Mencintai itu mudah, itu lah kata yang selalu terucap dari kalangan remaja yang selalu menyebutkan kata cinta.
Tapi tidak dengan aku.
Mencintai itu sulit seperti kita membuka kehidupan baru yang belum pernah kita jalanin, membuat kita bodoh akan menentukan arah.
Tapi siapa sangka aku yang tidak percaya akan cinta itu sendiri mala cinta itu yang menghampiri diri ku..
Awal kisah ku berawal disini..
Sesosok lelaki yang tampan dengan kulit putih mempesona dan ideal favorit setiap wanita membuat aku terpesona akan sesosok itu.
Ya aku mengagumi kakak kelas ku yang jago main basket, seperti biasa aku selalu hadir disetiap saat dia latihan basket dengan pura2 membawa buku agar tidak keliatan bahwa aku selalu memperhatikannya..
Dan tanpa sadar bel masuk akan pelajaran berikutnya pun berbunyi. Aku bergegas menuju ruangan kelas untuk mengikutin pelajaran tersebut.
Dan selang beberapa menit pelajaran pun usai.
Dan tiba-tiba.....
Brakkkk....
Au ... sakit..
"Sorry saya tidak sengaja, saya buru-buru soalnya."
Terdengar suara yang familiar yang membuat jantung ku berdegup kencang.
"Haa... eee... enggak apa-apa kok".
"Yakin?"
"Hmm eee.. iya. Hmm anu saya ehh enggak eh maksudnya aku enggak apa-apa kok kak."
Dengan suara terbata-bata dan malu aku pun langsung pergi.
Deg... deg... deg..
Omg jantung ku, itu beneran kak erlang gak ya?.
Mimpi apa aku semalem sampai bertabrakan dengan orang yang kusukai.
Ya sesosok itu ialah Erlang De Willios.
Dan dihari berikutnya...
Banyak wanita yang berkerumun mendekati kak erlang ya karena dia idola para wanita, dan membuat aku cemberu akan hal itu.
Cemburu akan keberanian mereka yang mendekati lelaki pujaannya.
Dan tanpa sadar aku mengambil bola basket dan memantul-mantulkan di lantai alias dribbling dan aku pun melakukan lemparan bebas (Free throw)..
And yappp masukk..
Bola pun masuk kekeranjang basket.
Huu..
Dan..
Prok...prok..prokk...
"Ternyata kamu hebat juga ya, bisa kita duel?"
Dan seketika aku pun menoleh.
"Kak erlang."
Rasa bahagia pun bercampur dengan rasa malu.
"Nggak kabur lagi?"
"Emmm iya ini mau kabur, eh anu eng nggak kok."
Dan suara langkah kaki pun semangkin mendekat dan mendekat. Dan alhasil aku kabur gitu saja karena rasa gugup .
"Ehh tunggu."
Yaelah kabur lagi kabur lagi, emang muka aku kayak zombi ya makanya kabur terus.
Hmmmm.....
"Kak erlang.. kak?"
"Hemmm."
Ini cewek enggak bisa apa ya gak ngejar mulu.
"Kak hmm aku loli dari kelas XI ini aku buatin bekal buat kakak makan siang."
"Sorry lagi kenyang lol."
Erlang pun pergi gitu saja meninggalkan loli yang menahan tangis karena ditolak.
Hupp.... Lelahnya.
Perempuan yang main basket tadi siapa ya, kenapa setiap melihat aku selalu kabur gitu saja.
Tapi dia cukup menarik tidak seperti cewek lain yang selalu berkerumun untuk mendekati aku.
Bahkan dia mala pergi dengan tergesa- gesa ketika meliahat aku, hemmmm....
"Hey bre bengong saja, entar kesambet loh."
" Eh elu dir, ngagetin saja."
" Elu enggak pergi lang ngeliat fans loe?"
"Kagak."
"Lah biasanya kan dimana ada loe disitu para ladies mengantri. Kayak gula dikerumunin semut".
"Dir loe kenal gak sma cewek yang dilapangan basket tadi?"
"Maksud loe si adel?"
"Ohh adel."
"Iya dia adik kelas kita kelas XI, jangan bilang loe ehem ehem..."
"Bising loe, cabut sana!"
" Hahaha gue kasih tau ya dia lagi ditaman itu lagi nungguin pangeran menjemput hahaha..."
"Bising ya."
Ya dia adalah sahabat aku namanya dirga orangnya roncah banget bikin kehebohan.
Ehh tunggu tadi katanya adel ditaman ya aku samperin ah..
drap.. drap.. drap suara langkah kaki pun semangkin cepat.
Adel loe kenapa sih dodol banget setiap jumpa kak erlang pasti kabur gitu saja. Kan kak erlang nanti semangkin ilfil.
Eh ini bayangan siapa ya?
Duk...
"Auu sakit."
"Aiss adel kenapa ya kamu ini, kalau gak kabur kamu jedutkan kepala aku iss sakit tau."
"Ehh kak erlang, ehh anu ehh maaf kak nggak sengaja soalnya kaget saja."
Gimana ini aduh adel bodoh banget jadi mangkin ilfil kan kak erlang samamu bagus kabur saja deh.
Dan ketika aku mau kabur tiba-tiba tangan aku ditarik sama kak erlang.
"Mau kabur lagi del?"
"Ehh anu kak enggak kok."
"Sini duduk dulu capek tau kalau berdiri terus."
Ya ampun adel mimpi apa semalem bisa duduk berdua sama kak erlang, jantung ku berdegup kencang. Aduh gimna ini kedengaran enggak ya bunyi jantung ku?
Ah malu banget sama kak erlang.
"Kamu emang gugup kalau ngomong atau cuman sama aku?"
"Hmm anu enggak kok."
"Biasa saja adel, aku enggak makan orang kok."
Tarik nafas dalam-dalam buang. Pasti bisa adel harus berani gak usah gugup.
"Kak erlang tau dari mana nama aku?"
"Aku nanyak sama dirga."
"Kak dirga?"
"Iya."
"Kenapa?"
"Pengen tau dan pengen mau carik tau."
"Kenapa pengen tau, kan banyak cewek lain yang suka sama kak dirga?"
"Kamu langsung to the point ya (sambil tersenyum)."
"Eh maksud aku enggak kayak gitu kak."
Dan tiba-tiba erlang memegang dagu adel sehingga mereka pun bertatapan muka.
"Del, aku kasih tau sama kamu tidak semua laki-laki suka sama cewek yang selalu mengejar. Buang pikiran kamu itu jauh-jauh."
"(Sambil tersenyum) Tapi kan mereka cantik-cantik?"
"Kalau aku bilang aku lebih tertarik sama kamu gimana?"
"Haa apa? Kakak ngomong apa tadi (dengan suara gugup)?"
"Aku suka sma kamu del, kamu beda dari yang lainnya. Kamu ngangap aku bukan sebagai idola melainkan sebagai cowok biasa yang pada dasarnya tidak punya keistimewaan."
"Sebenarnya kak aku juga suka sama kakak tapi aku bingung gimana ngungkapinnya dan aku gak punya keberanian seperti cewek-cewek yang selalu mendekati kak erlang. Aku iri sma mereka yang selalu berani dekat sama kakak."
"Del kamu tidak usah merasa iri sama mereka karena aku lebih suka kamu jadi diri kamu sendiri.
Jadi del kamu nerima aku tidak ini?"
"Hemm... gimana ya heemm iya deh aku terima hehehe."
"Jadi mulai sekarang kita jadian ne?"
"Hmmm... iya."
"Berarti mulai sekarang kamu harus percaya diri sama diri kamu sendiri dan kalau ada cewek yang dekatin ke aku dan kamu merasa cemburu kamu bisa datangin aku langsung kok."
" Iya kak, kak hmmm I Love you. Aku cinta sama kakak."
" I love you too del, aku juga cinta sama kamu."