Cia sedang membereskan barang-barangnya karena rumah yang ia tempati akan dijual, dan uangnya akan dibuat untuk membayar hutang dan sisanya untuk kebutuhan rumah tangga mereka.
Mereka sudah hidup susah setelah orang tuanya meninggalkan mereka beberapa tahun yang lalu karena kecelakaan pesawat.
Cia terpaksa tidak kuliah dan meminjam uang untuk sekolah adiknya sekarang Cia sudah berumur 21 tahun dan Nizu masih berumur 11 tahun.
"Kak, kita mau kemana kak??" Tanya Nizu sambil melihat kakaknya yang sedang membereskan pakaian ke dalam koper.
"Kita mau pindah rumah, soalnya rumah ini kakak akan jual, uangnya buat kebutuhan kita nanti"
"Ouh gitu kak" Tiba-tiba pintu rumah diketuk oleh seseorang, Nizu pun membuka pintu, ternyata ada kurir yang membawa paket Cia. Nizu pun membawa masuk paket itu.
"Kak ini kakak yang beli??" Tanya Nizu sambil membawa paket kearah Cia.
"Oh ya, sini mana paketnya" Liza kemudian membuka paket yang berisi sepasang kalung, lalu Cia memberi mainan yang ia impikan kepada Nizu.
"Wah bagusnya, ini beneran buat aku kak??" Tanya Nizu sambil melihat-lihat mainan yang diberi kakaknya.
"Ya itu buat kamu, jaga baik-baik ya?"
"Makasih kak, aku akan menjaganya" Lalu Nizu memakai menaruh mainannya di dalam tasnya. Setelahnya mereka bergegas menuju rumah mereka yang baru.
"Maaf ya dek, kakak cuman bisa beli rumah kecil ini" Ucap Cia dengan rasa bersalah karena dia hanya bisa membeli rumah kecil itu.
"Gak papa kok kak" Nizu terseyum, Cia pun ikut terseyum tapi dia juga menahan tangisannya. Mereka pun masuk ke dalam rumah dan menaruh barang-barang disana.
Setelahnya Cia berpamitan untuk keluar sebentar untuk membeli makanan untuk makan siang nanti.
"Niz, kakak mau keluar sebentar ya, kaka mau beli makanan buat nanti siang"
"Iya kak, hati-hati dijalan kak" Jawab Nizu sambil memainkan mainnya. Cia pun berjalan menuju toko yang tak jauh dari sana, dia menyebrangi jalan.
Tiba-tiba ada suara sirine dari mobil, ternyata ada mobil datang dari arah timur menuju arah Cia.
"Kyaaa..... "
. . . . . . .
"Kakak pulang" Sambil menaruh barang belanjaan di meja.
"Kok lama kak?" Tanya Nizu penasaran.
"Ouh tadi dijalan macet jadi lama deh" Cia lalu membuka tas lalu mencuci bersih sayuran dan memasaknya menjadi sup sayur kesukaan Nizu.
Selesai memasak, Cia menaruh sup kedalam mangkong dan menaruhnya di meja makan.
"Makasih kak" Cia hanya menjawab dengan senyuman tipis. Mereka pun menyelesaikan makan siangnya. Sorenya Nizu ingin jalan-jalan sebentar disana.
"Kak, ayuk kesana kak" Nizu menunjuk ke arah taman bermain dan di sana terdapat anak-anak yang sedang bermain. Lalu mereka berjalan menuju teman bermain. Nizu berlari ke arah temannya yang ada di kerumunan.
"Nizu jangan lari-lari nati jatuh loh" Cia menggelengkan kepalanya karena kelakuan adiknya.
"Haa, semoga Nizu tumbuh menjadi anak yang baik" Gumam Cia sambil meneteskan air mata menuju pipi dan akhirnya jatuh ke tanah.
"Kyaa hahahaha, muka mu penuh pasir, lihat mukanya"
"Hahahahah.... "
Tak terasa hari sudah mulai gelap, mereka pun akhirnya pulang. Dirumah Cia langsung menyiapkan makan malam, lalu bergegas untuk mandi lalu menganti pakaiannya.
"Nizu, kok lama sih?"
"Ya, kak sebentar lagi selesai" Beberapa saat Nizu akhirnya keluar dari kamarnya lalu duduk di kursi. Nizu yang melihat makanan di meja membuatnya tak sabar ingin memakannya.
Setelah Cia menyiapkan makanan Nizu, ia langsung memakan dengan lahap.
"Pela-pelan makannya"
"Iya kak" Jawab Nizu, selesai makan malam. Mereka kekamar Nizu.
"Nizu kaka mau tanya sebentar ke kamu, kamu janji ya jangan nangis?"
"Iya kak, kaka mau tanya apa?"
"Kakak mau pergi dulu ya? Ke tempat yang jauh" Cia meneteskan air mata dan memegang tangan Nizu erat.
"Ya kak, tapi kakak mau kemana?" Kok kaka menangis" Nizu mengusap pipi Cia.
"Kakak mau jemput ayah sama ibu" Seketika Nizu terdiam, dan menatap kakaknya dengan tatapan tak percaya.
"Ka-kak, ini bercanda kan?" Cia tak bisa berkata apa-apa dan hanya menggelengkan kepalanya, menandakan bahwa dia tidak sedang bercanda.
"Kak...... jangan pergi dariku kak, cuman kakak yang aku punya... hiks hiks hiks.. " Cia tak bisa apa-apa, tak lama kemudian ia tertidur.
"Kak jangan pergi kak... jangan kak... hiks hiks hiks... kak.."
"Hosh hosh hosh.... " Nizu terbangun karena mimpinya, lalu ia mengambil foto di sebelahnya lalu memeluk foto itu.
"Kak, ayah, ibu aku merindukan kalian, semoga kalian baik-baik saja disana....."