mataku sedikit melotot tak percaya,,,melihat si tampan juna melangkah kearahku,ketika pandangan kami bertemu "gue boleh duduk,,," ucapnya ramah.
aku tersentak dari lamunan saat tangannya melambai kearahku."si,,,silahkan,,," ucapku gelagapan lalu mengambil tasku.
"makasih,,," lalu mendudukkan pantatnya dikursi sebelahku.deg,,,deg,,,deg,,,
"oh,,,astaga,,,diamlah,,,nanti dia dengar,," gumamku pelan nyaris tak terdengar sembari mengelus dada.
"kenalin,,,gue juna,,,lo,,,?!" juna mengulurkan tangannya kearahku tersenyum ramah,aku pun menjabat tangannya malu-malu sambil membetulkan anak rambut ku.
"ni,,,nita,,," ucapku pelan,menjabat nya cepat.aku hanya menunduk tak kuasa menatap wajah teduhnya.
"salam kenal ya,,,gue harap kita bisa berteman,,,"
aku menatapnya dengan ekspresi tidak percaya,dia,,,mau berteman denganku,,
"kenapa,,,lo gak mau temenan sama gue,,,?!" dia menatap heran kearahku yang gelagapan.
"ah,,,ti,,,tidak,,,bukan begitu,,,"
"baiklah anak-anak,,,mari kita mulai pelajaran nya,,,buka buku matematika kalian,,,"
aku lalu mengambil buku matematika lalu mulai menulis apa yang ditulis pak yayan di papan tulis dan mulai mengerjakan nya.sesekali aku menoleh kearah juna yang terlihat fokus mengerjakan tugas dari pak yayan.kalo seperti ini,,,kenapa dia terlihat lebih tampan,,,ah tidak,,,tidak,,,fokus nita,,,fokus,,,
aku mencoba menetralisir perasaan ku yang tidak karuan,menggeleng cepat dan kembali mengerjakan tugas.
tanpa disadari rupanya juna melirik kearah nita sambil sesekali tersenyum lalu menggeleng pelan.
-----
jam pelajaran usai berganti jam istirahat,,,aku yang tengah membereskan buku dihampiri beberapa anak perempuan,,,ah tunggu,,,mereka bukan menghampiri ku tapi menghampiri seseorang yang duduk disebelahku,,,ya,,,juna...
"mau makan siang bareng gue nggak,,,?!bareng gue aja,,,!!gue aja!!,,,gue,,!!!,gue,,!!!," anak perempuan tadi saling berebut mengajak juna makan siang,juna tampak santai dan menoleh kearah nita yang tertunduk lesu lalu tersenyum.
"maaf ya,,,gue makan siang bareng nita,,,ayo nit,,,gue belum tau letaknya jadi lo harus nunjukin ke gue..." juna meraih tangan nita yang terpaku mendengar perkataan nya lalu beranjak pergi meninggalkan kerumunan anak perempuan yang planga plongo tak percaya.
"si cupu,,,gimana bisa,,,?!" ucap salah seorang anak perempuan yang masih terdengar suaranya oleh nita.diluar kelas banyak anak perempuan menganga tak percaya menatap kearah nita yang tengah berjalan beriringan dengan murid baru yang menggenggam tangannya sambil tersenyum dan berjalan santai.
tampak wajah nita memerah menatap juna tak percaya,baru kali ini dia berjalan dengan anak laki-laki ke kantin.biasanya dia akan berjalan dengan ririn dan mita ke kantin.
sepanjang lorong kelas menuju kantin,tak hentinya terdengar suara gaduh anak perempuan menatap takjub kearah juna namun juga tak sedikit yang mencebik,tak percaya siapa yang berjalan disampingnya.
gadis cupu dengan kacamata tebal dan rambut di kepang dua diikat pita di tiap ujungnya,sungguh membuat sakit mata siapapun yang melihatnya,bagaimana bisa gadis dengan dandanan norak seperti itu berjalan beriringan dengan pangeran tampan dari negeri sebrang.
------
setelah sampai,juna melepas genggaman tangan nya lalu celingukan mencari tempat kosong.
"sebelah sini,,," mita melambaikan tangan kearah juna dan nita.mengerti dengan tatapan juna nita lalu mengangguk dan berjalan terlebih dahulu.
"kalian kok ninggalin aku sih,,,?!" nita merajuk dengan bibir yang mengerucut lalu menunduk.
"sorry deh,,,tapi kan sekarang dah ada dia,,," ucap ririn tersenyum emnggoda nita lalu mengangkat dagu menunjuk kearah juna yang tengah memesan makanan.
"cie,,,cie,,,beruntung ya jadi lo,,,bisa deket sama cowok ganteng,,," mita ikut menggoda nita yang sudah bersemu merah karena malu.
"jangan gitu dong,,,aku kan jadi malu" nita yang salah tingkah memilih duduk,tanpa sadar meraih teh botol milik mita lalu meminumnya.
"malu sih malu,,,tapi jangan ngembat minuman gue juga dong,,,mana diabisin lagi,,," mita pura-pura kesal dibalas cengiran nita yang terlanjur meminum habis teh botol milik mita.
"maaf ya,,,aku ganti kok,,," nita tampak menyesal sudah menghabiskan minuman punya mita lalu beranjak hendak membeli minuman.mita dan ririn terkekeh pelan melihat nita yang berlalu sambil menunduk hingga tanpa sadar dia menabrak seseorang.
brug,,,
"awh,,,gimana sih lo,,,kalo jalan tuh liat-liat,,,jangan nunduk mulu,,,emang dibawah ada apaan,,,hah?!"
nita menoleh sekilas kemudian menunduk takut,rupanya orang yang dia tabrak adalah kakak kelas nya.orang paling berbahaya dan paling dihindari anak-anak rentan bullying seperti nita.
"maaf kak,,,nita gak sengaja,,," menangkupkan kedua tangan sambil terus menunduk ketakutan dengan tangan yang gemetaran.
mita dan ririn yang melihat kejadian itu saling menyalahkan dan khawatir pada nita takut nita akan dibully habis-habisan karena menabrak orang itu.pasalnya hal serupa pernah terjadi pada anak-anak yang lain yang tanpa sengaja menabrak atau menyenggol nya,sepulang sekolah dia akan mencegatnya di gerbang lalu mengajaknya kembali masuk kesekolah untuk memberi pelajaran.jika pelakunya adalah anak laki-laki maka pacarnya yang akan membully nya untuk Sarah.
Sarah dan Riko pasangan yang paling ditakuti disekolah ini,banyak anak-anak yang menghindar dari berpapasan dengan pasangan yang dijuluki "couple of the beast" ini.makanya begitu bel pulang berbunyi para siswa akan saling berdesakan untuk dapat keluar lebih dulu atau sekedar menghindar ditengah kerumunan siswa lain,itu berlaku bagi para siswa yang pernah punya masalah dengannya.
------
"haduh,,,gimana dong nih,,,elu sih,,,ah" ucap ririn kesal pada mita sambil terus melihat kearah nita yang sudah dikerumuni para siswa yang tengah makan dikantin atau sekedar melihat keributan yang tengah terjadi.mita juga ikut khawatir namun takut juga untuk melawan karena Sarah adalah kakak kelasnya yang paling ditakuti,jika ia mencoba meleray sudah pasti ujung-ujungnya dia juga akan ikut dibully habis-habisan oleh sarah dan anak buahnya.
-----
juna yang sempat melihat nita sebelum terhalang kerumunan pun ikut menghampiri untuk melihat apa yang akan terjadi.
"oh jadi nama lo nita,,,kok gue kaya baru liat,anak baru lo,,?!" sarah merasa baru kali ini melihat nita,karena selama ini nita mampu menghindari sarah dan teman-teman nya dengan cara berjalan merunduk diantara kerumunan siswa yang pulang sekolah.tapi ternyata ia malah bertemu kakak kelasnya di sini,sungguh sebuah kesialan bagi nita.
"apa tadi lo bilang,,,maaf,,,?!!lo bilang maaf,,,hehhh" sarah bersidekap menatap remeh kearah mangsanya,ya mangsa.rupanya ia sengaja menabrakkan diri pada nita karena sedang bosan,akhir-akhir ini dia jarang bermain-main dan hendak mencari mangsa baru.
"udah sikat aja ni anak,,,lagian cuman di sentil doang juga paling entar mewek gak mau sekolah lagi,,," ujar via sobat sarah,lebih tepatnya antek-antek sarah yang ikut bersidekap disamping sarah dengan tatapan malas kearah nita diikuti riuh tawa siswa yang mengerumuni mereka kecuali juna ya,dia cuma melihat dengan wajah datar nya kearah sarah dan via.
Nita yang gemetar karena ketakutan,wajahnya sudah semakin pias dengan lelehan air mata.mendengar riuh tawa para siswa dan kakak kelas yang tengah berdiri dihadapannya mengingatkannya pada kejadian dimasa lalu.takut dan gugup bercampur jadi satu terngiang-ngiang di telinga.otak kecilnya terus memaksa kepala nya memutar memori masa lalu bagai kaset rusak yang diputar berulang-ulang membuat nita semakin menggigil ketakutan.
Juna yang melihat iba kearah nita pun maju dan segera memegang bahunya membuat nita tersentak lalu menoleh kesamping,menatap wajah dengan senyum teduh yang menenangkan nya.
sarah dan via menatap sengit kearah orang yang menghampiri nita "berani banget lo ya,,," via yang sewot malah ternganga takjub melihat sosok juna.
sarah pun demikian,ia mematung menatap kearah juna yang tengah menatap nya jengah lalu membantu nita beranjak bangkit.
"e,,,ekhem,,,ekhem,,," sarah tersadar lalu berdehem untuk menetralkan diri di ikuti via yang nampak gelagapan dan malu-malu melirik kearah juna.
"nama lo siapa,,,nama gue sarah,,," mengulurkan tangan meminta perkenalan,juna menatap sekilas kearah tangan sarah yang terulur kemudian berbalik menuntun nita yang masih gemetar ketakutan.
siswa-siswi yang melihat sarah diperlakukan seperti itu pun nampak tersenyum mengejek kemudian membubarkan diri,keadaan kantin kembali normal.berbeda dengan suasana hati sarah,ia nampak tak terima diacuhkan seperti tadi.
>>>>>>