Hari libur sekolah adalah hari libur yang sangat dinantikan oleh Mirna, Tono dan juga Redo. Mereka berinisiatif untuk kumpul bersama di rumah Mirna membahas hal yang sedang viral saat ini. Tono mengatakan kepada mereka melalui group yang dibuat oleh Redo, group itu khusus dibuat oleh 3 member dan selain itu tidak boleh ada yang ikut gabung bersama mereka.
Respon yang begitu cepat di tanggapi oleh mereka berdua, Tono sangat senang mempunyai teman seperti mereka. Tono pergi dari rumah untuk membeli beberapa cemilan di Toserba, saat ia masuk ia tidak sengaja berpapasan dengan seorang kakek tua yang penampilannya sedikit kumuh.
"Bagaimana kakek ini bisa masuk dengan penampilan seperti ini" batin Tono
Ia kemudian berpaling dari kakek tersebut dan segera membeli apa yang ia butuhkan.
Setelah membeli beberapa cemilan di Toserba, Tono merebahkan tubuhnya di atas kasur sambil menunggu malam tiba.
Tono ketiduran hingga ia sampai dibangunkan oleh temannya yang bernama Mirna, ia mengatakan kalau dirinya dan juga Redo sudah menunggu dari tadi.
#Skip.
Tono memberikan cemilan yang disukai mereka, mereka sangat senang dengan pemberian Tono. Sesaat kemudian, Redo teringat akan suatu cerita mistis yang ia alami tahun lalu. Cerita tersebut membuat Tono dan juga Mirna mendengarkan dengan sangat serius. Saat Redo hendak melanjutkan ceritanya...
"Gimana kalau kita duduk di lantai saja?, jangan di kursi" Saran Mirna
"Kenapa?" Tanya Tono
"Udah nurut aja, toh nggak ada bedanya" Jawab Redo.
Saat Redo melanjutkan ceritanya lagi...
"bentar, lantainya kotor. Aku sapu dulu" Ucap Mirna
"Ah nggak dari tadi kamu ini!!!" Geram Tono
Usai menyapu lantai, sapu tersebut ia senderkan di kursi tepat samping Redo. Redopun melaniutkan ceritanya tersebut.
Di tengah-tengah cerita, tiba-tiba sapu yang Mirna sandarkan jatuh dan membuat mereka tersentak kaget. Mereka yang memandang sapu tersebut sesaat lalu mengabaikannya dan melanjutkan ceritanya.
Tiba-tiba... Terdengar suara kucing yang sedang bertengkar membuat mereka tersentak kaget untuk kedua kalinya. Mirna yang menyadari hal ini menyuruh untuk Redo menghentikan ceritanya, tapi Redo mengekang ucapan Mirna karena ceritanya hampir mau selesai. Akhirnya mereka melanjutkan cerita tersebut..
Bunyi suara kucing itu sangat menganggu Redo saat sedang bercerita, ia mencari asal bunyi itu dengan membawa sapu guna mengusir kucing tersebut.
Tiba-tiba Redo terkesiap melihat kucing tersebut berkelahi tanpa lawan. Ia berlari menemui Mirna dan juga Tono kemudian menceritakannya.
Seketika lampu berkedap kedip, Tono yang sedang bersandar di meja merasakan ada sebuah getaran. Kemudian meja itu berbunyi "Dugh-dugh-dugh" seolah ada yang sengaja menjahili mereka.
Mereka terdiam membeku mendengar bunyi tersebut, seketika itu juga lampu seisi rumah padam.
Mereka berteriak ketakutan, menangis dan berdo'a, berharap semua ini berakhir.
Lampu kembali menyala dan mereka menghela nafas dengan legah. Tapi, hal aneh yang menimpa mereka berikutnya adalah, mereka kedatangan seorang tamu yang tak diundang.
"Kenapa kalian tidak mengajakku?, padahal aku sudah bergabung dengan kalian"
"Apa kalian takut dengan kehadiranku?
Kemudian, Redo mendengar bisikan yang cukup membuatnya merinding.
"Makanya, kalau mau cerita tentang kami itu jangan mengada-ada~"