisiku, Tapi kamu mengabaikan ku " Ucap Gilang lembut
" Maaf " hanya ini yang bisa aurel katakan, Ia bingung harus bagaimana menanggapi sikap pria satu ini. Karena ia tidak pernah bermasalah dengan pria apa lagi masalah seperti ini.
Hari berlalu dengan baik, Namun tidak untuk Gilang dan Aurel. Aurel kembali mengabaikan dan menghindari Gilang. 1 Minggu, Sudah satu minggu Aurel memperlakukan Gilang seperti ini. Ia sebenarnya tidak ingin ini terjadi tapi karena rasa takutnya, Ia memutuskan melakukan ini semua.
Kini aurel tengah duduk sendirian di kantin kampus, Entah apa yang ada di pikirannya ia melamun dengan tatapan kosong. Bahkan ia tidak sadar, Bahwa Gilang sudah berada di depan nya.
" Kemana kamu selama ini? " Ucap Gilang yang membuyarkan lamunan Aurel.
" Aku.. Aku sibuk " Bohong Aurel
" Kau berbohong?! "
" Terserah kau saja "
" Jika kau bosan pada ku, katakan saja.. Aku akan sadar diri " Ucap Gilang Beranjak pergi
" Aku tidak bosan padamu, Hanya saja aku berpikir ' kenapa kau tidak menyelesaikan masa lalu mu dulu, lalu kau datang padaku? ' Rasa nya aku ingin menangis, Marah, Kecewa, Dan memukulmu karena kenyataan ini. Tapi sayangnya aku hanya TEMAN mu dan tak lebih " ucap Aurel menekan kata " Teman " lalu pergi
" Maaf Gilang, tapi Aku butuh kepastian. " Batin Aurel
" Aurel! Jawab! " kesal Gilang karena sedari tadi Aurel hanya melamun.
BOOM!
Kini Aurel terbangun dari halu nya, Halu bahwa ia akan berani mengatakan semua itu tapi nyatanya realita tak seindah ekspetasi.
" Maaf " lagi lagi hanya ini yang bisa Aurel katakan.
" Hanya itu? " Tanya Gilang kesal
" ya " Ucap Aurel singkat lalu pergi
Semua nya kembali seperti semula, Aurel tanpa Gilang.. Mimpi yang tak terwujud, Kebenaran yang belum terungkap, Kenangan Romantis antar " Teman " semua nya sudah di kubur dalam dalam oleh aurel.
Jika, Berpaspasan dengan Gilang.. Ia akan pergi dengan rasa sakit hati. Jujur Aurel kini gamon terhadap Gilang. Rasa sayangnya pada Gilang masih melekat di hatinya, Rindu akan perlakuan Gilang menjadi beban menetap di bahunya.
" apakah Gilang juga? " Tanya bunda Aurel yang mendengar cerita Aurel tentang ia dan Gilang.
" entahlah bunda, Aurel tak tahu " jawab aurel
" Semoga saja dia bahagia karena telah kembali ke dalam pelukan Kiara " Batin aurel.
~ TAMAT ~
Aku baru pertama kali buat cerpen, jadi maaf ya kalo ada yang salah.. 🙏😗