Kita yang bagaikan langit dan bumi bukan soal materi melainkan tentang kepercayaan dan keimanan
Bisakah di persatukan dalam ikatan suci pernikahan???
Seoul,korea selatan
Jalanan di seoul tertutup dengan salju udara nya dingin hingga menusuk ke tulang tak membuat gadis yang menggunakan hijab dengan lesung pipi itu menghentikan langkah nya
Gadis itu merapatkan mantel tebal nya tanda dia sudah kedinginan di tatap nya satu persatu pepohonan bersalju di pinggir jalan
Mata nya celingak celinguk menatap ke segala arah entah siapa orang yang gadis itu harapkan datang
Mata nya terpaku pada orang yang berada dihadapan nya dengan senyum lebar menghiasi wajah tampan nya
"oppa"ucap nya dengan bibir bergetar yang terlihat pucat entah akibat kedinginan atau hal lain nya
Masih teringat jelas oleh gadis itu hari pertama dia menginjakkan kaki di negara korea yang di kenal dengan sebutan negeri gingseng itu
Dimusim semi ketika bunga bermekeran waktu yang romantis untuk jatuh cinta bukan?
Di musim semi itu pula dia dipisahkan karena berbeda keyakinan
~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~
2 tahun lalu
Senyum lebar menghiasi wajah cantik gadis bernama almaira azzahra gadis dengan lesung pipi kulit kuning langsat gadis berkebangsaan indonesia itu untuk pertama kali nya menginjakkan kaki di korea
Karena alasan pekerjaan akhir nya dia terbang ke korea sebagai perwakilan dari kantor nya
Karena senang almaira sama sekali tak waspada bahwa ada sepasang mata sedang memperhatikan gerak gerik nya
Secepat kilat tas selempang nya di bawa lari oleh seorang pria bertopi hitam
"dodug-i iss-eo jebal(tolong ada pencuri)"teriak almaira dengan panik
Pria bertopi hitam itu berlari dengan kencang almaira menjadi pusat perhatian karena teriakan nya
Tanpa fikir panjang almaira berlari mengejar pencuri itu sembari menyeret koper nya tentu saja almaira tak berhasil mengejar pencuri itu dia pun berhenti berlari
Hosh hosh suara nafas almaira terengah engah tepukan di bahu nya membuat almaira terkejut bukan main
"gwen-cha-na?(kamu nggak apa apa)"suara bariton itu membuat almaira menatap intens kearah nya
Alis tebal hidung mancung mata yang sedikit sipit bibir tipis tentu saja kulit putih khas orang korea tubuh nya tinggi membuat almaira hanya setinggi bahu kekar laki laki itu
"astagfirullah "almaira tersadar akan kekagumannya terhadap laki laki dihadapan nya dengan cepat almaira menjawab nya
" ne (ya)"
Laki laki itu tersenyum lalu memberikan tas salempang almaira
"kamsahamnida(terima kasih)"ucap almaira membungkukkan badan nya lalu melangkah pergi meninggalkan laki laki yang terpaku menatap punggung almaira yang tertutup hijab panjang
Beberapa hari berlalu tibalah saat nya almaira bekerja sama dengan salah satu perusahaan dikorea
Hari ini adalah hari pertemuan almaira dengan pemilik perusahaan itu,almaira terlihat anggun dengan pakaian formal kantor
Dengan langkah mantap almaira memasuki perusahaan besar yang akan bekerja sama dengan kantor nya
Almaira memasuki ruangan CEO betapa terkejut nya gadis itu melihat laki laki yang duduk di hadapan nya
Laki laki yang kemarin menolong nya almaira membaca papan nama yang berada di atas meja laki laki itu CEO kang haneul
Sementara kang haneul menatap almaira dalam dengan senyum manis yang membuat laki laki itu terlihat sangat tampan
Beberapa jam berlalu mereka membicarakan kerja sama itu dan akhir nya kerja sama disepakati kedua belah pihak
"hyeobjo butagdeulibnida (mohon kerja sama nya)"ucap kang haneul mengulurkan tangan nya untuk berjabat tangan
Dengan cepat almaira mengantupkan tangan nya di depan dada menolak dengan halus uluran tangan yang bukan muhrim nya
"ne (ya)"ucap almaira dengan tersenyum membuat lesung pipi nya terlihat jelas
Kang haneul tak berkedip melihat senyum manis almaira gadis itu terlihat begitu cantik dimata nya
"yeppo (cantik)"tanpa sadar kang haneul berucap almaira langsung menatap bingung pada nya
"hah"
Kang haneul langsung menggelengkan kepala nya bahwa ucapan nya tadi bukan apa apa
"ne boebgessseubnida seonsaengnim (ya sampai jumpa pak kang)"ucap almaira membungkukkan badan nya lalu pergi meninggalkan ruangan CEO
Hari hari berlalu dengan baik tidak terasa dua bulan sudah berlalu kang haneul terang terangan menunjukkan ketertarikan nya pada almaira dan tentu saja gadis itu hanya bersikap sewajar nya
Sejak dua bulan ini almaira juga sudah merubah panggilan nya pada kang haneul menjadi oppa
Awalnya almaira tidak merasakan apa apa terhadap laki laki itu Namun apa mau di kata lama kelamaan hati almaira juga goyah karena perhatian yang diberikan laki laki itu hingga tiba saat nya kang haneul menyatakan cinta nya untuk almaira sehabis mereka jalan jalan di kota seoul
"almaira"ucap kang haneul dengan jantung yang berdetak kencang
"saranghe (aku cinta kamu)"ucap nya dengan lantang
Bibir almaira kelu tak sanggup mengeluarkan suara air mata nya sudah menetes bagaimana cara almaira menjawab nya sedangkan dia juga memiliki rasa yang sama untuk kang haneul
Dengan pelan gadis itu menarik lengan baju kang haneul membawa nya ke tempat duduk kosong
Almaira mulai menjelaskan bahwa dia juga menyukai kang haneul namun agama nya melarang hal itu karena mereka berbeda keyakinan
Kecuali salah satu dari mereka berpindah keyakinan tentu saja almaira tidak bisa karena dia memilih islam
Kang haneul tahu hal itu meskipun begitu dia tetap ingin menyampaikan perasaan nya untuk almaira
Seminggu sudah berlalu sejak hari itu mereka tidak bertemu lalu tiba tiba hari ini kang haneul ingin menemui nya
Dengan gagah kang haneul berdiri dihadapan almaira perasaan almaira tidak enak melihat senyuman kang haneul
"oppa"panggil almaira dengan sendu
"mian-hae (maaf)"
"geunyang kkeutnaeja (mari akhiri saja)"ucap kang haneul membuat almaira merasakan sesak di dada nya
"wae-geu-rae (ada yang salah)"kata almaira dengan air mata yang sudah membasahi pipi nya
"uljima (jangan menangis)"ucap kang haneul khawatir
"wae (mengapa)" tanya almaira dengan air mata yang sudah tak terbendung lagi
"naneun seontaeghal su eobsda (aku tak bisa memilih)"kang haneul berucap dengan lirih
"arraseo (paham)"ucap kang haneul
"ne arraseo (ya paham)"sahut almaira sembari menghapus air mata nya yang jatuh membasahi pipi nya
Begitulah semua nya berakhir almaira kembali ke tanah air setelah semunya pekerjaan nya berakhir
Gadis itu mencoba mengikhlas kan semua nya meski terasa berat baginya
Meski terasa sakit dia tak menyesal sama sekali karena telah mengenal dan mencintai kang haneul
Bagi nya itu adalah kenangan yang indah sekaligus menyakitkan
~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~
2 tahun kemudian
Seoul,korea selatan
Jalanan di seoul tertutup dengan salju udara nya dingin hingga menusuk ke tulang tak membuat gadis yang menggunakan hijab dengan lesung pipi itu menghentikan langkah nya
Gadis itu merapatkan mantel tebal nya tanda dia sudah kedinginan di tatap nya satu persatu pepohonan bersalju di pinggir jalan
Mata nya celingak celinguk menatap ke segala arah entah siapa orang yang gadis itu harapkan datang
Mata nya terpaku pada orang yang berada dihadapan nya dengan senyum lebar menghiasi wajah tampan nya
"oppa"ucap nya dengan bibir bergetar yang terlihat pucat entah akibat kedinginan atau hal lain nya
Seminggu yang lalu kang haneul menghubungi nya setelah dua tahun tak bertukar kabar laki laki itu meminta almaira untuk ke korea
Kang haneul menjelaskan alasan nya meminta almaira ke korea dua tahun lalu dia tidak ada sedikit pun niatan untuk mengakhiri perasaan nya pada almaira
Selama 2 tahun kang haneul mempelajari islam dan bahasa indonesia dan sekarang dia sudah menjadi mualaf
Alasan nya mengakhiri perasaan nya dua tahun lalu adalah untuk mempelajari islam dia tidak mau masuk islam hanya untuk menikahi almaira dia ingin masuk islam karena memang itu adalah kehendak nya
Dan sekarang barulah kang haneul merasa yakin untuk bertemu almaira dengan kang haneul yang baru kang haneul yang sudah memeluk agama islam
Tanpa sadar almaira berlari kearah kang haneul berniat memeluk laki laki itu karena begitu merindukan nya jujur saja dia tak pernah bisa melupakan kang haneul
"stop"cegah kang haneul dengan suara keras
"astagfirullah"almaira tersadar akan tindakan nya
Kang haneul tersenyum manis sama saat pertama kali mereka bertemu
"assalamualaikum calon makmum"ucap laki laki itu dengan gugup
"waalaikum salam calon imam"jawab almaira dengan senyum yang tak kalah manis nya
Satu bulan kemudian...
Almaira berjalan dengan gaun pengantin berwarna putih membuat nya terlihat begitu cantik
Kang haneul tersenyum menatap almaira lalu menjabat tangan ayah calon istri nya untuk ijab qabul
"saya terima nikah dan kawin nya almaira azzahra binti muhammad sholeh dengan mas kawin tersebut dibayar tunai"kang haneul berucap dengan lantang meski tak fasih berbahasa indonesia
"sah"
Almaira langsung mencium punggung tangan laki laki yang sudah sah menjadi suami nya
Kang haneul berbisik pada almaira"saranghe"
"saranghe"jawab almaira dengan mata berbinar
Tamat