Ya, aku lala siswi smp kelas 7 seperti biasa aku bangun lebih pagi untuk bersiap berangkat ke sekolah, aku bersiap kali ini lebih pagi karena sekolah ku cukup jauh dan aku harus berjalan kaki menuju ke sekolah.
Sebelum berangkat ke sekolah aku pun memeriksa buku agar tidak ada yg tertinggal, lalu aku berpamitan dengan kedua orang tua ku sembari memberi kabar kalau sepulang sekolah nanti aku akan belajar kelompok di rumah teman ku dan pulang sedikit terlambat.
Aku pun berangkat menuju sekolah dengan cuaca yg kurang mendukung karena mendung yang sangat tebal.
Di hari yang sangat gelap ini tidak ada orang satu pun di jalan hanya aku seorang, aku tetap menyusuri jalan dengan bernunduk.
Ketika aku terus berjalan, aku merasakan hal yang tidak enak, seperti ada yg mengikuti ku dari belakang, padahal waktu itu tidak ada seorang pun di sana hanya aku sendiri.
Ketika aku terus berjalan, hujan pun turun dengan deras nya, mau tidak mau aku harus berteduh di sebuah rumah yang seperti nya itu ialah rumah sudah lama tidak di tempati karena di sekitar sini jarang terdapat rumah, dengan sangat terpaksa aku berteduh di teras rumah itu, meskipun bikin merinding.
Aku membersih kan sepatu ku karena terinjak oleh lumpur di jalan tadi, lagi lagi aku mendengar suara langkah kaki yang menginjak dedaunan kering dan aku tetap berfikir positif mungkin itu adalah hewan atau semacam nya. Lalu tiba tiba di dalam rumah itu terdapat suara benda yang terjatuh sangat keras, sampai aku terpeleset saking terkejut nya, karena merasa tidak enak aku segera berlari menuju sekolah dengan menerobos hujan yang deras, ketika aku berlari aku melihat sekilas seorang perempuan yang ku tidak mengenal nya berdiri di dekat rerumputan tinggi se tinggi tubuh nya yang menatap tajam ke arah ku, tetapi aku tidak memerdulikan nya.
Karena aku merasa sudah terlambat ke sekolah aku pun berusaha lari sekuat yang aku bisa walaupun baju yang ku pakai sudah basah kuyup.
Akhir nya aku sampai di gerbang depan sekolah.
ada salah satu teman ku bernama Tina melambai kan tangan nya dari kejauhan sembari memanggil nama ku dari jauh, lalu kita menuju ke kelas bersama.
Dengan pakaian yang sudah basah kuyup serta napas yang tidak teratur karna kelelahan berlari, Tina membantu ku untuk mengeringkan pakaian dengan kipas angin yang berada di dalam kelas, lalu aku menceritakan kepada tina tentang kejadian di jalan tadi.
Jadi siapakah perempuan di jalan tadi ? apakah aku yang salah lihat ?