Aku menemuinya. Melihat matanya yang sedikit lesu, ku bisa mengenali kegelisahan yang tengah ia bawa. Tapi aku diam dan ingin berjalan di sampingnya. Berharap bisa sedikit menghibur.
Kami berdua telah sampai di pemberhentian bus. Memandangi jalan yang telah sepi di penghujung malam.
Ia memulai percakapan "Sepertinya aku perlu nambahin dikit kreasi di beberapa bagian, kan?"
Untuk kalian yang belum tahu, kami sedang mengerjakan proyek bersama.
Ia terus melanjutkan semua pendapatnya. Tak ada sama sekali tentang perasaannya. Semuanya tentang pekerjaan. Ia terus bersembunyi di balik senyuman dan antusias.
Pikiranku tidak fokus. Hingga spontan sebuah kalimat meluncur dari bibirku.
"Kau sudah bekerja keras" Kataku kepadanya sembari tersenyum bangga.
Aku menoleh cepat sambil berkata "Jadi Ap... "
Saat aku belum sempat menyelesaikan kalimatku. Kulihat dia menitikkan air mata kemudian dengan cepat memalingkan muka.
"Terima kasih ya sudah mengatakannya. "
Aku senang telah mengatakan itu. Batinku dalam hati.