Bagian 1
Happy Reading.
****
Namaku Aileen Kataya Dominic, biasa dipanggil Aileen. Anak tunggal keluarga Dominic. bergelimang harta tapi kasih sayang " nol ".
Meskipun itu uang juga untukku tapi aku lebih suka disayang daripada diacuhkan. Kedua orang tuaku sibuk dengan bisnis serta posisi mereka sebagai anggota DPR-RI.
Homeschooling sudah biasa, tapi tahun ini aku nekat untuk mendaftarkan diriku, disekolah biasanya.
Dengan berbekal persyaratan aku datang ke ruang tata usaha sekolah tersebut.
" Ada yang bisa saya bantu nak ?" tanya guru tersebut.
" Silahkan masuk dulu "
Aku mengangguk, duduk didepan guru tersebut. Aku menyerahkan persyaratan pendaftaran tersebut.
Guru itu menerimanya. Memberikan aku formulir. " Silahkan diisi dahulu sebelumnya "
Aku mengeluarkan bolpoin ditasku mulai mengisi data untuk kertas pendaftaran itu.
" Ini bu, "
" Baiklah, Nak Aileen bisa datang hari senin untuk mengikuti tes IQ dan kejuruan yang dilakukan pihak sekolah "
" Pukul berapa ya bu ?"
" Pukul 8.00, Nak Aileen harus sudah berada disini "
" Baiklah kalau begitu saya permisi dulu, bu "
" Silahkan "
****
Hari Senin tanggal 13 Juli. aku datang kesekolahan sendirian. tidak ada teman disini. tidak ada juga yang berani mendekat.
Aku melihat mading disana, mencari namaku dan kelas yang akan aku gunakan untuk tes nanti.
Dibawahnya juga ada nama gugus untuk MPLS nanti.
Setelah tahu aku bergegas untuk menuju kelas yang dimaksud, mencari tempat duduk tengah agar tidak terlalu didepan dan dibelakang.
Lama kelamaan, semakin ramai kelasnya, aku menatap sekitarku.
" Tidak ada yang mau duduk denganku ?" batinku.
Aku memainkan ponselku, ada sebuah pesan.
Aileen,
Semangat tesnya.
Setelah membalasnya, seorang guru datang. Mulai menjelaskan tentang apa yang harus dilakukan. Guru itu membagikan keseluruh siswa.
Memberikan waktu untuk mengerjakan.
***
Beberapa menit kemudian.. Semua telah selesai. Aku keluar dari kelas itu. Menuju gerbang depan.
Tinn..
Aku menoleh ke sumber suara.
" Why ? "
" Lo nggak mau balik ?"
" Yaaa baliklah " Berdiri mengambil helm yang disodorkan padaku.
Naik ke motor itu. ia melajukan mobilnya dengan kecepatan standartnya.
" Ai.. " Panggilnya sedikit berteriak.
" Kenapa ? "
" Lo sekolah disana kok nggak bilang gue sih "
Perkataannya membuatku kaget. " Lah emang kenapa ? "
" Yahh nggak papa sih, cuman setidaknya lo bilang kan bisa gue anter"
" Ututu.. Nggak deh, makasih"
" Heleh"
Aku tahu dia sudah mode ngambeknya, Sebenarnya kenapa aku bersekolah disana, karena dia juga bersekolah disana.
Alasan perasaan ?
Sepertinya itulah yang terjadi, sejak pertama kali melihat dia. Jantungku berdegup kencang layaknya orang marathon, senyumnya membuatku merasakan nyaman, selain itu ada banyak hal yang kusukai darinya yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.
Tapii.. aku nggak tahu perasaannya, terjebak friendzone itu tidaklah enak.
" Ai, Aileen " panggilnya sambil melambaikan tangannya diwajahku.
" E-eh kenapa ? "
" Udah sampai " ujarnya. aku menatap sekitar ternyata benar, kita sudah berada didepan rumahku.
" Sejak kapan ? "
" Sejak kamu dihatiku..
Aku mengangkat alisku, pertanda bingung dengan apa yang diucapkan.
" Sejak tadi atuh, gimana sih "
" Lo kok ngeselin sih "
" Ngarep ya ? "
Aku memutar bola mataku janggah, pergi dari situ.
" Aii "
" Kenapa lagi " balasku tanpa menoleh.
"Noleh atuhh.. Itu helmnya belum dicopot, mau dibawa balik ?"
" Eh "
Memegang kepalaku dan benar saja, ada helm yang terpasang.
Akupun melepas helm itu, memberikannya kepadanya.
"Oke deh, see you."
"See you"
Setelah motor itu melaju, memasuki gerbang rumahnya yang tidak jauh disana, aku masuk kerumahku.
Oh iya kita belum kenalan dengannya namanya Crusandy Samuel Illyas, anak pertama keluarga Illyas, memiliki 2 saudara laki laki dan perempuan, yang masih balita.
Oke perkenalan selesai, balik kecerita.
tapiiii...
Bersambung....