Anita,,,,
itulah namaku,sigadis pendiam yang pintar dalam pelajaran namun bodoh dalam pengalaman percintaan.
Aku bersekolah di sekolah negeri bernama SMA N 1 Nusa Bangsa di kota B sebagai murid kelas XI B.
aku tak pandai bergaul tapi bukan berarti aku tidak memiliki teman,karena aku adalah gadis yang terbilang cukup pintar jadi cukup mudah untuk mendapatkan teman.
ya,,,walau kebanyakan dari mereka hanya memanfaatkan kepintaran ku untuk mendapat nilai bagus aku tetap menganggap mereka teman.
karena apa?!
karena sedari duduk dibangku SMP aku selalu dibully oleh teman-teman sekelasku.
setiap pagi aku dipaksa mengerjakan PR mereka,di jam istirahat aku berubah jadi pembantu mereka untuk membeli makanan dan minuman.
di jam pelajaran olah raga aku akan dihukum pak guru keliling lapangan karena tidak memakai sepatu olah raga atau tidak memakai baju olah raga.
padahal sebenarnya 3 gadis popular disekolah yang selalu membully ku lah yang membuatku dihukum.sepatu olah raga yang selalu ku simpan dilokerku hilang sebelah,kadang baju olah raga ku yang hilang aku temukan dalam keadaan kotor dan dibuang keatas pohon dibelakang sekolah.
tak jarang aku pulang dalam keadaan lusuh dan bau juga rambut yang berantakan karena dikerjai habis-habisan oleh mereka.ketika ibu dan ayah bertanya,aku selalu mencari alasan yang logis agar mereka tak mengkhawatirkan aku.
melawan tak berani melaporkannya pada guru apalagi,,,aku selalu diancam akan dilempar telur busuk dan kecoa bila sampai aku melapor pada pihak sekolah.jadi aku memilih diam dan menerima perlakuan mereka selama 3 tahun kemarin.
Tadinya aku kira aku akan terus menjadi budak mereka jika suatu hari sampai satu sekolahan dengan mereka lagi,rupanya dewi fortuna tengah berpihak padaku.ayah dipindah tugaskan oleh bos tempat ayah bekerja ke kota B.
aku sampai jingkrak-jingkrak dikasur saking senangnya.
----------------------
Denting sendok dan garpu saling beradu diatas piring,aku,ayah dan ibu sarapan pagi dengan hidmat tanpa bicara sepatah katapun.
setelah selesai dengan sarapan pagiku ayah mengajak ku berangkat bareng karena kebetulan perusahaan tempat ayah bekerja searah dengan sekolahku.
"bu,,,aku pamit ya,,,assalamu'alaikum,,," aku mencium tangan ibu "Waalaikumsalam,,,hati-hati di jalan ya sayang,,,,ayah juga hati-hati bawa motornya jangan ngebut,,," ibu tersenyum kearahku lalu mencium tangan ayah.
"iya,,,ayah pasti hati-hati kok bu,,,ayah kan bawa putri kesayangan kita,,,pasti akan ayah antar sampai ke depan gerbang sekolah dengan selamat tanpa lecet sedikitpun,,,ok sayang" ayah menerima salam dari ibu lalu tersenyum dan menautkan jempol dan telunjuk membentuk lingkaran kearahku.
akupun membalas dengan cara yang sama sambil tersenyum sumringah.
"ayo ayah,,,nanti aku telat,,," aku merengek dengan nada manja yang hanya dibalas kekehan kedua orang tuaku.
aku dan ayah melambaikan tangan kearah ibu lalu berangkat.
--
sesampainya di depan gerbang sekolah aku turun dari motor ayah,melepas dan memberikan helm yang kukenakan pada ayah.setelah mencium tangan ayah aku melangkah ceria menuju kelas,sepuluh langkah didepanku sudah ada Ririn dan Mita yang melambaikan tangan memanggilku.
aku menghampiri mereka lalu berjalan beriringan.
"eh,,,denger-denger kelas kita bakalan kedatangan murid baru loh,,,cowok,,,ganteng,,," seru ririn antusias
"eh iya,,,tadi gue sengaja dateng pagi buat liat siapa murid baru nya dan wah,,,gela seh,,,ganteng cuy,,"
seru mita yang emang paling riweuh kalo masalah cowok.
aku pun mendengar celotehan mereka dan berjalan santai sambil memegang tali tas ranselku.
akupun mendudukkan pantatku di bangku lalu menyimpan tas ku,ririn dan mita masih asik membahas perihal murid baru itu.
"Nit,,,ngomong dong,,,dari tadi diem aja,,,sariawan lo,,?!" ririn menatap heran kearahku yang diam mendengar celotehan mereka sedari tadi.mita ikut-ikutan menatap kearah ku dan menganggukan kepala mengiyakan pertanyaan ririn.
"ngga papa,,,aku gak sariawan kok,,,seneng aja liat kalian ngobrol,,," ucapku sambil nyengir kuda lalu mengambil buku pelajaran di tasku,lagian aku tidak terlalu suka banyak bicara dan lebih memilih mendengar kan.
"gak asik lo,,," ucap mita pura-pura kesal kearahku
"kebiasaan,,,lama-lama kita bakalan lupa sama lo kalo lo diem mulu kayak gini,,,"ucap ririn sambil bersidekap dengan mulut yang mengerucut
akupun menggeleng cepat " jangan,,,kalo kalian lupain aku,,,nanti aku gak punya teman lagi,,,disini cuma kalian teman ku..." aku mulai terisak pelan mengingat masa-masa kelam ku waktu smp.
dijadikan bahan bully an dan tidak memiliki twman adalah hal paling menyakitkan yang pernah kualami dan saat aku sudah memiliki teman,mereka malah berniat meninggalkan ku.
"yah,,,yah,,,jangan nangis dong,,,gue becanda nit,,,maaf ya,,mit bantuin dong,,,!!!" ririn terlihat panik melihat ku hampir menangis diikuti mita yang gelagapan "i,,,iya maafin kita ya,,,lu sih rin,,,kolo ngomong disaring dulu jangan asal jeplak,,,"
"iya,,,iya,,,gue yang salah,,,maaf ya nit,,,gue janji gak akan ninggalin lo kok,,,kita kan sahabat,,,kota akan tetap bersama berbagi suka dan duka,,,iya kan mit,,," aku melihat kearah ririn dan mita yang berusaha menenangkanku "janji,,?" ucapku menunjukan kelingking kearah ririn dan mita.
ririn dan mita tersenyum kearahku dan saling menautkan kelingking,kamipun tersenyum lalu saling berpelukan.
ting,,,ting,,,,ting,,, bel berbunyi menandakan jam masuk pelajaran akan segera dimulai.
kamipun melepas pelukan kami,aku pun mengelap air mataku dan ingusku yang hampir keluar dengan tisu yang tak pernah yang tertinggal di saku ku,membenarkan kaca mata tebal khas anak cupu yang bertengger manis dihidungku.ririn dan mita lalu duduk dibangku masing-masing.
"Selamat pagi anak-anak,,," wali kelas kami pak yayan membuka pembicaraan,seperti biasa menyapa anak-anak muridnya dengan senyum khas orang tua.
"pagi,,,pak,,," kami pun menjawab salam pak yayan.
"hari ini kita kedatangan murid baru,,,pindahan dari kota sebelah,,,silahkan masuk" ucap pak yayan lalu mempersilahkan murid baru itu masuk.
"dae,,,,bak,,," ucap salah satu anak perempuan diikuti riuh anak-anak yang lainya.aku yang semula tengah asik mencoret-coret buku pun menoleh kearah sejurus,mataku seketika membulat sempurna.
tubuh tinggi sedikit berotot,bibir tipis yang manis,mata sipit dengan tatapan tajam namun menenangkan dibalik kacamata yang bertengger apik dihidung mancung nya,membuat siapa saja terpesona.
"ekhem,,,nama saya juna,,,salam kenal,,," dia tersenyum,,,a,,,h sungguh manis.
"wa,,,h gantengnya,,,swit,,,swiw,,,huu,,,," suara saling bersahutan membuat gaduh kelas ku saat ini namun aku masih asik menikmati keindahan didepan,benar-benar mirip cha eunwoo aktor korea favorit ku,a,,,,h tampannya.
"wah,,,liat tuh,,,si nita ingusan,,,hahaha,,," ucap salah satu murid laki-laki yang bernama andi,aku reflek menyeka nya dengan tangan ku eh,,,tunggu hidungku tidak basah kok.teman-teman satu kelas yang menoleh kearahku kompak menertawakan ku.
du,,,h malunya,,,ya ampun,,,ya ampun,,,bahkan murid baru dikelasku ikut terkekeh pelan membuat wajahku semakin memerah saja aku benar-benar malu,,,
"woy,,,jangan gitu dong lo,,,kasian nita,,," mita membelaku ternyata,terimakasih penyelamatku.
"weys,,,ada cewek jadi-jadian,,,ampu,,,n,,," kini yandi yang memang anak nakal dikelasku ikut menyahut
"gue geplak lu ya,,," mita yang sewot,berdiri hendak menghampiri yandi sebelum pak yayan melerai keributan di kelas ini.
"sudah,,,sudah jangan ribut,,,(kelas mulai tenang dilanjutkan perkataan pak yayan) oya juna,,,,kamu duduk di,,,,emmm" pak yayan celingukan kearah kami
"bareng saya aja pak,,,lu pindah sana,,,biar juna duduk disebelah gue,,," yeni mengacungkan tangan lalu menyikut teman sebangku nya tita.tita yang jeles meraih tas nya hendak berdiri.
"di samping nita aja pak,,,kan bangku sebelahnya kosong,,," ririn mengacungkan tangan memberi usul yang langsung disetujui pak yayan lalu mempersilahkan juna yang mengangguk lalu tersenyum kearahku.
mataku sedikit melotot tak percaya,,,melihat si tampan juna melangkah kearahku,ketika pandangan kami bertemu "gue boleh duduk,,," ucapnya ramah.
aku tersentak dari lamunan saat tangannya melambai kearahku."si,,,silahkan,,," ucapku gelagapan lalu mengambil tasku.
"makasih,,," lalu mendudukkan pantatnya dikursi sebelahku.deg,,,deg,,,deg,,,
"oh,,,astaga,,,diamlah,,,nanti dia dengar,," gumamku pelan sembari mengelus dada.
>>>>