Memperhatikan layar ponsel sembari menunggu seseorang. Rena membuka sosial media selagi sempat. Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya orang yang ditunggu kehadirannya oleh Rena tiba juga. Dia adalah sang kekasih, Soji. Lelaki itu datang terlambat dari waktu yang telah di tentukan. Rena pun menanyakan alasan kenapa lelaki itu terlambat. Soji tak menjawab, malah dia beralih ke pembicaraan lain.
Rena menghela nafas dan mengikuti topik bicara dari Soji tersebut.
Mereka berdua bercakap sambil bergerak menuju stasiun. Pembicaraan biasa mengenai keseharian itu terus berlangsung hingga sampai di lokasi.
Beberapa langkah setelah memasuki stasiun, Soji merubah topik pembicaraan. Kali ini ia membahas tentang hubungan mereka berdua. Rena mendengarkan sekaligus membalas apa yang dikatakan sang pacar. Lalu Rena berhenti.
Ia berhenti bicara dan juga melangkah. Melihat Soji yang ada di dekatnya dan memandangnya cukup lama. Telinga Rena tidak salah dengar barusan. Apa yang dikatakan kekasihnya itu malah membuat hati Rena sakit.
"Apa maksudmu?"
tanya Rena pada Soji.
Soji lanjut berbicara dan kembali menyakiti hatinya lagi. Topik pembicaraan yang awalnya terkesan biasa saja, malah menjadi panas. Rena tidak terima dengan perkataan Soji yang secara mendadak menilai buruk dirinya. Padahal selama ini Rena tidak pernah mendengar omongan semacam itu keluar dari mulut Soji. Pembicaraan begitu memanas, dan Rena tak menyadari bahwa nada suaranya sudah cukup tinggi. Orang-orang sekitar memperhatikan kedua pasangan muda itu. Adu mulut terjadi antara Rena dan Soji. Keributan itu pun berhenti seketika saat kereta tiba di stasiun. Soji bergegas pergi, tetapi Rena menahannya. Karena ia masih ingin tahu kenapa Soji tiba-tiba berubah seperti ini.
Soji berkata bahwa dirinya sudah memiliki pacar baru dan juga menyampaikan kata putus pada Rena di waktu yang sama.. Hal itu menandakan bahwa hubungan yang mereka jalin ini sudah selesai sampai disini.
Soji sudah pergi dengan kereta tadi. Sekarang Rena sendirian dengan sakit hati yang ada dalam dirinya. Perasaan sedih terasa dan menyebabkan air mata keluar membasahi pipi. Hubungan berakhir dan tiada lagi namanya kekasih. Rena hanya bisa menerima keadaan dan memulai lembaran baru.
-----SELESAI-----