Betapa tiba-tiba aku menjadi ahli tawa saat denganmu, Lantas semua terlihat tak ada yang sia sia.Yang tadinya rumpang terlihat terisi dan teduh. Sepertinya aku butuh keahlian ini sepanjang waktu untuk mengatur impianku.
Aku tidak banyak memiliki simpanan uang untuk banyak hal yang perlu di beli di kemudian hari, tapi sepertinya aku bisa menghasilkan banyak uang untuk hari hari tak terbatas. Bisakah kamu terus menjadikan ku ahli?
Betapa tidak beruntungnya aku, saat aku tidak mencoba sesuatu. Meski terlihat tak hasil, dengan senang hati aku mau terus mencobanya, meski kerap kali di landa rasa hampa dan banjir air mata.
Aku yang merasa sejauh ini sendirian.
Hitungan hari hari yang ku jalani mulai denganmu, aku paham tentang aku yang menjadi lebih senang jika kita saling bercakap cakap. Ini membuatku untuk terus mencoba banyak cara untuk beberapa hal yang seharusnya menjadi kenyataan. Tolong
Bantu aku, temani aku.
Tentang betapa aku menginginkan ini
Dan melihatmu dengan rasa bangga terhadapku.
hingga tiba hari hal yang tak di mau terjadi.
Aku sering mendapati pagi yang asapnya mengepul dari secangkir ilusi, tepat di jendela bayangan diri terlihat delusi tanpa henti, Aku mencoba bersahabat lantas menghela nafas panjang dan mulai berbicara pada refleksi diri.
Dia memarahiku untuk hal hal kecil yang terlihat tak setara pada seharusnya, dan dengan tenang aku memperhatikannya penuh beku, hingga tiba pada perbincangan lebih intens dia berubah memohon dan memelukku, tiba-tiba ada yang menetes, mencairkan aku yang hanya mematung, lantas terasa hangat dan aku memberi senyum, sekali lagi pada diriku sendiri.
Aku mengerti hal apa yang perlu di lakukan, lantas aku memutuskan untuk pergi tertidur.
Mengizinkan mata untuk menerima pelayanan servicenya yang terbaik. pergi pada malam dan bergegas pada pagi hari untuk terus meraih.
Namun, terkadang waktu tidak mengizinkanku pergi dengan mudah. banyak hal yang berkecamuk dalam pikiran. Lantas seakan seseorang menanyaiku tentang "hari" yang aku belum pernah berjumpa dengannya, atau mengetahui kapan ia akan hadir?
"bagaimana jika nanti kau menjadi lebih unggul? Lantas akan ada lebih banyak mata yang tertuju?"
Lantas aku tertawa mendengar tanyanya. Dan mengatakan sejauh ini aku sudah menerima, jadi tidak ada lagi tempat untuk pengunjung baru. Dan aku pergi begitu saja darinya dengan mengengggam bayang yang melempar senyum di ilusiku
Aku putuskan untuk pergi menikmati coffe, di sebuah kedai ramai yang bermusik klasik di imaginasi.
Aku duduk tepat di ujung utara pintu dan melihat mereka, aku hanya tersenyum dan menyambut coffe datang, aku meneguknya habis, lantas mulai lagi dengan secarik kertas.
Eksotis.
hingga nyatanya sedari tadi aku sudah terlelap, percakapan tadi hanyalah alam bawah sadar yang belum mengantuk.