Revalina Seorang Janda yang di tinggal suami meninggal dunia pada saat selesai malam resepsi pernikahan nya.
Sungguh Ironis nasib seorang Revalina di hari yang paling bahagia nya, di hari itu juga hari yang paling sedih nya, dimana status Belum Menikah menjadi Sudah Menikah di hari itu juga Status Janda di Emban nya, sungguh Ironis takdir mempermainnya nasib Revalina.
Bertahun - tahun dia menjalani hari dengan rasa sesak, karena status nya seorang Janda.
Kalian Tahu predikat Janda di mata orang desa itu sungguh rendah.
Ibu - Ibu pada takut suaminya di ambil janda kembang, siapa yang tidak takut Revalina seorang gadis Upss Gadis tapi Janda itu sangatlah cantik.
Padahal mereka sudah mengetahui awal sampai akhir kisah Revalina tapi yaa namanya manusia mereka tidak melihat kisah atau mau mengingat kisah tersebut, yang mereka tahu Hasil ya yang mereka tahu Revalina seorang Janda.
Lima Tahun sudah menjadi bahan gunjingan ibu - ibu fitnah demi fitnah di lontarkan.
Hari ini Pemerintah setempat mengadakan acara Masyarakat Sehat. Poskedes atau Pustu di Desa Revalina Mendatangan Dokter Muda dari Puskesmas daerah Desa Revalina.
" Sebelum kita Pemeriksaan Kesehatan Gratis, sebaiknya kita senam sehat dulu ya Ibu - ibu dan Bapak - bapak, Adek dan Kakak semua nya" Kata salah satu Petugas Kesehatan
Setelah 1 jam mereka Senam Sehat, mulailah mereka check kesehatan.
Jiwa kepo ibu - ibu berontak, setelah mereka tahu Dokter muda dan tampan itu single mulai lah para ibu - ibu ingin menjodohkan sang Dokter dengan Anak Gadis mereka.
Sekarang giliran Revalina ngcheck kesehatannya.
" Dok.... Dokter" Revalina memanggil Dokter tersebut pasalnya Dokter muda tersebut sedang melamun.
" Ah iyaa maaf " Kata Dokter Sultan iya nama Dokter Muda tersebut Dokter Sultan. Cantik banget perempuan ini gumam Dokter Sultan .
Setelah selesai acara Masyarakat Sehat semua pada bubar ke rumah masing - masing.
Di malam hari nya
" Nama gadis itu Revalina, sungguh cantik ternyata gadis desa itu cantik nya melebihi gadis kota" Gumam Sultan. " Apa dia sudah menikah, kalau belum aku mau menikahin nya" Sultan bergumam . Malam ini fikiran Sultan hanya pada Revalina.
Hari berganti hari, Sultan bertemu lagi dengan Revalina dan ternyata Revalina bekerja di kantor Desa tepat di sebelah Puskesmas tempat Dokter Sultan.
Warung Makan
Revalina melihat Dokter Sultan
" Dokter" Revalina
" Siang Revalina, kamu kerja di kantor Desa ya ? " Sultan
" Iya Dokter " Revalina
" Kau tidak menyapaku Rev? " Kata Redho Perawat di Puskesmas tersebut dan mereka sudah mengenal.
" Kalau sama kamu mah Dho udah bosen kan tiap hari ketemu, Ngapai mau nyapa lagi" Revalina
" Kamu mah gitu Rev sama aku" Redho
" Ya sudah aku masuk duluan ya Dokter dan Redhoo" Kata Revalina.
" Kamu kenal sama Revalina, Dho ? " Sultan
" Kenal Dok, kita satu SMA" Redho
" Dia sudah punya pacar atau suami ?" Sultan
" Dia Janda Dok" Redho
Sultan terkejut dan jantungnya mungkin sudah berhenti berdetak beberapa detik, setelah dia bisa menguasai diri dari keterkejutannya Sultan bertanya lagi
" Cerai Hidup atau Cerai Mati,? soalnya kalau seumuran sama kamu kan masih Muda umur 26 Tahun" Sultan
" Cerai Mati Dok, Emang kenapa Dok ? Dokter Sultan suka ya sama Revalina" Kata Redho
" Iya aku suka, kau bisa mendekatkan ku dengan nya" Sultan
" Bisa Dok sungguh sangat BISA" kalau sama Dokter aku setuju, semoga kali ini benar - benar berjodoh sama Reva aku benar - benar kasihan sama Reva Gumam Redho.
Misi mendekatkan Sultan dan Reva pun berjalan dengan lancar dan mulus, Reva walau status nya Janda banyak yang mau mendekati nya tapi tidak ada satu pun yang nyantol di hati nya Reva tapi dengan Sultan dia benar - benar merasa nyaman.
Tiga bulan pendekatan dan sekarang mereka menyiapkan pernikahan mereka.
Satu Bulan sudah Persiapan Pernikahan akhirnya Rampung dan Sekarang Sultan sudah menjadi Suami dari Revalina.
Malam Pertama
" Sayang kau masih Perawan ?" Karena Sultan mengalamin kesulitan untuk menggol gawangnya Revalina
" Iya Mas" Reva
" Kenapa kau tidak bilang kepadaku?" Sultan
" Mas tidak bertanya" Reva menjawab dengan polos nya
" Aku hanya tahu kau janda mati, dan aku tidak mau bertanya tentangnya karena aku tidak mau kau mengenang nya, mengingatnya karena aku pasti cemburu makanya aku tidak bertanya" Sultan
" Sayang aku sungguh bahagia aku orang yang pertama kau sungguh JANDA TING TING" Sultan
Akhirnya Revalina hidup bahagia, keluarga Sultan tidak mempermasalahkan dengan Status Revalina, sungguh sekarang hidup Revalina bahagia.
^ The End