Entah sejak kapan rasa itu telah hadir. Entah sejak kapan jantung ini selalu berdetak dengan tidak normalnya jika mendengar namamu saja.
Rasanya menyesakkan dan sedikit menyenangkan di waktu bersamaan.
Awalnya Aku mengira bahwa rasa ini adalah efek dari ke akraban kita selama ini. Aku mengira rasa ini adalah kagum sesaat. Aku selalu menepis rasa yang selalu menghantuiku, hingga...
Ya, Aku tidak bisa menyangkalnya lagi
Aku Mencintaimu, sahabat dekatku sendiri.
Tapi entah mengapa di saat ku sudah mulai memantapkan hati. Sebuah tembok penghalang berdiri dengan kokohnya di hadapan diriku dan dirimu.
Sebuah tembok pemisah yang mengingatkanku akan perbedaan kita berdua.
Sebuah tamparan besar bagi diriku sendiri, yang membuat duniaku seakan berhenti berputar dalam jangka yang lama.
kenyataan di mana Tasbih di tanganmu yang tidak mungkin menyatu dengan Salip di liontin kalungku.
Aku selalu meracau pada tuhan!
"Tuhan, Kenapa engkau menghadirkan rasa ini?! Mengapa?!!! --"
"Mengapa... Aku merasa sakit Tuhan... Rasanya sesak."
Cinta ini menyakitkan bagiku, menarikku tenggelam dalam lautan keputusasaan.
Mungkin banyak yang berkata Aku gila. Ya! Kalian benar Aku gila karena mencintai dengan segitunya, Karena Kalian tidak merasakan apa yang kurasa.
Tapi, Aku tidak bisa melakukan apapun untuk perbedaan ini. Karena Aku sadar diri untuk tidak egois pada kemauanku untuk bersama orang yang Aku cintai.
Aku ragu!
Ragu jika pilihanku itu membuat orang lain yang menyayangiku membenciku. Terlebih Kedua orang tuaku...
Jadi untuk itu, Aku hanya bisa mengubur rasa ini di dalam hati. Membiarkannya tumbuh dan menggerogoti diriku dengan rasa sesak yang
menyakitkan.
Aku ingin melihat berapa lama diriku dapat terhanyut dalam rasa perih ini. Rasa perih dan sakit karena mencintai seseorang.
Aku sempat berpikir!
Apakah mencintai itu salah?
Apakah Aku salah?
Jika Ia... Di mana letak salahnya?
Aku mungkin tahu jawabanya... Tapi, Aku membodohi diriku sendiri dan pura-pura lupa dan tidak tahu.
Cinta bisa membuat bodoh, dan juga pandai dalam sekejap.
Cinta bisa merubah seorang ceria menjadi pemurung.
Seorang penjahat jadi alim...
dan cinta juga bisa membuat terpuruk dan jatuh kedalam jurang ke hampaan seperti yang aku rasakan.