Sebelum lanjut ke ceritanya kalian baca dulu catatan ini yah agar kalian bisa tahu alur ceritanya.
Catatan: Menggunakan kata formal dan Informal
Genre : Teen, School, Komedi, Romantis
Sinopsis
Rico Arven Wajdi seorang pria yang memiliki paras rupawan, baik hati, dan suka olahraga. Rico disukai oleh 2 gadis yang sangat populer di sekolah. Gadis itu bernama Clara Lexa Ranjana seorang gadis bad girl yang cantik dan Kayra Mevian seorang gadis Cerdas, ambisius, baik, sopan, dan penyayang.
Aurestella Aqila Wajdi dan Jovanka Lovata Wajdi adalah adik dari Rico. Miliki kepribadian yang bertolak belakang antara satu sama lain membuatnya dikenal akan ciri khasnya masing-masing. Stella memiliki paras imut, cuek, baik dan perhatian. Jova memiliki paras cantik, cerewet, kekanak-kanakan, dan periang.
Cinta itu adalah rasa atau perasaan seseorang yg datang ketika dia kagum atau suka dengan kelebihan orang lain_Rico Arven
Cinta? Suatu hal yang membuat orang lain bersemangat_Stella
Cinta itu mengasihi, tanpa ada rasa yang membenci, di dasari dengan komitmen bukan dengan euforia berlebih ataupun nafsu, cinta abadi dan tidak pernah bisa di ukur_Jovanka
Sebuah hubungan yang saling menguntungkan itu adalah cinta_Lexa
Cinta itu nyata jika kita melihat orang yang tepat_Kayra
✨ Stella POV*
Seorang pria tampan tengah berjalan ke arahku. Dia sangat tinggi, tampan, baik, ramah, suka olahraga, dan cerdas siapa lagi kaulau bukan bang Rico. Aku melangkah mengikuti jejak yang ia tinggalkan. Rasanya begitu menyenangkan. Aku seperti anak ayam yang mengikuti induknya.
Jam istirahat berbunyi aku mendengar suara kegaduhan. Aku bergegas melihat ke arah sumber suara. Terlihat beberapa anak sudah berkerumun. Aku mendongak melihat apa yang sebenarnya terjadi.
Tapi, apalah dayaku yang bertubuh pendek. Meskipun aku melompat setinggi gedung pencakar langit aku tak mungkin bisa melihatnya. Karena sudah lelah aku ingin kembali ke kelas. Namun tangan besar mencegahku untuk pergi.
Aku melihat siapa yang berani menyentuh tanganku yang indah ini. Saat aku mendongak tawaku langsung pecah.
"Hahahaha. Abang habis ngapain? Hahahaha lucu". Dia mencubit pipiku dan memukulku dengan perlahan.
"Udah durhaka kamu sama Abang". Ucapannya sambil mengelus-elus kepalaku. Aku melihat semua anak tengah menatapku. Dengan Wajak sok cool aku memasang muka datar.
"Bang mau tanya? Tadi ada apa? Kenapa pada ngumpul?".
"Gatahu, tadi ada orang gila yang melempar tepung dari lantai atas. Kemudian mereka semua mengerumuni Abang" Ucapannya sambil melihat anak-anak yang masih menatap kami.
"Woy....woy.....woy....Kenapa kalian lihat Abangku ha?cepat pergi!!!! Bubar...Bubar sana!!!!".
Nah! nama orang yang sedang marah-marah ini adalah Jovanka adik kembarku sekaligus adik ke 2 dari Bang Rico. Dengan wajah ceria Jova datang ke arah kami. Ia memasang wajah kesal saat melihat Abang. Aku tidak tahu apa yang ia pikirkan hanya saja firasat ku tidak enak.
Benar saja, Sekarang jin apa lagi yang merasuki dirinya. Tanpa ada aba-aba dia berteriak sangat keras membuat semua anak-anak menatap kami. Dengan rasa malu aku menunduk.
"Berani sekali orang yang membuat Abang kotor. Siapa pelakunya?"
"Sumpah, ini anak ngapain? Buat keributan seru, tapi kalau masalahnya membesar dia bahkan tidak mau melihatnya". Batinku.
"Udah Jov, Abang baik-baik aja kok. Jadi kamu gak usah buat keributan lagi". Ujar Bang Rico sambil membersihkan tepung dari tubuhnya.
Semua anak yang telah berkumpul tidak ada yang mengaku. Yah, mungkin saja bukan mereka. Beberapa anak-anak memutuskan pergi untuk melakukan aktivitasnya kembali.
Karena perutku sudah sangat lapar aku menyeret jova menuju kantin. Karena kami telat datang jadi makanannya hampir habis. Aku memutuskan untuk mengambil Nasgor, Jova mengambil Mi goreng, sedangkan Bang Rico mengambil ayam crispy.
"Rico, kenapa kamu masih ada disini? Pak kepala sekolah nyari kamu dari tadi. Sebaiknya kamu segera pergi". Kata perempuan cantik yang bernama kak Kayra.
Kak Kayra merupakan sahabat Abang dari kecil. Dia selalu bermain dan juga belajar di rumah kami. Jadi jangan heran kalau mereka berdua sangat dekat. Satu lagi informasi yang aku tahu bahwasanya kak Kayra suka sama Bang Rico.
Setelah mendengar ucapan kak Kay dengan tergesa-gesa Abang menyelesaikan makan. Dia berlari sangat kencang dan meninggalkan sisa makanannya begitu saja. Aku tercengang. Untung saja dia tidak menabrak seseorang.
"Ehh, tunggu. Siapa yang bayar makanan Abang?". Ujarku sambil mengacak-acak rambut Jova.
"Apaan si El? Ngapain ngacak-acak rambutku yang lembut bagaikan sutra". Keluhnya sambil mengunyah makanan.
"Kalau makan jangan bicara". Jawabku.
✨Rico POV
Karena ucapan Kay aku harus bergegas menuju ruang kepsek. Bodohnya aku lupa membayar uang makan. Mau bagaimana lagi, sudah nanggung kalau kembali ke kantin. Mungkin saja Ella atau Jova yang akan membayar makananku.
Saat aku sampai di depan ruangan kepala sekolah beliau menyuruhku untuk masuk dan duduk. Saat masuk aku disuguhkan secangkir teh yang beraroma Chamomile. Pak kepala sekolah meminum teh itu dengan nikmat. Seraya mengambil dokumen beliau menyuruhku meminum teh Chamomile yang tadi beliau tuang.
Dari baunya saja tercium aroma menenangkan. Saat aku meneguknya rasa hangat dan ringan mengalir di tenggorokan. Minuman ini sangatlah enak apalagi untuk penderita Anemia.
"Cocok sekali untuk Jova". Ujar ku sambil meneguk teh.
Pak kepsek memberikan sebuah amplop yang entah isinya apa. Beliau menyuruhku untuk membukanya di rumah. Beliau juga menitipkan 1 amplop untuk mama. Selama ini aku tak tahu hubungan apa yang terjalin antara mama dan Kepsek yang aku tahu pak kepsek membuatku menjadi kurir dadakan.
Setelah urusanku selesai aku memutuskan untuk pergi ke kelas. Di sana hanya ada aku dan Lexa. Dia menatapku dengan tajam dan mengalihkan pandangannya ke luar jendela.
Tring......Bel berbunyi. Semua anak-anak berbondong-bondong memasuki ruang kelas. "Baiklah anak-anak sekarang buka halaman.....". Setelah guru menjelaskan materi aku segera mengerjakan soal-soal untuk mengetahui kemampuan ku.
Saat asyik mengerjakan tugas. Kayra terus memanggil nama ku. "Rico, Ric, hey Rico". Ucap Kayra membuat fokus ku teralihkan. Aku menoleh ke arahnya dan tersenyum. "Ada apa?" Ucapku. Dia membalasnya dengan senyuman.