”Hmm... kenapa dia belum datang? aku lelah menunggu tapi demi dia akan ku lakukan,” ucapku sambil duduk dikursi sebuah taman.
“Ba... lama ya nunggunya,” ucapnya sambil tersenyum.
“Gak lama, kalo demi kamu masih bisa” ucapku sambil memegang tangannya.
~~~
Hai!
Perkenalkan namaku Surya. Aku seseorang yang jarang tertarik akan sesuatu hal yang berkaitan dengan cinta. Aku jarang berhubungan dengan perempuan setelah aku sering tak dihargai.
Tetapi suatu hari seorang gadis menarik perhatianku. Dia adalah Refa seorang yang cuek bila dipandang.
Dari yang orang lain lihat, dia adalah seseorang yang galak, mudah marah, cuek, gak mood, dan bosenan.
Tapi tidak semua orang tau. Dibalik sifat itu ada sisi baiknya. Saat kamu baik dengan dia dia akan baik dan ramah denganmu.
Orang lain sering menggangunya, itu membuatnya mudah marah dan membenci orang lain. Banyak juga yang menyebutnya monster karena tidak mudah didekati. Siapa pun juga bakal marah apa bila kita dibicarakan yang gak sesuai.
Aku pernah menyapanya tapi dia gak balas, mungkin karena ada orang lain. Membuatnya tidak kelihatan peduli.
Tapi entah kenapa aku malah tertarik dengannya. Aku pernah mengikutinya diam-diam saat istirahat sekolah. Mungkin dia tau aku mengikutinya tapi dia tidak peduli.
Aku selalu melihatnya saat dia melintas dimana pun. Karena aku tertarik dengan dia. Apa tertarik harus seperti itu? apa kamu sudah memiliki rasa dengan dia? jawabku 'iya'.
Aku menyukainya. Saat wajah dingin atau cuek gak banyak orang yang cantik. Tapi saat dia tersenyumlah sungguh membuatku tak bisa berkedip.
Suatu hari di pagi yang sejuk. Aku melihat dia berjalan sendiri dan belum ada orang yang datang.
“Hai...” ucapku dari belakangnya.
Menolehlah dia dan menjawab “Hai juga”.
Mungkin lagi moodnya bagus atau memang kalo sendiri dia lebih santai.
Ku mengobrol dengannya tanpa harus melihat wajahnya. Waktu terus berlalu, karena tak ada orang membuat obrolanku lancar. Di sana aku tau dia orang yang asik, tapi tak semua orang bisa dapat sikap itu.
1 Minggu berlalu, aku selalu datang pagi dan bertemu dengannya. Hubungan kami baik saat tidak ada orang yang menggangu (sepi).
Tawa sering menghiasi wajahnya, senyum membuatnya semakin spesial dimataku.
Ke akraban ini membuatku semakin menyukainya. Rasa suka yang membuatku gila ini harus segera ku ucapakan.
Jadi aku menunggu waktu dan mendapatkan keberanian. Saat tiba waktunya.
“Refa, aku mau ngomong sesuatu nih” ucapku dengan wajah serius.
“Mau ngomong apa? ada yang spesialkah?” tanya Refa.
“Ya, sangat spesial dan berarti bagiku. Aku menyukaimu dan aku sangat berharap kamu mau bersamaku. Maukah kamu jadi pacarku?” tanyaku dengan keberanian yang sudah terkumpul.
Dia tersenyum dan menjawab....
Tamat.
#Akumencintaimu.
😅Dibuat dadakan semoga suka ya 🤭😁😁.