Malam hari...
yuki apakah kau yakin akan memainkan permainan ini? jawabku:"ya, aku yakin aku penasaran dengan memainkan boneka okiku ini apakah kita bisa memanggil arwah yg sudah tiada. " jawab nia:"hemm, baiklah kita lihat dulu caranya". setelah melihat caranya kami mulai melakukan permainan terlarang ini(boneka okiku). nia:"kita harus menyebut kata okiku san-okiku-san sebanyak 4 kali? jawabku:"ya kita lakukan ".Aku dan nia pun menyebut kata":" okiku-san, okiku-san, okiku-san, okiku-san, Setelah menyebut kata kata itu, datang lah angin yg sangat kencang dan jendela terbuka sendiri, pintu yg tadinya dikunci juga terbuka, lampu yg tadinya hidup seketika mati. Aku dan Nia terkejut dan takut. Setelah itu kami mendengar suara yang nyaring tertawa dan sangat mengerikan, aku dan nia menoleh kearah tersebut dan yg benar saja aku dan nia melihat sosok wanita berdiri ditengah-tengah pintu dengan memakai baju berwarna putih, rambut berantakan, bercak darah, mata menyiaratkan kesedihan dan kebencian. Aku berkata:"si.. siapa kau? " jawab setan itu:"hahaha, kau telah memanggilku dan kau tidak bisa mengembalikan arwah ku ke dalam boneka tersebut! " jawab nia:"kami telah membebaskan engkau, dan kami juga akan mengurung mu lagi didalam boneka okiku ini! " jawab setan:"oh iya kah?, mari kita mulai permainan ini!?, jika aku menang kalian harus ikut aku kedalam dunia ku" jawabku dan nia;"ya, jika kami menang kau harus meninggalkan tempat ini, dan kembalilah ke alam mu! " jawab setan sambil tertawa:"hahaha, baiklah aku Terima kita kan bermain petak umpet!, jika aku menemukan kalian ingat apa kata"ku tadi! " jawabku:"ya!. Lalu kami memulai permainan petak umpet tersebut aku dan nia bersembunyi dibalik jendela, karena setan alias arwah boneka okiku tersebut yg akan mencari kami, lalu tak! tak! tak suara yg sangat dekat, arwah setan tersebut bernyanyi dengan sangat nyaring, merdu, dan mengerikan Ding Dong kudatang padamu bukalah pintu, kau tak bisa lari dariku!, Seketika aku dan nia yg mendengar suara itu pun ketakutan dan gelisah, tiba-tiba brak!!! (suara pintu terbuka) lalu arwah itu berkata lagi:Ding Dong menuju arah mu cepat lah lari, lari dan cepat sembunyi, kudengar langkah mu, ku dengar desah nafasmu dan detak jantung mu, ku datang mendekati mu!,Aku dan Nia takut dan berdoa supaya arwah tersebut hilang, namun..... arwah:"hei gadis kecil, kau dimana? " lalu kata nia bisik":yuki, tadi kita melihat bahwa cara menghilangkan arwah tersebut dengan cara menunjukkan boneka okiku tersebut! jawabku:"ya!, kau benar kita harus mengambil boneka tersebut. Lalu kami mengindap"agar tidak terlihat oleh arwah tersebut. Lalu kami menemukan boneka tersebut, dan... arwah:"Ding Dong tlah ku temukan dirimu..." Kami pun terkejut, arwah:"Ding dong tlah ku temukan dirimu, ding ikut lah dengan ku! " jawabku:Tidak!, itu tidak akan! " nia:"ya, karena kami yg menang! " jawab arwah tersebut:"hahahah kau sangat lucu saat mmelawak gadis!, aku telah menemukan engkau dan kalian harus ikut bersama ku!. Tidak ada basa basi lagi nia melemparkan boneka okiku dan Ahkkkk!!!! arwah itu kesakitan dan terbakar, aku dan nia yg melihat itu takut+gemetar.Dan seketika arwah itu hilang dan terbakar dan boneka okiku itu tergeletak dilantai dengan keadaan menangis darah, aku mengambil boneka okiku tersebut dan mengelap air darah mata tersebut dan boneka okiku tersebut tersenyum, aku pun terkejut dan nia berkata:"sudah!, sudah cukup yuki, kita sudah mempermainkan boneka okiku dengan larangan kita harus membakar boneka itu! jawabku:"tidak nia, aku akan merawat boneka ini! " kata nia:"tapi kau berasa dirumah sendiri, aku tidak bisa terus berada dirumah mu! jawabku:"tidak apa"! Baik lah jawab nia. Lalu aku menyimpan boneka itu di lemari berkaca agar aku bisa melihat nya. Hari demi hari aku merasa ada yg jangal dengan boneka ini, setiap kali aku tidur, aku merasa ada yg memperhatikan ku, tetapi aku sudah terbiasa akan hal itu. Tetapi tidak dengan nia, nia yg sudah pulang dari rumah ku masi saja gelisah dan kawatir. Tetapi semua itu telah terlewat dan aku berteman dengan boneka okiku tersebut sampai "boneka okiku tersebut hilang dengan sendirinya.
Hai gimana ceritanya? maaf ya kalau jelek+banyak typo!