"Om irwan"Teriak gadis manis yang mulai tumbuh remaja
"Gaada, ke masjid takbiran dulu"Ujar nenek rima, mamanya irwan.
"lah, katanya mau main kembang api nek"Ucap gadis itu duduk di samping nek Rima nampak kecewa.
"Bentar lagi juga pulang, ica sendirian kesini?"
"Iya dong nek, sama siapa lagi"
jarak antara rumah nek rima dan rumah gadis bernama ica itu memang tak terlalu jauh hanya melewati dua rumah saja, namun jalannya ke belakang rumah tetangga. jadi cukup gelap karena tidak ada penerangan. Namun, ica bukanlah gadis yang penakut, ia sering sekali bolak balik ke rumah nek rima di malam hari.
merasa cukup bosan menunggu, ica memutuskan untuk pulang karena irwan yang ia tunggu tak kunjung pulang.
dengan gaya jalan yang ke kanak kanakkan ica menyusuri jalan menuju rumahnya.
sreetttt.. sekelebat bayangan memakan jubah hitam lewat di depan ica membuat gadis itu menghentikan langkahnya.
"Apa barusan?"Tanya gadis itu pada dirinya sendiri karena bayangan itu nampak jelas seperti orang yang berlalu melewatinya.
tak ada rasa takut sedikitpun yang gadis itu rasakan ia mepanjutkan langkahnya menuju rumahnya.
"Ica, jangan bolak balik terus ini udah malem" Ujar ibunya ica memperingatkan mengingat jam dinding sudah menunjukan pukul 8:30 malam.
"Nanti ica mau ke rumah nenek lagi bu kalau om irwan sudah pulang, mau maen kembang api"Ujar ica merebahkan tubuhnya di dekat ibu dan adiknya.
"Aditia udah tidur ya bu?"Tanya ica melirih adik kecil nya yang sedang meminum asi.
ica dan ibunya duduk di ruang keluarga sambil menonton tv dan memakan kue khas lebaran meninggalkan aditia yang sudah tidur di kamar.
Sudah cukup lama ica menunggu irwan akhirnya pria itu manggil nama ica dari luar rumahnya.
"Ibu, ica mau maen dulu ya sama om"
"Iya hati hati maen kambang api nya bahaya"
"Siap bu"
gadis itu langsung saja bergegas ke luar rumah, ia celingukan mencari irwan. namun nihil, ia tak melihat pamannya itu.
"Pasti om irwan mau nakut nakutin ica"Gumam gadis itu yang sudah mengetahui sifat irwan yang suka jahil padanya.
tanpa menghiraukan hal itu, ica langsung berlari menuju rumah irwan. setelah sampai disana, ica kembali menca4i keberadaan irwan, namun nenek nya bilang bahwa irwan belum pulang dari masjid.
ica mulai berpikir keras, lalu siapa yang memanggil namanya tadi suaranya persis dengan irwan, tapi dimana irwan sekarang.
"Nenek pasti boong" ujar ica mendelik jutek pada neneknya.
"hey,, gadi kecil lagi ngapai disini" ucap irwan di ambang pintu.
"Tuh kan nenek boong sama ica, itu om irwan"ujar ica sangat yakin jika irwan sedang menjailinya.
"Ada apa?"Tanya irwan bingung
"om mau nakut nakutin ica ya"Ujar ica menunjuk irwan sembari tersenyum mengejek
"om kan tau ica gak penakut, pake acara nakut nakutin" ledek ica namun irwan hanya menatap keponakannya itu bingung dan menganggap ica mengada ngada.
tanpa menghiraukan ucapan gadis itu irwan langsungbpergi ke halaman ruman menanggalkan sarung dan pecinya.
ica mengikuti irwan dari belakang dan meligat ada tiga teman pamannya membawa beberapa kembang api juga.
lumayan seru malam takbir kali ini anak anak itu bersenda gurau menikmati malam yang cukup ramai dengan suara takbumir bergema di mana mana.
hari semakin gelap dan mulai terasa keheningan.
"Ica pulang gih udah malem"
"Gamau, masih seru tau om"
"kamu perempuan ica, ayo pulang"
Gadis itu menurut saja meskipun sambil menggerutu tak jelas. suara tawa irwan dan teman temannya masih jelas terdengar. membuat gadis itu semakin berani pulang sendirian.
dengan langkah sedikit melompat lompat dan di selingi bersenandung lagu yang ia hapal hadis itu terus menyusuri kegelapan.
gadis itu terdiam melihat cahaya yang membulat di dinding belakang rumahnya. ica terus saja terdiam memperhatikan cahaya tersebut.
"dari mana cahaya ini"tanya ica pada dirinya sendiri
"kan gaada lampu di luar, terus masa cahaya bulan membulat gini"ujar gadis itu kembali masih terdiam di sana
"Ica ngapain disana? cepetan pulang"Teriak irwan yang memperhatikan ica dari jauh.
ica melirik irwan sekilas lalu kembali memperhatikan lingkaran tadi.
terkejut, saat gadis itu kembali melirik dinding tadi. disana seperti ada bayangan pocong, di tengah tengah lingkaran tadi. seolah terhipnotis ica terdiam memperhatikan bayangan itu.
"Aaaa.. ibu ayaaah"Teriak ica saat ia sadar dan mulai merasa takut.
"ibu buka.. ayah buka"Teriak gadis itu sembari menggedor gedor pintu, namun ayah ica yang tak tau tentang masalahnya malah mengerjai ica dengan menahan pintu dari dalam.
"ayahh buka ayah"ica mulai menangis namun ayahnya malah tertawa.
"Ada apa?" Tanya ayah ica dari ambang pintu.
gadis itu langsung saja memeluk ayahnya dengan keringat dingin yang membasahi pelipisnya.
ayah ica menangkup anak gadis nya merasa khawatir dengan apa yang di alami anak gadisnya.
ica menceritakan keganjalan mulai ia pulang awal dari rumah irwan. ayahnya pun hanya bisa menenangkan anak gadisnya.