✨Rico POV
3 bulan berlalu dengan berbagai materi dan lomba yang sudah aku selesaikan. Untuk sekarang aku memutuskan untuk istirahat dan mengambil 1 jadwal olimpiade untuk 2 Minggu mendatang. Pokonya aku harus tidur seharian.
"Bang! Abang bangun! Ih Abang bangun dong! Bang! Abang hampir telat. Bang bangun dong".
Aduh, kenapa sih bangunin orang pas mimpi indah. Gak tahu waktu banget nih orang. Sekarang kan hari Sabtu.
"Yaampun kak kalau bangunin Abang tuh jangan biasa aja. Ingat tutorial dari adek kamu ini".
Aku mengambil bantal dan menutup wajahku "Yaampun kalian berisik banget sih". Erang ku malas.
"WOY ABANG KALAU GAK MAU TELAT SEKARANG MANDI GIH! ABANG! MANDI! SEKARANG UDAH JAM 7".
Buset dah, adek siapa sih yang teriak-teriak? Aku tuh pengen rebahan seharian. Besok ada acara yang membosankan dan lama banget. Please deh jangan ganggu.
"Abang kalau gak mau cepet-cepet mandi mau di mandiin? Habis di madiin, di kafanin terus di buang ke tanah". Bisik seseorang ke telingaku. Sontak aku terbangun dan melihat mereka berdua. Nah bener 1 bocah rusuh ditambah 1 bocah mau rusuh.
Dengan wajah yang berseri-seri Stella berkata "Nah caraku lebih efektif kan?".
"Dek lain kali jangan kayak gitu lagi yah". Ucapku sambil mengorek telinga.
"Emang kenapa bang?". Tanya Jovanka.
"Geli dek, emang kamu mau dibisiki orang?". Tanyaku
"Aku sering tuh dibisiki sama teman-teman". Jawabnya polos.
Aku bertanya sambil merapikan tempat tidur "Udah deh, Abang mau tanya kenapa kalian nganggung waktu tidur orang lain?".
"ASTAGA! Jadi Abang lupa dengan janji yang Abang buat sama kak Lexa?". Teriak Jovanka dengan heboh dan senyuman-senyum sumringah.
"Loh jadi bang Rico mau kencan sama kak Lexa?". Tanya Stella heran. "Bukanya kak Lexa gak deket sama Abang ya? Kenapa bisa kencan?". Timbal Stella dengan tatapan tanya.
Aku mendengus kesal "Kata siapa Abang mau kencan?" Ucapku enteng.
"Abang bohong yah? Aku tuh udah tahu semua informasi yang Abang rahasiakan". Jawab Jova sambil memperlihatkan hpnya.
Aku mengambil paksa dan melihat isi hp miliknya. "HAH....dari mana bisa kamu tahu pesan-pesan yang ada di hp Abang? Kamu!". Sebenernya pengen nampol nih adek durhaka tapi karena anda Stella akhirnya aku urungkan niatku. Benar-benar deh rasanya pengen nangis di pojokan.
"Nah, nah, nah mana PJ nya?". Ucapnya sambil menadah.
"Hah, udah sana pergi nanti Abang traktir". Kataku sambil mendorong mereka berdua pergi.
Dengan tergesa-gesa aku mengecek hp dan mereset password keamanan hp ku takut kalau Jovanka membajaknya lagi.
Pesan
[08.30] Rico : Lex jadi gak? Tapi aku bakal telat nih. Baru bangun hehehh 😅
[08.01] Lexa : Jadi, aku juga asa masalah tapi gak serius sih. Kita undur jadwalnya aja.
[08.02] Rico : Kapan? Jam 10 gimana?
[08.03] Lexa : Oky 😘
[08.03] Lexa : Eh salah emot 😭☺️
[08.04] Rico : 💔
[08.04] Lexa : 🤭 Sampai Jumpa nanti
[08. 04] Rico : Juga 😻
[08. 05] Rico : 🥰
[08.05] Rico : 🥰
Lexa offline
[08.06] Rico : 😂
Akhirnya hal yang aku tunggu-tunggu akan terjadi. Ingin rasanya melihat wajah orang yang aku cintai. Pakaian ku sudah rapi gak sih? Udah wangi kan? Udah sempurna belum? Aku terus bercermin mengamati apakah ada kekurangan pada diriku. "Sempurna". Ucapku pd.
Cklek....Pintu terbuka.
"Astaga". Ucapku karena melihat semua orang sudah berdiri di depan pintu.
"Sejak kapan kalian ada disini?". Tanyaku aneh.
"Sejak kakak bercermin. Kakak ingat yah jangan sampai gagal". Jawab Jova sambil menyodorkan sebuah kotak.
"Semangat". Sahut Ella.
Mama mengelus kepalaku "Cie anak mama udah besar yah. Mama yakin kamu pasti bisa lakuin yang terbaik. Pokoknya jangan kecewakan mama". Ujarnya.
"Kak sudah jam 09.45 buruan berangkat". Ucap Ella yang ku balas anggukan.
Dengan semangat 45 aku berangkat menuju taman. Aku melihat sekeliling mencari keberadaan Lexa. Dimana anak itu? Benar kan tempatnya disini?.
Pesan
[10.15] Rico : Lex kamu jadi kesini apa gak?
[10.15] Rico : Aku udah di sini, nanti kalau kamu udah nyampe langsung ke taman mawar yah 🥰
[10.16] Rico : Kamu gapap kan?
Tring... Sebuah pesan muncul. Aku kira itu pesan dari Lexa namun ternyata salah.
[10.20] Kayra : Ric bisa dateng ke sini gak? 😟
[10.20] Kayra : Badanku sakit semua. Orang-orang gak ada yang di rumah. 🤒
[10.20] Kayra : Aku nganggung kamu? Maaf yah 😔
[10.21] Kayra : Tadi aku sudah telephon Stella tapi dia gak bisa dateng karena banyak tugas
[10.21] Kayra : Tadi aku juga udah bilang ke Jovanka, kalau kamu sibuk gapapa kok 🤗
[10.22] Rico : Aku datang sekarang
[10.22] Rico : Kamu udah minum obat kan? Nanti kalau aku udah nyampe kita langsung ke dokter aja. Jangan lupa siap-siap
[10.23] Kayra : Oke 🥰
Dengan tergesa-gesa aku menuju rumah Kayra. Aku takut kalau sakit yang dia derita waktu kecil akan kambuh. Kayra mempunyai penyakit yang langkah. Karena itu dia selalu diawasi oleh beberapa pengasuh.
Sesampainya di depan rumah Kayra aku memencet bel rumah, namun sudah lama aku menunggu tapi tidak ada orang yang membukanya. Dengan terpaksa aku memasuki rumah Kayra.
Saat masuk ke dalam aku memastikan apakah ada orang atau tidak. Setelah mengecek ternyata tidak ada 1 orang pun yang berada di rumah. Hal ini sangatlah aneh karena Tante Ika akan sangat marah kalau Kayra berada jauh dari bibi pengasuh.
Aku membuka pintu kamarnya dan melihat tubuh Kayra sudah terbujur lemah. Saat aku mengecek suhu tubuhnya, dia terbangun. "Kita ke dokter yuk". Ucapku sambil melihat termometer.
"Aku gapapa kok Ric, tadi aku sudah telephon dokter". Jawab Kayra dengan suara serak.
Aku mengambil minuman yang sudah tertuang di nakas dan memberikannya ke Kayra "Mana bibi pengasuh?". Ucapku.
"Tadi bibi kepala pengasuh izin mau pulang kampung, kalau bibi Ambar masih berada di rumah mama". Jawabnya.
Sambil membenarkan selimut aku berkata "Kamu tidur aja, nanti kalau dokternya udah datang aku bangunkan". Kayra mengangguk dan menutup matanya.
✨ Lexa POV
Baru saja aku mau menyapa Rico tiba-tiba dia berjalan sangat cepat. Aku tak tahu kenapa dia pergi dan mau kemana. Saat dia sampai di parkiran aku beberapa kali memanggil namanya, namun dia tidak mendengarnya.
Aku membuntuti kemana dia pergi. "Ini bukan menuju arah rumahnya". Ucapku aneh.
"Edmound cepat dong, nanti kita kehilangannya jejaknya". Ucapku melihat mobil Rico yang semakin cepat.
"Baik nona". Ucapnya sambil mempercepat laju mobil.
Di tengah perjalanan kami harus rela kehilangan jejak Rico karena ada Truk yang menghalangi jalan kami. "Sialan". Ucapku sambil mengebrak kursi mobil. Aku mencoba menghubungi nomor Rico namun ia tak mengangkat teleponnya.
[11.23] Lexa : Rico kamu ada dimana? Aku sudah sampai
[11.23] Lexa : Kamu ada masalah? Tadi aku lihat kamu pergi dengan tergesa-gesa. Kamu tidak apa-apa kan?
[11.24] Lexa : Aku akan menunggumu di taman. Kalau kamu ada masalah bilang sama aku.
Cukup lama aku menunggu namun, dia tidak menjawab pesanku dan tidak akan mungkin datang. Sebenarnya aku cukup kecewa dengan apa yang dia lakukan namun, aku juga berpikir mungkin saja dia ada masalah sehingga dia tidak dapat menghubungiku. "Nona, waktu yang diberikan nyonya besar sudah habis. Kita harus segera kembali". Sahut Edmund.
Dengan berat hati aku meninggalkan taman.
✨Rico POV
Samar-samar aku mendengar suara lembut yang memanggil namaku "Rico, Rico cepat bangun sayang. Kamu tidak mau pulang".
Aku membuka mata dan melihat Tante sudah berada di sampingku "Tante kapan pulang?". Ucapku sambil merapikan rambut.
"Sudah 4 jam yang lalu'". Ucap Tante membuatku terkejut.
Tunggu, Tante bilang 4 jam lalu? Sekarang jam berapa? Saat aku melihat ponsel jam sudah menunjukkan pukul 20.00 malam. Rico bodoh, ngapain sih kamu harus tertidur? Kamu itu ada janji sama Lexa. Pasti dia tadi nunggu lama banget, gatahu lagi nih mungkin dia marah besar.
Setelah berbincang-bincang dengan Tante aku memutuskan untuk pulang. Di rumah aku langsung pergi ke kamar dan merenung. Ku ambil hp dan melihat pesan terakhir dari Lexa.
[11.23] Lexa : Rico kamu ada dimana? Aku sudah sampai
[11.23] Lexa : Kamu ada masalah? Tadi aku lihat kamu pergi dengan tergesa-gesa. Kamu tidak apa-apa kan?
[11.24] Lexa : Aku akan menunggumu di taman. Kalau kamu ada masalah bilang sama aku.
"RICO BODOH". Teriakku frustasi. Besok apa yang harus aku katakan sama Lexa. Aku bahkan malu untuk melihat wajahnya.
"Huahhhh". Teriakku lagi.
"Rico jangan teriak malam-malam". Sahut mama.
"Baik ma". Jawabku malas.
Pesan
[20.45] Rico : Lex kamu nunggu lama yah? Maaf kemari aku ada urusan mendadak banget. Gak enak kalau di jelasin lewat chat. Besok kita ketemu di atap sekolah.
[20.46] Rico : Lex kamu masih marah? Maaf 😭
[21.10] Rico : Lexa aku benar-benar minta maaf 😭 tolong jawab 😭 Besok aku janji bakal jelasin semuanya.
[21.11] Rico : Aku benar-benar minta maaf, besok habis pulang sekolah kita ketemu. Aku janji gak akan lupa 😓
Apa Lexa masih marah? Yah Iyah lah, mana mungkin gak marah coba. Pokoknya besok aku harus ceritain semuanya. Aku membuang hp ke sembarang tempat dan tertidur.
Semoga besok berlalu dengan lancar.