Di dalam hutan lebat terdapat segerombolan anak sedang bermain disana. Tak lama kemudian mereka menemukan gua tak jauh dari arah mereka, tanpa ragu mereka masuk kedalam gua tua dan diantara mereka hilang bersama dengan gua tua itu tanpa jejak.
........
Di kelas tampak seorang siswi sedang asik dengan handphonenya, tiba-tiba ada seorang datang dari arah belakang.
"Hayo lagi ngapain tuh??" Tanya Helian sambil mendekati bangku Zela
"Enggak, aku cuma lihat status WhatsApp doang kok" Jawab Zela
"Ah masak, tadi gue lihat lu lagi ngechat orang tuh" Jawab Helian sambil tersenyum jahat
"Orang itu pasti David kan??"
"U-udah, jangan ngomong keras-keras!! Aku malu!!" Jawab Zela sambil cemberut
"Iya iya, aku bercanda doang kok" Jawab Helian sambil menahan ketawanya
"Oh ya, lu udah ngerjain pr kan??"
"Aduh, emang ada pr ya!!" Jawab Helian sambil tergesa-gesa mengambil buku di tasnya
"Hahahaha...." Zela tertawa karena melihat ekspresi sahabatnya
"Kenapa lu ketawa?? Apa jangan-jangan lu ngerjain gua lagi!!"
"Sorry sorry, lagian lu juga gitu sih" Jawab Zela jengkel
Tak lama kemudian bel berbunyi, mereka kembali ke kelas masing-masing. Lalu guru datang ke kelas Rena dan menerangkan pelajaran di papan tulis.
Selesainya, Rena pergi kekelas Helian dan mereka pergi ke kantin untuk membeli cemilan dan menuju taman dibelakang sekolah.
"Eh tumben David gak kesini?? Biasanya dia datang tiba-tiba" Tanya Helian sambil melihat ke sekeliling taman.
"Aku juga gak tahu, katanya sih ada urusan sebentar" Jawab Zela sambil membuka bungkus makanan ringan.
"Ouh gitu"
"Oh ya, katanya ada murid yang hilang di hutan, gua toria juga tiba-tiba menghilang"
"Iih kok bisa menghilang sih??"
"Gue juga gak tau kenapa, dan disekitar sana ada mayat yang udah gak berbentuk lagi dan dikubur ditanah"
Setelah mereka berbincang bel pun berbunyi dan mereka menuju kelas masing-masing.
"Oh ya nanti ke taman yuk"
"Tumben lu ngajak gua ke taman??"
"Hehe, soalnya dirumah nanti gak ada orang, jadi ngajak lu aja ke taman aja"
"Okeh"
Mereka berpisah di tangga lantai 2. Setelah Zela masuk ke kelasnya, ternyata kelasnya sepi tidak ada orang sama sekali. Zela pun kebingungan, dan pergi keluar kelas menuju kelas Helian, tapi disana juga tidak ada orang sama sekali.
Zela mencari seluruh sekolah tapi tidak ada sama sekali. Zela pun menghela nafas, tiba-tiba dia mendengar suara teriakan dari arah taman. Zela buru-buru pergi ke arah taman, tapi juga tidak ada orang disana.
Lalu ada yang memegang pundak Zela, Zela pun menoleh kearah belakang dia pun berlari karena yang ia lihat adalah Jena. Jena adalah sahabat masa kecil Zela, tapi tiba-tiba Jena menghilang tanpa jejak ketika Rena mengajak Jena pergi. Tapi untungnya Rena tak bersalah karena polisi tak memiliki bukti yang kuat.
"Hahaha, lama sekali tidak berjumpa ya Zela??" Sosok itu pun mulai berlali menuju arah Zela yang sedang berlari.
"Ja-jangan mendekat…" Jawab Zela sambil terburu-buru membuka gerbang tapi tidak bisa.
"Apa kamu tahu, aku kangen banget sama kamu Zela"
"Zela apa kau mau ikut dengan ku??" Tanya Jena sambil mendekati Zela
"JANGAN!!!"
"Zela, apa kamu baik-baik saja??"
"Lian… hiks hiks hiks…"
"Udah udah tenang ada aku disini" Jawab Helian sambil mengusap punggung Zela.
"Ayuk kita pulang nanti mamamu nyariin loh"
"I-iya" Zela bergegas membereskan tasnya dan pergi bersama Helian meninggalkan UKS.
"Oh ya Zel, lu kok bisa tadi pingsan??"
"Ka-kayaknya aku lagi gak enak badan, jadi aku pingsan deh, hehe" Jawab Zela dengan gugup.
"Oh gitu, nanti gak jadi ke taman deh, kerumahku aja boleh??"
"Hhmm, oke deh"
Sesampainya dirumah Zela, mereka disambut oleh keluarga Zela. Mereka pun bermain dan tertawa, sampai waktu telah sore hari. Helian pun pamit dan berjalan menuju rumahnya.
"Dah Zela besok lagi ya??"
"Ya, hati-hati dijalan byee" Lalu Zela berjalan menuju kamarnya, tapi ketika menoleh kebelakang ada sosok Jena dengan mata merahnya. Zela pun berteriak karena melihat Jena.
Wuusssh
"Hihi... hai Zela apa kau mau bermain dengan ku??"
"KYAAAA!!! Jangan mendekat!!!" Lalu ibunya mendekati Zela karena mendengar teriakannya.
"Nak, kamu gak papa kan??"
"Ha-hantu… ha-hantu ma…"
"Hantu?? Gak ada kok nak. Sini sini, udah udah jangan nangis ada mama disini" Mama Zela memeluk Zela dan mengusap punggung Zela.
"Yaudah kita masuk" Mereka berjalan ke kamar Zela, Zela pun masih merasa takut akan sosok Jena yang ia lihat tadi.
"Ma, aku takut…"
"Iya iya mama disini sampai kamu tidur" Zela akhirnya tidur pulas. Tiba-tiba Zela berlari menuju mamanya, tapi Zela tidak bisa memenang tangannya. Zela mencoba berkali-kali tapi tidak bisa.
"Ma, mama dengar aku kan??" Mamanya tidak mendengar Zela, hanya berjalan menuju kamarnya. Zela mengejar mamanya tapi tiba-tiba ruangan itu menjadi gelap dan ada yang memanggil Zela dari kejauhan.
"Zela… Zela… Zela…"
"Apa kau merindukanku, Zela??"
Zela pun berlari dan tiba tiba....
"Hosh hosh hosh…"
"Haah, untung hanya mimpi" Zela beranjak kekamar mandi untuk mencuci muka setelahnya Zela meminum segelas air di mejanya dan kembali ku tempat tidurnya.
"Halo Zela, apa kau mau ikut aku bermain??"
"Kyaaaaaa!!!" Zela pun berlari entah ia berlari kearah mana, tapi ia tetap berlari. Tapi ia tidak tahu kalau ia pergi menuju gua Toria.
"Hosh hosh hosh……"
"Zela… kamu ada dimana??"
"Astaga dia ada disini !! Aku harus cepat-cepat bersembunyi " Zela berlari kedalaman gua itu dan Zea sampai disebuah ruangan yang aneh.
"Haah apa dia sudah tidak ada??" Zela pun menghela nafas.
"Ah ketemu juga kamu Zela…"
"Kyaaaaaa!!"
......
Paginya keluarga Zela mencarinya, karena semalaman dia menghilang, Helian pun juga tidak melihatnya. Mereka mencari Zela selama tiga hari, akhirnya Zela ditemukan tak bernyawa didalam gua Toira. Tubuhnya dipenuhi luka tusuk di perut dan diwajah Zela hingga tak berbentuk sama sekali.
Flashback:
Zela dan Jena sedang bermain bersama, tapi Rena iri dengan kehidupan Jena yang selalu dimanjakan, dan Jena juga merebut pacarnya yaitu David darinya.
Akhirnya dia muak dengan semuanya. Zela mengajak Jena jalan-jalan sebentar. Jena tidak tahu kalau dia akan mat* disana, tapi karena Jena anak yang sangat polos jadi dia tidak tahu apa yang terjadi nanti.
Setibanya di gua Torian, Rena mengajak Jena untuk bermain disekitar sana, yang kalah akan mendapat hukuman.
Selama permainan Jena tampak biasa saja, tapi kelamaan Jena mengetahui sesuatu yang aneh didalam permainan tapi dia menghiraukan. Dan akhirnya Jena kalah dan Zela yang menang.
Tiba-tiba hawa disana sedikit mencekam, lalu Zena mengeluarkan pisau dari sakunya.
"Jena, apa kau tahu, kau sudah mencuri semua dariku yaitu David. Seharusnya dia yang menjadi pacarku, kenapa malah anak s*al*n ini yang menjadi miliknya??"
"Ma-maf Zela aku tidak tahu, maafkan aku Zela jangan bunuh aku!!"
"Maaf?? Kau kira gampang tinggal minta maaf?? Hatiku sudah hancur gara-gara kau tau!!"
Tanpa ragu-ragu Zela mencabik-cabik seluruh badan Jena hingga hancur tak bersisa, Jena meronta-ronta dan berteriak tapi Rena tidak memperludikannya dan kembali menusuk seluruh badan Jena tanpa ampun. Lalu Rena meletakkan mayat Jena didalam gua dan menguburnya.
"Hahahaha, akhirnya tidak ada yang mengganggu ku lagi" Zela berjalan meninggalkan mayat Jena didalam gua itu. Setelah mayat Jena ditemukan, arwah Jena ingin membalaskan dendamnya yakni ingin membun*h Zela sama sepertinya.
"Hihihi.... apa kau mau menjadi korban
selanjutnya??"