Suatu sore, ketika matahari kian menenggelamkan cahayanya, ada sesosok gadis muda yang tengah duduk di bangku taman. Dibawah rindangnya pohon beringin, ia menatap ponsel yang tengah ia genggam sambil tersenyum.
Gadis itu bernama Nadia atau biasa dipanggil Nana. Ia sedang menunggu seseorang. Dari banyaknya orang yang tengah lalu lalang, ia sesekali menengok ke kiri dan ke kanan mencari orang yang tengah ia cari.
Tak lama kemudian, datanglah pria yang memiliki postur yang tinggi, wajah tampan namun terlihat dingin, dan dengan setelan kemeja warna putih yang membuat ia tampak bersinar diantara orang-orang.
"Rei..!!!" teriak Nana memanggil pria itu yang bernama Reihan.
Reihan pun langsung menghampiri Nana dengan wajah tersenyum kecil. Karena sejak dulu Reihan dan Nana adalah teman sejak kecil, mereka sangat akrab. Meskipun Reihan memiliki sifat yang sangat dingin kepada orang-orang, ia terlihat sangat bahagia ketika bersama Nana.
"Apaan? Kenapa manggil kesini? Aku lagi sibuk tau." ucap Reihan pada Nana.
"Halah sok sibuk kamu. Pacar aja kamu gak punya." balas Nana sambil tertawa.
"Sibuk ngerjain tugas lah. Emang kayak kamu gak pernah serius ngerjain tugas kuliah." ucap Reihan.
"Iya-iya Reihan emang yang paling rajin dan pinter se-angkatan." ucap Nana sambil mengusap kepala Reihan.
"Apaan sih." seketika Reihan langsung menepis tangan Nana yang tengah mengusap kepalanya.
"Temenin aku beli alat tulis sama keperluanku dong. Bentarrr aja." ucap Nana sambil melipat tangan memohon kepada Reihan dengan mata memelas.
"Hufftt iya iya.." jawab Reihan.
_______
Sesampainya di toko, Nana tengah sibuk mencari keperluannya. Setelah selesai, Nana menatap Reihan yang tengah bermain dengan ponselnya sambil menunggu dirinya selesai berbelanja. Ia tak sadar ternyata temannya itu memang sangat tampan. Seketika ia terpesona pada Reihan.
"Udah?" ucap Reihan yang membuat Nana kaget dan langsung tersadar.
"Ee.. I..iya.." ucap Nana tergagap-gagap.
Ketika Nana tengah membayar di kasir, Reihan masih setia menunggu di sampingnya.
"Masnya mau isi pulsa sekalian?" tanya wanita petugas kasir pada Reihan sambil tersenyum malu.
"Gak.."ucap Reihan singkat.
Nana yang mendengar jawaban itu hanya tersenyum. Karena memang sering sekali ia melihat banyak wanita yang meminta nomor Reihan secara langsung.
Setelah keluar dari toko, mereka berdua berjalan menuju ke rumah mereka masing-masing.
Keesokan paginya, Nana dan Reihan berangkat bersama menuju kampus. Meski berbeda jurusan, mereka selalu saja berangkat berdua. Di tengah perjalanan, mereka juga tengah asyik mengobrol dan tertawa bersama.
Hingga suatu hari, tiba-tiba saja ada rumor bahwa Reihan tengah berpacaran dengan seorang gadis bernama Anna. Nana yang juga mendengar rumor itu sama sekali tak memperdulikannya. Karena ia tak percaya jika temannya menyukai seseorang.
Seperti biasa, Nana menunggu Reihan pulang dari kelasnya. Namun, saat ia tengah menunggu ia malah melihat Reihan berjalan berdua dengan Anna dan tertawa bersama-sama. Akhirnya Nana pulang sendirian dengan rasa kecewa.
Reihan yang biasanya sering menghubungi dan mencarinya kini ia seperti ditelan bumi. Ia menghilang dan tak pernah sekalipun bertemu Nana lagi. Namun banyak orang yang melihat Reihan sering bersama dengan Anna.
"Na.. Kenapa kamu udah gak keliatan bareng Reihan lagi? Biasanya kamu sama dia bareng terus kayak lem sama perangko." ucap Linda teman baik Nana.
"Entahlah.. Udah lama dia gak ada kabar." jawab Nana.
"Sibuk pacaran kali sama Anna. Jahat banget sih punya pacar temennya di buang." sahut Windy teman Nana.
Nana hanya terdiam mendengar ucapan kedua temannya. Ia merasa ada sesuatu yang kosong dalam hatinya. Reihan sudah seperti bagian dari hari-harinya. Namun kini ia menghilang begitu saja.
'Apa ini cinta? Atau hanya karena aku kehilangan sahabat baikku?' ucap Nana dalam hati.
______
Pagi kemudian, Nana berangkat ke kampus seperti biasa. Tak sengaja ia malah bertemu dengan Reihan di jalan. Nana hendak menyapa Reihan. Namun, seketika Anna datang dan langsung berjalan bersama dengan Reihan. Nana hanya bisa menundukkan kepala. Ia merasa hatinya sangat sakit dan perasaan sedih mengalir dalam dirinya.
Akhirnya Nana menyadari perasaanya dan ingin segera mengungkapkannya pada Reihan. Ketika Nana hendak menuju ke kelasnya, ia tengah menaiki tangga dan di belakangnya tiba-tiba muncul Anna sendirian. Di tempat itu, hanya ada Nana dan Anna. Tiba-tiba dari belakang Anna berteriak.
"Arrgghhh..." teriak Anna yang terpeleset dari tangga. 'Brukkk' suara Anna terjatuh dari tangga membuat semua orang berlarian mencari asal suara itu. Sedangkan Anna tergeletak pingsan di bawah tangga.
Nana yang berada di tempat kejadian seketika membatu. Ia sangat kaget. Saat semua orang tengah berkumpul, mereka berbisik-bisik dan menuduh Nana yang mendorong Anna hingga terjatuh.
Tak lama kemudian, Reihan datang dan langsung menggendong Anna menuju ke uks. Nana juga menyusul ke uks ingin melihat bagaimana kondisi Anna. Namun ia malah bertemu dengan Reihan dan Reihan menatap Nana dengan tatapan yang dingin.
Saat Anna tersadar, banyak orang tengah berkerumun melihat Anna. Begitupula Reihan yang berada di sampingnya. Nana juga berada di tempat itu.
"Anna jawab yang jujur. Yang dorong kamu si Nana kan?" tanya salah seorang.
"Ee...mm..mungkin Nana gak sengaja dorong aku." ucap Anna dengan penuh kebohongan.
Semua orang langsung berbisik-bisik dan mencela Nana.
"Enggak.. Aku gak pernah dorong kamu." teriak Nana.
"Gak usah bohong Na." ucap salah seorang lagi.
"Bener aku gak bohong kok. Rei kamu percaya kan sama aku?" tanya Nana dengan mata berkaca-kaca.
Reihan hanya terdiam tak menjawab. Nana merasa sangat kecewa dan pergi dengan menangis. Ia mengemasi barang-barangnya kemudian pulang kerumah.
Sampai di rumah, ia hanya bisa menangis sendirian di kamarnya yang gelap. Ayah dan ibunya sedang dinas di luar kota. Rumah Nana terasa sepi dan hanya terdengar tangisannya.
_____
Saat Nana mulai tenang, ia langsung mencari Reihan. Sesampai di rumahnya Reihan, tiba-tiba saja Reihan keluar dari rumah dan menemui Nana.
"Kamu percaya kan sama aku Rei? Aku gak pernah ngelakuin hal sejahat itu." ucap Nana.
"Entahlah. Anna bilang kamu pelakunya." jawab Reihan
"Terserah kamu mau mikir tentang aku gimana. Aku mau bilang kalo aku mencintaimu Rei.." Nana tak kuasa menahan air matanya dan mengalir begitu saja.
Reihan kaget dan terdiam. Ia tak tau harus bilang apa pada Nana. Ia hanya diam tak membalas perkataan Nana.
"Aku cuma mau bilang itu aja. Gak perlu kamu pikirin. Selamat tinggal." ucap Nana sambil pergi meninggalkan Reihan sendirian.
______
Ketika Reihan sampai di kampus, banyak orang yang tengah bergosip tentang Anna. Mereka berkata bahwa seseorang telah melihat cctv dan terlihat Anna jatuh dengan sendirinya tanpa ada seseorangpun yang mendorong. Reihan yang mendengar berita itu langsung berlari mencari Nana di kelasnya.
Namun, Nana tak terlihat berada di kelasnya. Ia terus berlari dan mencarinya di setiap sudut sekolah.
"Cari Nana ya?" tanya Linda.
"Iya." jawab Reihan.
"Kamu gak tau dia mau pergi ke luar negeri. Ikut pertukaran pelajar. Paling sekarang udah di bandara." ucap Linda pada Reihan.
Reihan pun langsung berlari dan mencari taksi menuju ke bandara. Sesampainya di bandara, ia terus saja berlari mencari Nana di setiap sudut bandara. Ia berharap, Nana belum berangkat menuju pesawat.
Dari kejauhan, terlihat dari belakang seorang yang sangat ia kenal. Ia langsung berteriak dan memanggil nama Nana.
"Naannaaaa..." teriak Reihan dengan suara yang sangat keras.
Nana yang mendengarpun menengok ke belakang dan melihat Reihan tengah berlari dan menghampirinya. Seketika Reihan langsung memeluk Nana sambil menangis.
"Na.. Maaf.. Maaf.. Aku gak percaya sama kamu. Tapi sejak awal aku gak pernah punya hubungan apapun sama Anna. Dari dulu aku juga mencintaimu. Sangat sangat mencintaimu." ucap Reihan.
Nana yang mendengar ungkapan itu ikut meneteskan air mata sambil tersenyum.
"Aku juga cinta sama kamu." jawab Nana.
"Anna suka sama aku tapi aku udah bilang kalo aku suka sama kamu. Maaf tiba-tiba aku menjauh. Aku kira kamu cuma nganggep aku sahabat. Aku takut malah aku yang melewati batas." ucap Reihan lagi.
"Iya iya.. Aku percaya kok sama kamu." jawab Nana yang tersenyum sambil memeluknya.
-TAMAT-