Menurut kalian apa itu arti cinta ??...
Kalau bagiku...
Cinta itu adalah perasaan hangat yang bisa mengisi kekosongan hati seseorang. Dan perasaan saling mengerti juga percaya terhadap pasangan, merupakan salah satu arti dari cinta tersebut.
Kadang kadang cinta itu bisa saling memiliki...
Namun terkadang cinta juga tidak harus mempunyai raga, namun rasa yang disimpan pada lubuk hati pun sudah dapat menjadi kebahagiaan dan bermetamorfosis menjadi sebuah cinta.
Cinta didunia ini ada banyak sekali macamnya.
Ada cinta manis, cinta romantis, dan juga cinta yang tidak diketahui telah tumbuh disela sela kenyamanan.
Lalu bagaimana dengan nasib cinta beda dimensi ??, Apakah cinta itu akan terabaikan ??, Atau malah bisa bersatu ??.
Inilah kisa cinta ku, seorang gadis biasa yang terikat benang merah dengan seorang raja siluman...
.
.
.
Namaku adalah Elena Akio Putri Rebecca, aku anak dari keluarga utama Rebecca yang memegang perusahaan keluarga nomor satu dibanding dengan keluarga lainnya.
Mengapa demikian ??, Sebenarnya kami terdiri dari 3 keluarga, ada keluarga utama yang dipegang oleh anak tertua sekaligus pewaris utama keluarga Rebecca.
Ada juga keluarga tengah, yang dipegang oleh anak kedua dari keluarga Rebecca, dan mendapatkan 35 persen dari kekayaan Rebecca.
Dan yang terakhir ada juga keluarga luar. Keluarga ini bisa saja dipegang oleh anak ketiga keluarga Rebecca, namun bisa pula dipegang oleh seseorang yang dipercaya penuh untuk mengelola keluarga luar ini oleh sang pewaris utama Rebecca. Berbeda dengan keluarga utama, keluarga luar terdiri dari banyak sekali kepala keluarga, termasuk sepupu jauh yang terikat tali pernikahan dengan seorang keturunan Rebecca.
Dari susunan keluarga yang rumit inilah aku terlahir sebagai anak tunggal yang sangat diharapkan bisa mengangkat derajat Rebecca lebih tinggi lagi. Jujur aku sangat bingung dengan keinginan mereka, karena secara menyeluruh Rebecca merupakan keluarga konglomerat nomor satu di seluruh dunia, tidak ada satu orang pun yang asing mendengar Rebecca. Lalu bagaimana aku menaikkan keluarga yang sudah diujung langit ini ???".
Yah... Itulah manusia, tidak pernah puas dengan apa pun.
.
.
.
Hari ini aku seperti biasanya sedang didalam perjalanan pulang menunjuk rumah. Jam menunjukkan pukul sebelas malam, langit begitu gelap seperti akan turun hujan sebentar lagi, tak ada bintang dan juga bulan yang bersinar menghiasi kegelapan malam.
Aku termenung didalam mobil karena tak tau harus melakukan apa, aku sama sekali tidak merasa mengantuk karena ada masalah didalam tubuhku, lalu sebenarnya aku juga sangat jarang untuk merebahkan tubuh dan beristirahat. Hingga jika sudah tidak ada pekerjaan seperti sekarang aku menjadi bingung dan bosan.
Disaat itu pula aku melihat sebuh tempat yang menjual jajanan ringan, makanan itu terlihat sangat enak dan juga menggiurkan, jadi aku pun meminta serketaris Aril untuk berhenti sebentar.
"Serketaris Aril". Panggil ku
"Ya, ada apa nona ?".
"Aku ingin membeli jajanan itu, jadi tolong berhenti sebentar".
"Tapi nona ini sudah...". Saat mendengar perintah ku serketaris Aril sedikit membantah karena cemas, tapi aku tidak akan membiarkannya menghentikan apa yang aku inginkan.
"Berhenti !!, Aku menginginkan makanan itu". Bentak ku dengan tatapan mata tajam.
Serketaris Aril pada akhirnya menghentikan laju mobil karena aku sudah marah seperti ini.
Setelah mobil berhenti aku langsung turun dan menuju ke tempat orang menjual jajanan ringan tadi.
"Selamat malam nona". Sapa sang penjual dengan ramah.
"Selamat malam juga". Balas ku
"Apa yang ingin anda pesan ??".
"Yang ini saja, saya pesan 10 tusuk". Aku menunjuk ke makanan yang berbentuk bola bola dengan isi 3 didalam setiap tusuknya. Aku tak pernah memakan ini jadi aku tak tau namanya apa.
Setelah mengetahui apa yang aku inginkan sang penjual itu pun dengan sigap langsung memasukkan pesanan ku tadi kedalam kemasan.
Namun saat sedang menunggu pesanan ku dikemas aku secara samar-samar mendengar suara aneh, yang keberadaannya tak jauh dari tempat jualan ini.
"Srak !!". Begitu awalnya suara aneh dimulai.
Aku cukup tenang saat mendengar itu, karena aku menganggap nya hanya suara daun yang dilalui hewan.
Tapi... sesaat kemudian...
"Ughh~". Aku mendengar gerangan seseorang yang sedang kesakitan.
"Dek".
"Apa itu ?".
Jujur, saat mendengar suara yang kali ini aku sangat ketakutan hingga mengeluarkan keringat dingin.
"Maaf, apa anda mendengar suara seseorang ??". Aku bertanya kepada tukang jualan yang sedang mengemas makananku itu, guna memastikan bahwa suara tadi hanya ilusi atau tidak.
"Hmm ??, Sepertinya tak ada nona, memangnya kenapa ??".
"Tidak... sepertinya saya salah dengar".
Ketika mendengar kalimat dari sang penjual akhirnya aku bisa mulai melupakan hal ganjil yang aku alami tadi.
Tapi untuk sekian kalinya aku kembali mendengarkan suara aneh yang tak tau dimana asalnya.
"Astaga~, kenapa suara itu datang lagi". Gumamku ketakutan.
Meski dalam ketakutan aku tetap penasaran dengan apa yang ada dibalik suara misterius ini, dan pada akhirnya dengan perasaan yang campur aduk. Aku menuju kearah semak-semak yang menurut firasat ku suaranya berasal dari sana.
Aku melangkahkan kaki perlahan lahan dengan keringat yang bercucuran.
Semangkin dekat dengan tujuanku keringat dingin ku semangkin deras mengalir, dan suara gerangan tadi pun semangkin kuat terdengar.
Hingga pada akhirnya langkah kaki ku menuju puncak ketegangan, aku sudah berada di depan semak-semak tadi.
"Ini saatnya". Begitu gumamku.
Akupun perlahan-lahan membuka semak itu dengan debaran jantung yang tak karuan. Namun setelah membukanya...
"Ahh !!". Aku malah kaget karena hal lain.
Aku kaget bukan karena adanya makhluk mengerikan, tapi karena aku menemukan seorang pria dengan luka tubuh dimana-mana.
Selain itu, bagiku perawakan pria ini sangatlah tidak wajar, ia memiliki tubuh yang sangat tinggi dibandingkan dengan pria lain, mungkin tubuhnya setinggi 190 cm, ditambah lagi pria itu memiliki rambut yang berwarna putih, namun ia masih sangat muda.
Lantas aku langsung kebingungan dengan hal ini, aku tak tau siapa pria yang tergeletak bersimbah darah dihadapan ku. Namun secara kemanusiaan aku ingin menolongnya karena merasa kasihan. Tapi aku juga takut jika pria ini adalah orang jahat.
Dilema yang tak ada habisnya itu membuat ku sempat berfikir sebentar. Namun pada akhirnya aku tetap membawa pria tadi kerumah ku untuk diobati.
Sebenarnya aku memang tak pernah merasa takut ketika membawa orang asing kerumah, karena rumahku itu dikelilingi oleh cctv disetiap sudut ruangan, ditambah banyak bodyguard yang menjagaku, jadi tak ada yang berani mengganggu. Selain hal-hal tadi rumah ku juga tak dihuni kedua orang tua ku, jadi aku bisa bebas melakukan apa saja...
Dengan bantuan serketaris Aril aku membawanya ke rumah. Setelah sampai dirumah, aku pun langsung memanggil Dokter keluarga Rebecca untuk mengobatinya.
Hingga pagi datang aku membiarkan pria itu terlelap tanpa ada gangguan.
..
.
.
Keesokan harinya...
"Ughh !!". Seorang pria terbangun seraya memegangi kepalanya.
"Dimana ini ??". Ucapnya sambil melihat kearah seorang wanita.
"Wahh !!, Syukurlah anda sudah bangun".
Setelah masuk kedalam kamar tamu aku dapat melihat pria semalam sudah sadar dengan kondisi segar bugar, aku sungguh sangat senang saat melihatnya karena kata dokter luka ditubuhnya sangat sulit untuk sembuh karena sudah infeksi.
Tapi itu semua terbantahkan karena setelah cek ke dua semua luka yang infeksi tadi sudah mengering. Tentu saja fenomena ini membuat para dokter keluarga Rebecca tercengang.
Aku tak tau bagaimana caranya luka itu sembuh dengan sangat cepat, tapi aku tak mempermasalahkan hal itu karena bagiku yang terpenting kesehatan pria ini.
Apa kalian tau, saat merawat pria itu aku sungguh sangat bersusah payah, karena hal ini adalah yang pertama kalinya bagiku.
Tapi untungnya aku tak pernah salah kasi obat atau salah ganti perban, karena kalau hal ini sempat salah entah bagaimana nasib pria itu.
Aku merawat nya tanpa ada menghitung detik dan menit. Hingga tak terasa satu bulan pun terlewati, pria yang aku temukan dalam kondisi menggemaskan kini sudah sembuh total dan berkerja sama dengan ku.
Pria itu bernama Erden. Ia sangatlah pintar dan cepat menangkap, aku kagum dengan nya. Karna tak ada satu proyek pun yang gagal jika sudah berada ditangan Erden.
Hari hari yang kami lalui bersama semangkin lama dan menambah kenangan sedikit demi sedikit, hingga tanpa disadari benih benih cinta pun tumbuh diantara kami berdua.
Kisah cinta ini berawal dari kalimat cinta pertama Erden kepadaku dibawah sakura. Dengan membawa cincin berhias permata, Erden berlutut dihadapan ku sambil mengutarakan Cintanya.
"Aku mencintaimu". Begitulah kalimatnya yang tak pernah aku lupakan.
Lalu setelah kalimat itu akupun mengangguk sebagai tanda ia dengan senyum yang mengukir.
Cinta kami berjalan sangat lama tanpa ada hambatan. Sampai pada akhirnya cinta itu memberikan kehidupan baru untuk dunia kepada ku.
Putri kecil yang kami beri nama Feronika Erdenia Putri Rebecca terlahir sangat sempurna tanpa ada kekurangan. Peri kecil ini lahir di bulan Oktober penuh bintang-bintang, dengan bibir mungil dan mata biru laut seperti Erden membuatnya seperti peri kecil yang menghampiri kami dibawah langit malam.
Tapi...
karena cinta dan kebahagiaan yang ada, Erden jadi melupakan sesuatu. Sesuatu hal yang sangat besar dan penting.
Sebenarnya ada sebuah rahasia besar yang Erden sembunyikan dariku.
Yaitu... Erden bukanlah manusia seperti ku. Namun salah satu siluman serigala yang menjadi pemimpin di sebuah kerajaan.
Kemudian ada satu fakta lagi yang membuatku kaget. Fakta yang mengatakan bahwa siluman serigala tidak boleh menikah dengan manusia, apalagi hingga ada keturunan diantara mereka.
Jika hal itu terjadi maka hukumannya bagi sang siluman adalah kematian.
.
.
.
Waktu yang telah ditentukan tak bisa diundur lagi.
Hukum yang ditanggung oleh sang siluman harus dipertanggung jawabkan saat ini. Bertepatan pada bulan Oktober dimana peri mereka datang, sang siluman pun harus merelakan nyawanya.
Dengan kalimat terakhir aku mencintai kalian, sang siluman meninggalkan anak dan juga istrinya didunia berbeda.
Itulah bukti cinta dari sang siluman, hingga akhir hayatnya mengingat wajah sang istri tercinta beserta peri kecilnya.
~Tamat~