Senin, merupakan hari kerja paling sibuk, malam ini saya pulang kerja sangat larut malam, karena pekerjaan yang menumpuk. Saya terpaksa turun di perempatan dan harus berjalan kaki sekitar 70 meter untuk sampai ke rumah. Biasanya bus berhenti tepat di depan rumah, tapi karena bus yang saya tumpangi malam ini adalah bus yang berbeda, jadi bus tersebut tidak melewati jalur rumah saya.
Aku berjalan di jalan yang sepi dan gelap, menoleh kiri dan kanan hanya ada pepohonan yang lebat. Malam itu saya merasa tidak seperti biasanya, karena tiba-tiba saja udara disana mendadak menjadi lebih dingin dari biasanya, membuat saya refleks menyentuh tengkukku yg tiba-tiba saja seperti ada yang menyeruak seperti angin yang meniup membuat bulu kudukku ikut berdiri.
Saya sedikit mempercepat untuk melangkah sambil menoleh ke kanan dan kiri kemudian saya juga menoleh ke belakang, apakah ada yang mengikuti saya? Setelah memastikan cepat-cepat saya tepis perasaan itu, mungkin saya terlalu lelah bekerja dan pulang terlalu larut. Tapi, pulang di jam seperti ini sudah menjadi kebiasaan ketika saya memiliki banyak pekerjaan, bahkan jalanan yang sepi dan gelap ini sudah saya biasakan sejak kecil, karena ini adalah tempat bermain untuk saya.
Hingga mata saya tertuju pada sebuah mobil dari kejauhan, melaju perlahan hingga hampir saja menabrak saya, untung saya cepat menghindar. Saya berpikir itu adalah hal yang biasa, karena itu hal yang lumrah terjadi ketika mobil atau motor melewati jalan ini. Namun, saya mendengar mobil berhenti dan mundur setelah melewati saya.
Untuk berjaga-jaga, akhirnya saya berlari untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Ditambah aku belum pernah melihat mobil misterius itu dengan warna merah menyala seperti itu di sekitaran sini. Saya masih terus berlari, tapi saya agak kewalahan karena harus berlari dengan memakai high heels yang sedikit tinggi.
Karena khawatir, saya melihat ke belakang mobil itu berhenti. Meskipun jarak kami sudah sangat jauh, tapi tiba-tiba, entah bagaimana di hadapan saya sudah berdiri seseorang, perlahan saya mendongakkan kepala untuk melihat, dan.... Betapa terkejutnya saya, saat dihadapan saya ternyata tengah berdiri sesosok makhluk yang sangat menyeramkan, dimana kepalanya yang hancur dengan sebelah matanya yang hilang ditambah darah diwajahnya yang terus menetes.
Saya menjerit histeris karena takut, saya mundur kebelakang. Saya ingin berlari, tapi langkah saya seperti terpaku, kaki saya gemetaran bahkan untuk melangkah pun sangat sulit. Aku berjongkok menutupi muka ku di antara kedua lutut.
Aku menangis disela-sela kedua lutut kaki ku dan mencoba mengintip, apakah dia masih berdiri di depan saya? Aku ketakutan karena aku belum pernah melihat makhluk itu sebelumnya, padahal ini ada jalan yang aku lalui setiap hari.
Kenapa dia menampakkan dirinya dihadapan ku?
Apakah dia ingin membunuhku?
Berbagai pertanyaan terngiang-ngiang di benak saya.
Tiba-tiba kesadaran saya mulai menghilang, saya merasa seperti melayang, tapi saya tidak bisa melihat apapun karena tempatnya sangat gelap, terakhir yang saya ingat dia menarik lengan saya.
Aku terbangun dari tidurku dengan nafas ngos-ngosan seperti orang yang habis lari maraton, jangan lupa keringat yang masih bercucuran di wajah saya. Ya Tuhan!!! Ternyata hanya mimpi, mungkin ini akibat karena saya tidur menjelang magrib.